KKP lindungi pembudidaya ikan kecil dengan asuransi perikanan

Merdeka.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merealisasikan program Asuransi Perikanan bagi pembudidaya ikan kecil. Program tersebut merupakan kerja sama antara KKP dengan PT Asuransi Jasa Indonesia/Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI).

Menandai hal tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menyerahkan secara simbolik polis asuransi kepada perwakilan penerima bantuan program asuransi perikanan bagi pembudidaya kecil di Jakarta, Rabu (13/12).

Menteri Susi menjelaskan bahwa asuransi perikanan bagi pembudidaya ikan kecil ini merupakan langkah konkret dari komitmen KKP untuk melindungi pembudidaya ikan kecil agar mereka semakin berdaya dan mampu bangkit saat menghadapi kegagalan produksi sehingga usahanya berkelanjutan.

Program asuransi perikanan ini nantinya berjalan dengan skema polis asuransi yang pertama kali ada di Indonesia dan mampu menyentuh pembudidaya ikan kecil. Tahun 2017 setidaknya sebanyak 2.004 orang pembudidaya ikan kecil dengan luas lahan 3.300 hektar akan di-cover program asuransi ini.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, dalam keterangannya di Jakarta (12/12) mengatakan, asuransi ini akan memberikan jaminan perlindungan atas risiko dalam hal ini mencakup serangan wabah penyakit ikan dan atau bencana alam yang dialami oleh pembudidaya ikan kecil.

Menurutnya, pembudidaya ikan kecil sulit bangkit saat dihadapkan pada kegagalan produksi. Oleh karenanya, asuransi ini menjadi sangat penting untuk memberikan perlindungan bagi pembudidaya ikan kecil agar usahanya berlanjut.
20171213151007-1-menteri-susi-pudjiastuti-saat-tebar-perdana-benih-lele-budidaya-sitem-bioflok-di-jombang-001-hery-h-winarno

Menteri Susi Pudjiastuti saat tebar perdana benih lele budidaya sistem bioflok di Jombang ©2017 Merdeka.com

“Kita ingin pembudidaya kecil ini lebih berdaya, oleh karenanya negara hadir untuk memberikan jaminan keberlanjutan usaha yang digeluti mereka. Tahun 2017 kita inisiasi skema ini dan menjadi yang pertama di Indonesia. Ke depan harapannya akan lebih banyak lagi pembudidaya ikan yang memiliki skala usaha kecil dapat terlindungi dengan asuransi ini,” jelas Slamet dalam keterangannya usai menghadiri acara soft launching Ko-Asuransi dan penandatanganan perjanjian kerjasama Asuransi Usaha Budidaya Udang di Maipark Ballroom Gedung Permata Kuningan Jakarta, Senin (11/12).

Sebagaimana diketahui Ko-Asuransi dibentuk atas kerja sama antara Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan KKP untuk memfasilitasi pertanggungan program Asuransi Usaha Budidaya Udang (AUBU).

Slamet menambahkan, program asuransi ini merupakan bentuk implementasi dari amanat UU No 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Tambak Garam dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 18 Tahun 2016 tentang Jaminan Perlindungan atas Risiko kepada Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam.

KKP sendiri menetapkan kriteria calon penerima premi asuransi ini, antara lain yakni memiliki kartu pembudidaya ikan (aquacard), diutamakan yang telah mengikuti program Sertifikasi Hak atas Tanah Pembudidaya Ikan (SEHATKAN), sudah tersertifikasi Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB) dan merupakan pembudidaya ikan skala kecil dengan pengelolaan lahan kurang dari 5 hektare yang menggunakan teknologi sederhana.

Sebagai gambaran, bentuk bantuan program ini adalah pembayaran premi asuransi perikanan senilai Rp 450.000 per hektare per tahun dengan manfaat pertanggungan Rp 15.000.000, per hektare. Untuk memenuhi nilai tersebut KKP mengalokasikan anggaran senilai Rp 1,48 miliar di Tahun 2017 ini. Sumber : merdeka.com

Artikel Menarik Lainnya :

Harga Jual Meningkat, Warga Lampung Timur Minati Budidaya Ikan Air tawar

Seiring dengan meningkatnya harga jual ikan air tawar, pembudidayaan ikan tawar di Kabupaten Lampung Timur semakin diminati warga setempat belakangan ini.

1 Hektar Kolam Hasilkan 64 Ton Ikan Patin Sekali Panen

Arief adalah satu dari ratusan petani ikan patin yang sukses di Desa Tangkit Baru Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi. Dengan inovasinya membuat kolam raksasa seluas kurang...

Budidaya Ikan di Kabupaten Siak – Riau Meningkat

Minat masyarakat Kabupaten Siak membudidayakan ikan semakin meningkat, demikianlah penjelasan dari Susilawati, Kepala Dinas Perternakan dan Perikanan Kabupaten Siak. Hal ini dapat dilihat dari jumlah rumah tangga...

Lele G3 – Strain Baru Lele Unggul dari KKP

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengembangkan strain baru ikan unggul. Untuk perbaikan mutu genetis, KKP melalui Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Sukamandi kembali menghasilkan lele unggul....