Pringsewu lampung Incar pasaran ekspor ikan patin ke timur tengah

Feb 03, 2019
Pringsewu lampung Incar pasaran ekspor ikan patin ke timur tengah

PRINGSEWU – Budidaya ikan patin di Kabupaten Pringsewu berprospek menjanjikan.

ikan-patin-pringsewu

Pasalnya, pangsa pasar untuk jenis ikan air tawar ini semakin luas untuk ekspor ke manca negara.

Wakil Bupati Pringsewu Fauzi mengatakan, produksi ikan patin di kabupaten setempat mencapai 685 ton kurun 2018.

Sebanyak 505 ton diantaranya dipanen dari Pekon Lugusari, Kecamatan Pagelaran.

“Itu ditopang potensi lahan budidaya ikan di Kabupaten Pringsewu luasnya mencapai 1070, 32 hektare tersebar di seluruh kecematan”.

“Kecamatan Pagelaran sebagai minapolitannya Kabupaten Pringsewu,” ujar Fauzi, Kamis (17/1/2019).

Kepala Dinas Perikanan Pringsewu M Jusuf menambahka, dari total potensi lahan budidaya ikan, baru termanfaatkan hanya 519, 35 hektare.

Luas lahan ini memproduksi ikan budidaya air tawar sebanyak 8.129 ton selama 2018 lalu.

“Dari produksi tersebut, ikan patin mencapai 8,42 persen (685 ton)”.

Jusuf tak menampik, budidaya perikanan masih dipandang usaha yang berisiko tinggi bagi masyarakat Pringsewu.

Alhasil, kucuran dana untuk usaha perikanan masih sangat minim.

Padahal, ada satu perusahaan di Lampung siap menampung berapapun jumlah produksi ikan patin melalui sistim kemitraan.

Tim Pengembangan Bisnis PT CP Prima Muhammad Taufik menerangkan, pihaknya tidak hanya memasarkan patin di skala nasional.

Untuk pasar lokal dipasarkan melalui retail modern. sumber : tribunlampung.com

Cuaca buruk nelayan tidak melaut” Harga ikan hasil budidaya naik 50%

Dec 22, 2017
Cuaca buruk nelayan tidak melaut" Harga ikan hasil budidaya naik 50%

20171221_181134_cuaca_buruk_nelayan_tidak_melaut

Medanbisnisdaily.com – Langkat. Cuaca buruk disertai hujan selama 4 hari membuat sejumlah nelayan di Pangkalanbrandan tidak melaut. Hal ini membuat harga yang dipasok dari Aceh dan Sibolga melambung. Harga ikan budidaya kolam pun ikut melambung.

Ikan nila atau muzahir yang dipanen dari kolam pembesaran berair payau dan air asin saat ini dijual dipasar Rp 38.000 per kg. Padahal harga ikan ini biasanya Rp 25.000 sampai Rp 28.000 per kg. Sedangkan ikan laut jenis kembung Rp 25.000 per kg sampai Rp 28.000 per kg, kini dijual Rp 40.000 per kg. Di pasar ikan Tanjungpura, pedagang ikan menjual ikan nila yang didatangkan dari Medan dan Deliserdang dijual ecer Rp 38.000 per kg.

“Sudah 4 hari ini hujan terus. Kami tak melaut. Untuk memenuhi kebutuhan hidup terpaksa hutang pada juragan,” sebut sala seorang nelayan Umar di Jalan Pelabuhan Pangkalanbrabdan, Kamis (21/12/2017).

Karena cuaca buruk, katanya, sejumlah nelayan Pangkalanbrandan mengaku lebih memilih di rumah sambil membereskan jaring penangkap ikan mereka yang rusak.

“Tak ada ikan Mas, tadi hanya ikan nila yang dijual dengan harga Rp 38.000 per kg. Kalau kepala ikan nilapun naik, biasanya kepala ikan hanya Rp 10.000 per kg, saat ini Rp 15.000-Rp 20.000 per kg. Bagian daging ikan nila untuk industri pabrik, pasar swalayan dan ekspor, kepalanya dijual dipasar tradisionil,” sebut Sangkot, penjual ikan di Pajak Baru Tanjungpura.

Seorang pedagang ikan, Udin alias bulek, di Pasar Pangkalanbrandan mengatakan, pihaknya menjual ikan bandeng yang dipasok dari Aceh. “Ikan kosong, dari Aceh hanya bandeng, harga eceran sudah Rp 37.000 per kg. Sedangkan ikan kembung dari Sibolga dijual ecer Rp 40.000 per kg,” katanya. // Sumber : Medanbisnisdaily

Bisnis” usaha budidaya pembesaran ikan lele makin menguntungkan

Bantuan ketahanan pangan

Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berupaya mengembangkan program ternak lele biofloc di desa-desa seluruh nusantara. Budidaya pembesaran ikan lele dengan menggunakan media ini baru saja dirintis sekitar lima bulan lalu.

Berbeda dengan ternak lele yang konvensional, pada sistem biofloc tidak diperlukan lahan kolam yang luas untuk budidaya lele, namun bisa mendapatkan hasil panen yang memuaskan

“Cukup kolam buatan menggunakan bahan terpal dengan rangka bambu atau besi namun dengan kualitas air yang ditingkatkan menggunakan mesin airator yang memasok sirkulasi oksigen dalam kolam,” ujar Doli Pardede, pemuda asal Samosir, Sumatera Utara, di acara pameran UMKM Rakornas PDIP, di ICE BSD, Banteng, Minggu (17/12).

Doli menjelaskan, untuk pemula yang ingin berbisnis Lele biofloc ini, cukup hanya mengeluarkan kocek sebesar Rp 6 juta sebagai modal awal. Dengan modal tersebut menurutnya dapat membuat dua kolam berbentuk lingkaran berdiameter 2,5 meter yang dapat menampung bibit lele hingga 5.000 ekor lele.

“Untuk satu kolam menghabiskan anggaran dua juta rupiah. Bibit lele itu sekitar dua juta, sisanya dua juta untuk pangan. Jadi ini enggak perlu di lahan yang luas, di rumah juga bisa,” jelasnya.

Dia melanjutkan, dengan sistem biofloc ini mampu mendongkrak produktivitas ikan lele yang berlipat. Sehingga biaya produksi berkurang dibandingkan dengan budidaya secara konvensional. Dia menjelaskan untuk satu kolam lele yang berhasil dipanen itu bisa mencapai 4 kuintal lebih, dengan rata-rata 8 ekor per kilogramnya.

“Untuk omzet yang kami dapat saat panen, untuk satu kolam bisa mencapai Rp 7 sampai 8 juta per kolamnya, sementara untuk pemasarannya kita lebih banyak untuk ke lesehan, rumah makan. Pasar-pasar tradisional,” ungkapnya.

Doli menuturkan pemberian pangan untuk budidaya ikan lele dengan sistem biofloc dijamin bersih dengan memberikan pelet yang diolah tanpa bahan kimia. Selain itu juga kandungan protein dan omega yang dikandung oleh lele biofloc bahkan bisa menyamai ikan Salmon.

“Banyak orang berpikiran kalau lele itu jorok. Kalau ternak sistem biofloc ini kami jamin bersih. Bahkan yang tadi tidak suka lele kalau makan lele bioflocjadi suka,” pungkasnya.

Sumber: BeritaSatu.com

PT Pupuk Kaltim Gelar Bimtek Cara Budidaya Ikan yang Baik

pt-pupuk-kaltim-gelar-bimtek-cara-budidaya-ikan-yang-baikPROKAL.CO, BONTANG –PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) kembali melakukan kegiatan pengembangan kapasitas kemasyarakatan. Salah satunya melalui program bimbingan teknis (bimtek) cara budidaya ikan yang baik (CBIB) dan uji sertifikasi kompetensi nelayan binaan creating shared valuekeramba jaring apung (CSV KJA) PT Pupuk Kaltim. Bimtek tersebut dibuka dan mulai dilaksanakan di Gedung Diklat Pupuk Kaltim,Rabu (13/12) kemarin.

Turut hadir dalam pembukaan tersebut General Manager Umum Pupuk Kaltim Nur Sahid mewakili Manajemen Pupuk Kaltim, Ketua CSV Pupuk Kaltim Sri Djuwani Ekowati, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang Aji Erlinawati, Ketua Koperasi Nelayan Bontang Eta Maritim (Kopnel BEM) dan nelayan binaan CSV KJA yang mengikuti Bimtek tersebut. Kegiatan tersebut diisi oleh narasumber dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Gani Asri dan Fikih Zlend.

Bimtek dan Uji Sertifikasi Kompetensi tersebut dilaksanakan selama 8 hari, yaitu dari tanggal 13 sampai dengan 20 Desember 2017, dan diikuti oleh 30 orang yang berasal dari Kopnel BEM sebanyak 28 orang dan 2 orang dari DKP3 Bontang. Melalui Bimtek tersebut, Pupuk Kaltim berupaya agar setiap nelayan dapat memiliki sertifikat kompetensi untuk budidaya ikan di KJA. Sehingga hasil dari budidaya KJA dapat laku dan dikenal di pasaran, baik di dalam maupun di luar negeri.

General Manager Umum Pupuk Kaltim Nur Sahid dalam sambutannya menjelaskan, di akhir kegiatan akan dibagi menjadi 3 kompetensi, yaitu penebaran bibit, pemeliharaan keramba jaring apung, dan kualitas air. Dalam kesempatan tersebut dia mengucapkan terima kasih kepada narasumber yang bersedia hadir dan berbagi ilmu serta wawasan kepada nelayan Bontang, dan juga berterima kasih kepada pemerintah kota dan masyarakat Bontang yang selama ini telah ikut menciptakan suasana kondusif sehingga kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Hari Senin (18/12) minggu depan akan ada pengumuman Proper, saya mewakili jajaran Direksi, Manajemen, dan Keluarga Besar Pupuk Kaltim memohon doa serta dukungan dari Pemkot serta masyarakat kota Bontang agar Pupuk Kaltim meraih Proper Emas pada tahun ini, serta ke depannya Pupuk Kaltim dapat beroperasi dengan baik dan lancar serta dapat mengembangkan perusahan menjadi lebih besar lagi sehingga dapat memberikan manfaat yang lebihi besar lagi kepada masyarakat buffer zone, masyarakat Bontang, dan Bangsa Indonesia,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala DKP3 Kota Bontang Aji Erlinawati berterima kasih kepada Pupuk Kaltim atas supportnya untuk perkembangan sektor perikanan di Bontang melalui pelatihan, pembinaan, dan pemberian bantuan. “Kami dari DKP3 selalu membuka kesempatan bekerja sama dengan semua pihak untuk memajukan sektor perikanan di Bontang, semoga kegiatan kita beberapa hari ke depan ini akan membawa berkah yang besar untuk kita semua,” ucapnya.(*/rdy/ adv) Sumber : Bontang post

Artikel Menarik Lainnya :

Manfaatkan Kolam Kecil, Subari Raup Untung Dengan Budidaya Nila di Balikpapan

Selain dapat menambah pendapatan, memiliki kolam ikan bisa menghilangkan kejenuhan, hasilnya pun cukup lumayan untuk menambah penghasilan. Hal tersebut dirasakan oleh Subari, Ketua RT 10 Kelurahan Prapatan,...

Pentingnya Menjaga Kualitas Ikan Nila Unggulan

Pembenihan ikan nila secara sembarangan akan mengakibatkan penurunan performa dan kualitas benih ikan nila itu yang dihasilkan, hal ini menyebabkan kerugian bagi pembudidaya ikan nila dan semakin...

Meski Harga Jual Fluktuatif, Budidaya Lele Tetap Prospektif

Keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan ikan lele membuat pasar ikan lele mengalami pasang surut sepanjang tahun 2015 lalu, akibatnya harga jual ikan lele menjadi naik turun. Hal...

Budidaya Gurame – Bisnis Rumahan Yang Menguntungkan Di Pedesaan

Bisnis di daerah pedesaan saat ini masih dianggap hal yang sulit untuk dikembangkan, dan masih dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Padahal, sebenarnya sangat banyak segmen usaha...