Pengembangan Tambak Pantura dengan Nila Srikandi

Nov 06, 2021
Pengembangan Tambak Pantura dengan Nila Srikandi

Tambak Pantura Dengan Nila Srikandi

Untuk meningkatkan produktivitas tambak di kawasan pantai utara (Pantura) Jawa, BRSDM melalui BRPI Sukamandi dan Pusat Riset Perikanan telah menyerahkan calon induk ikan unggul nila Srikandi kepada Direktorat Pembenihan Perikanan Budidaya KKP.

Program ini merupakan bagian dari hilirisasi hasil riset varietas unggul yang dihasilkan BRPI Sukamandi kepada stakeholder atau pengguna Unit Teknis Eselon 1 KKP melalui kemitraan dengan Direktorat Pembenihan DJPB.

Bantuan calon induk ikan nila Srikandi ini diharapkan dapat disalurkan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendukung program menteri KKP dan Bp. Trenggono dalam pengembangan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal dan ikan nila Srikandi sebagai komoditas alternatif pengganti udang di Pantura.

Nila Srikandi

Nila srikandi merupakan hasil perkawinan silang antara ikan nila Nirwana betina dengan ikan nila Biru jantan. Ikan ini mempunyai karakter tumbuh cepat di perairan payau dan asin dengan nilai heterosis 13,44 pada karakter bobot dan 20,33 pada karakter sintasan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa nila Srikandi memiliki karakter pertumbuhan dan sintasan yang lebih baik dibandingkan dengan pembentuknya, yakni ikan nila Nirwana dan nila Biru.

Peningkatan Produktivitas Tambak Pantura

  • Program optimalisasi tambak dipelukan dengan menggunakan jenis ikan alternatif yang bernilai ekonomis tinggi, memiliki daya serap pasar stabil dan menggunakan teknologi yang mudah diadopsi masyarakat
  • BRSDM melalui BRPI dan Pusriskan telah menyerahkan calon induk ikan unggul nila Srikandi kepada Direktorat Pembenihan, Direktorat Jendeal Perikanan Budidaya (DJPB)
  • Bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tambak idle khususnya di kawasan pantai utara (pantura) Jawa
  • Penyerahan calon induk nila Srikandi diberikan kepada tiga unit pelaksana teknis UPT lingkup DJPB :
  • Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang
  • Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara
  • Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BBAP) Situbondo
  • Calon induk yang diserahkan merupakan induk penjenis (PS) berukuran 250-300gr sebanyak 3.200 ekor yang dapat digunakan untuk memproduksi benih sebar ikan nila Srikandi

Artikel Menarik Lainnya :

Cara Memijahkan Ikan Lele Secara Alami

Langkah pertama untuk pemijahan ikan lele secara alami adalah dengan memilih induk betina dan jantan yang sudah matang gonad. Pilih sepasang ikan lele yang memiliki bobot seimbang,...

Payakumbuh Dorong Warga Untuk Budidaya Ikan Air Tawar

Budidaya ikan air tawar semakin digencarkan di beberapa daerah di Indonesia. Mengingat potensi alam yang tersedia dan untuk menambah pengkasilan masyarakat. Hal ini juga dilakukan di Payakumbuh,...

Pemerintah Agam Memberikan Fasilitas Pembuatan Kolam Bagi Petani Ikan

Untuk mencapai target produksi ikan 73.803 ton pada 2013, Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat memberikan fasilitas kepada petani untuk membuat kolam ikan menggunakan alat berat ekskavator secara...

Bupati Bangka Siap Bantu Modal Budidaya Lele

Pemda Bangka terus mendukung masyarakatnya untuk melakukan usaha budidaya, termasuk budidaya ikan lele yang mempunyai peluang bagus di Bangka. Setelah mengucurkan bantuan dana usaha kepada peternak melalui...