Untung sampai Rp.3 juta/kolam PONPES Miftahul Huda Pesawahan Kembangkan Budidaya Lele

Mar 19, 2018
Untung sampai Rp.3 juta/kolam PONPES Miftahul Huda Pesawahan Kembangkan Budidaya Lele
imageContent
Banyumas | NU online
Pondok Pesantren Miftahul Huda Pesawahan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah baru-baru ini tengah gencar mengembangkan usaha budidaya lele. Memanfaatkan lahan seluas 5 x 4 di samping komplek pesantren yang awalnya tidak terpakai itu, kini disulap menjadi pusat pembudidayaan ikan lele bernilai ekonomi tinggi.
Kang Heri, santri yang ditugasi mengurus usaha budidaya ikan lele tersebut mengatakan ada 12 kolam lele yang dilakukan dengan sistem bioflok.
“Ada 12 kolam, 6 ukuran dimeter 60 cm dan 5 kolam diameter 90 cm yang sedang kami urus,” katanya. “Setiap kolam, berisi seribu sampai dua ribu benih ikan lele, yang dipisah sesuai dengan ukurannya,” lanjut Heri.
Pembudidayaan yang dilakukan adalah pembesaran, diawali dengan membeli benih ikan yang masih kecil, lalau disortir untuk mengelompokkan besar kecilnya, sesudah itu diletakkan di kolam sesuai dengan ukurannya.
“Masih beli, belum bisa memijah benih ikan sendiri,” tambah santri asal daerah Sumatera itu.
Usaha budidaya lele tersebut sudah berlangsung selam 4 bulan. Pada bulan pertama, kata hari pernah hampir gagal, karena ada sedikit kesalahan yang menyebabkan ikan dikolam pada mati.
“Bulan kedua, tiga, dan sekarang alhamdulillah bisa berjalan lancar,” katanya.
“Keuntungan yang diperoleh tiap kolamnya, satu bulan berkisar 2-3 juta, tergantung ukuran kolam dan isinya,” jelas Kang Heri.
Melatih Santri Berwirausaha
Pengasuh Pesantren Miftahul Huda Pesawahan, KH Habib Mahfud mengatakan, kegiatan budidaya lele tersebut bertujuan untuk melatih santrinya menekuni dunia wirausaha, dengan harapan jika nanti pulang dari pesantren dan hidup di masyarakat, mereka sudah mereka sudah memiliki ketrampilan.
“Santri pintar ngaji itu wajib, pintar bisnis wirausaha juga harus,” tegasnya ketika ditemui di kediamanya, Jumat (16/3).
Selain itu, juga sebagai bentuk pengembangan potensi desa yang mubah jika tidak dikemukakan untuk sesuatu yang menghasilkan.
Selain budidaya lele, sebelumnya pesantren Miftahul Huda juga telah membuka usaha depot air minum dalam kemasan yang semuanya dikelola oleh para santri. (Kifayatul Ahyar/Fathoni) sumber : NU.or.id

KKP lindungi pembudidaya ikan kecil dengan asuransi perikanan

Merdeka.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merealisasikan program Asuransi Perikanan bagi pembudidaya ikan kecil. Program tersebut merupakan kerja sama antara KKP dengan PT Asuransi Jasa Indonesia/Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI).

Menandai hal tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menyerahkan secara simbolik polis asuransi kepada perwakilan penerima bantuan program asuransi perikanan bagi pembudidaya kecil di Jakarta, Rabu (13/12).

Menteri Susi menjelaskan bahwa asuransi perikanan bagi pembudidaya ikan kecil ini merupakan langkah konkret dari komitmen KKP untuk melindungi pembudidaya ikan kecil agar mereka semakin berdaya dan mampu bangkit saat menghadapi kegagalan produksi sehingga usahanya berkelanjutan.

Program asuransi perikanan ini nantinya berjalan dengan skema polis asuransi yang pertama kali ada di Indonesia dan mampu menyentuh pembudidaya ikan kecil. Tahun 2017 setidaknya sebanyak 2.004 orang pembudidaya ikan kecil dengan luas lahan 3.300 hektar akan di-cover program asuransi ini.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, dalam keterangannya di Jakarta (12/12) mengatakan, asuransi ini akan memberikan jaminan perlindungan atas risiko dalam hal ini mencakup serangan wabah penyakit ikan dan atau bencana alam yang dialami oleh pembudidaya ikan kecil.

Menurutnya, pembudidaya ikan kecil sulit bangkit saat dihadapkan pada kegagalan produksi. Oleh karenanya, asuransi ini menjadi sangat penting untuk memberikan perlindungan bagi pembudidaya ikan kecil agar usahanya berlanjut.
20171213151007-1-menteri-susi-pudjiastuti-saat-tebar-perdana-benih-lele-budidaya-sitem-bioflok-di-jombang-001-hery-h-winarno

Menteri Susi Pudjiastuti saat tebar perdana benih lele budidaya sistem bioflok di Jombang ©2017 Merdeka.com

“Kita ingin pembudidaya kecil ini lebih berdaya, oleh karenanya negara hadir untuk memberikan jaminan keberlanjutan usaha yang digeluti mereka. Tahun 2017 kita inisiasi skema ini dan menjadi yang pertama di Indonesia. Ke depan harapannya akan lebih banyak lagi pembudidaya ikan yang memiliki skala usaha kecil dapat terlindungi dengan asuransi ini,” jelas Slamet dalam keterangannya usai menghadiri acara soft launching Ko-Asuransi dan penandatanganan perjanjian kerjasama Asuransi Usaha Budidaya Udang di Maipark Ballroom Gedung Permata Kuningan Jakarta, Senin (11/12).

Sebagaimana diketahui Ko-Asuransi dibentuk atas kerja sama antara Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan KKP untuk memfasilitasi pertanggungan program Asuransi Usaha Budidaya Udang (AUBU).

Slamet menambahkan, program asuransi ini merupakan bentuk implementasi dari amanat UU No 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Tambak Garam dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 18 Tahun 2016 tentang Jaminan Perlindungan atas Risiko kepada Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam.

KKP sendiri menetapkan kriteria calon penerima premi asuransi ini, antara lain yakni memiliki kartu pembudidaya ikan (aquacard), diutamakan yang telah mengikuti program Sertifikasi Hak atas Tanah Pembudidaya Ikan (SEHATKAN), sudah tersertifikasi Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB) dan merupakan pembudidaya ikan skala kecil dengan pengelolaan lahan kurang dari 5 hektare yang menggunakan teknologi sederhana.

Sebagai gambaran, bentuk bantuan program ini adalah pembayaran premi asuransi perikanan senilai Rp 450.000 per hektare per tahun dengan manfaat pertanggungan Rp 15.000.000, per hektare. Untuk memenuhi nilai tersebut KKP mengalokasikan anggaran senilai Rp 1,48 miliar di Tahun 2017 ini. Sumber : merdeka.com

Artikel Menarik Lainnya :

Pakan Buatan Untuk Anak Ikan Gurme

Beberapa hal perlu diperhatikan dalam pembudidayaan ikan Gurame, terutama dalam pemberian pakan Ikan gurame tersebut. Tiap usia ikan Gurame diberikan makanan berbeda. Disamping itu pemberian pakan ikan...

Kabupaten Rokan Hilir Targetkan Semua Daerah Punya Budidaya Ikan

Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Kabupaten Rokan Hilir merencanakan dan menargetkan semua daerah yang ada di limabelas kecamatan mempunyai kegiatan budidaya ikan air tawar. Kegiatan budidaya ikan...

budidaya ikan patin dan nila menjadi peluang usaha menjanjikan untuk masyarakat Kotamobagu Sulawesi Utara

TOTABUAN.CO KOTAMOBAGU –Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Kotamobagu akan menyalurkan bantuan bibit ikan kepada petani budidaya ikan air tawar. Bantuan tersebut akan di salurkan pada triwulan 2 nanti....

Peneliti IPB Temukan Hormon Pemacu Pertumbuhan Ikan

Teknologi di bidang perikanan budidaya selalu dikembangkan oleh para pakar perikanan di Indonesia, salah satunya tujuannya adalah bagaimana ikan dapat tumbuh dengan cepat sehingga bisa lebih menguntungkan...