Aziz meraup untung hingga 20jt hasil dari budidaya ikan gabus

Mar 26, 2018
Aziz meraup untung hingga 20jt hasil dari budidaya ikan gabus

haruan1_gimll7

Banjarhits.id Banjarmasin – Tiga kolam masing-masing berukuran 8×12 meter itu menyesaki pekarangan depan sebuah rumah di lingkungan RT 6 Jalan Sungai Lulut Dalam, Kota Banjarmasin. Ratusan ekor ikan kecipak-kecipak di dalam kolam berair tawar ini. Si tuan rumah, Aziz, menyulap sebidang halaman rumahnya menjadi kolam budidaya ikan haruan.

Pamor ikan haruan memang sangat popular di Kota Banjarmasin dan Provinsi Kalimantan Selatan. Ada anggapan, berkunjung ke Kota Banjarmasin wajib mencicipi kuliner ikan haruan atau ikan gabus alias ikan kutuk dalam sebutan orang Jawa. Sebagian menamakan ikan haruan dengan julukan snake fish karena bentuknya mirip ular.

images (7)

Dimasak apapun, daging ikan haruan tetap gurih. Tapi, Anda patut waspada karena daging ikan haruan menyimpan duri cukup banyak. Karena ikan haruan hidup di sungai, khususnya lahan berawa, makanya ikan haruan banyak dijumpai perairan di Kota Banjarmasin dan daerah lain di Kalsel.
Lewat budidaya ikan haruan, Aziz mengaku mendapat keuntungan lumayan. Menurut Aziz, usaha ikan gabus yang dilakoninya sejak 4 tahun lalu sebagai usaha sampingan. “Kami mengandalkan lahan depan rumah ukuran sebesar 8×12 untuk dijadikan kolam ikan haruan, hasilnya lumayan setiap kali panen dengan masa tujuh bulan. Mampu meraup keuntungan bersih sebesar Rp15 – Rp 20 juta, lumayan,” kata Aziz, Minggu (25/03/2017).
Aziz berbudidaya ikan haruan karena tergiur keuntungannya. Kini, dia menambah dua kolam lagi dengan ukuran sama 8×12 untuk diisi ikan haruan. Aziz bersama adiknya tekun berbudidaya ikan haruan. Menurut dia, budidaya ikan haruan mendatangkan keuntungan lumayan karena permintaannya banyak.
Ia melego ikan haruaan tergantung bobotnya. Untuk ukuran kecil Rp 20 ribu, ukuran sedang Rp 30 ribu, dan ukuran besar dipatok rata-rata Rp 45 ribu. “Itu harga di tingkat petambak, kalau dijual lagi ke pasar harganya tentu bisa tinggi. Apalagi ikan haruan semakin sulit dicari di pasaran,” kata pria yang merangkap kuli bangunan itu.
Peluang bisnis ikan haruan, kata dia, sangat terbuka lebar mengingat manfaatnya dan ikan kegemaran warga Banjar. Selain ikan haruan, Aziz mulai merintis berbudidaya ikan papayu. (Anang Fadhilah 

Fuad Amarullah DPRD Mesuji ajak masyarakat manfaatkan lahan pekarangan untuk budidaya ikan

Mar 22, 2018
Fuad Amarullah DPRD Mesuji ajak masyarakat manfaatkan lahan pekarangan untuk budidaya ikan

Screenshot_2018-03-22-00-38-49-402_com.android.chrome


Kupastuntas.co – ketua DPRD Mesuji, Fuad Amarullah kunjungi kelompok masyarakat budidaya aneka ikan Desa Tri Karya Mulya, kecamatan Tanjung Raya Mesuji Lampung Rabu 21 Maret 2018.

Fuad menceritakan masyarakat Desa trikarya Mulya mengolah tanah pekarangan rumah menjadi tempat budidaya ikan berupa ikan lele patin gurame Nila bawal graskap bahkan ikan hias” desa trikarya Mulya punya Potensi perikanan

Selain pekarangan, lanjut Fuad”masyarakat juga melakukan eksperimen dengan memanfaatkan kolam karet untuk budidaya ikan lele, demi berinovasi mereka nekat walaupun harus uji laboratorium dahulu Apakah ikan yang dibesarkan di kolam karet bisa dikonsumsi atau tidak.

Menurutnya, yang perlu diperhatikan adalah semangat mereka untuk memanfaatkan lahan sekitar rumah adalah suatu hal yang menarik. Kekompakan mereka mesti kita support (dukung red) seru ketua DPRD Mesuji Partai Nasdem inibudidaya ikan gurame di kolam semen

Dari laporan masyarakat, kata Fuad” bahwa sudah ada bantuan dari Disnakertrans Mesuji namun masyarakat masih memerlukan pembinaan lebih lanjut. Dia berharap dinas terkait dapat lebih fokus lagi untuk melakukan pembinaan dan pelatihan pelatihan, seperti pemijahan dan pemasaran”karena selama ini bibit ikan kecil didapat dari luar Mesuji seperti daerah Jawa. semoga masyarakat segera diajarkan secara mandiri.

Sekretariat Disnakertrans Mesuji, Arif Arianto” saat dihubungi kupastuntas.co menyatakan masyarakat Desa trikarya Mulya sudah mendapatkan bantuan dari Kementerian tenaga kerja RI melalui program tenaga kerja Mandiri.

Iya Pun mengaku siap melaksanakan pendampingan’ pendampingan tetap kami laksanakan terus bersama Dinas Perikanan, Bahkan dalam waktu ini kami akan melatih kelompok masyarakat tersebut untuk membuat pakan ikan Mandiri .ke depannya Desa trikarya Mulya akan kita jadikan sentra perikanan di Kabupaten Mesuji provinsi Lampung “jelas Arif

(Gusti)

Tingkatkan hasil budidaya ikan dengan Manfaatkan limbah sawit sebagai pakan alternatif

Mar 21, 2018
Tingkatkan hasil budidaya ikan dengan Manfaatkan limbah sawit sebagai pakan alternatif

images (4)

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta –

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) siap mengoptimalkan pemanfaatan limbah sawit untuk bahan baku pakan ikan, guna mengurangi impor tepung ikan yang selama ini dinilai cukup tinggi.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto di Jakarta, Rabu (21/3/2018) mengatakan, mulai tingginya minat penggunaan pakan ikan mandiri menuntut pemenuhan kebutuhan bahan baku pakan secara kontinyu.

“Kondisi ini masih menjadi tantangan para pelaku usaha pakan mandiri di beberapa daerah,” katanya saat menyampaikan hasil kunjungan kerjanya di Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (20/3) lalu.

Slamet mengakui pada beberapa daerah masih ada kendala dalam penyediaan alternatif bahan baku pakan yang efisien, namun hal itu bukan karena bahan baku yang langka, tapi lebih belum optimalnya sistem logistik pakan, utamanya konektivitas dari sumber bahan baku ke unit usaha pakan mandiri.
unnamed
Jalan keluarnya, menurut dia, mempermudah akses sumber bahan baku dengan koperasi induk pakan mandiri yang ada di daerah melaui kemitraan.

Ini penting, apalagi, menurutnya, ikan yang dibudidayakan sudah sangat adaptif terhadap pakan mandiri.

“Oleh karenanya, penggunaan bahan protein nabati menjadi alternatif untuk mengurangi porsi penggunaan tepung ikan,” katanya.

Salah satu upaya mengurangi porsi penggunaan tepung ikan tersebut, yakni dengan memanfaatkan bungkil kelapa sawit (palm karnel meal/PKM) dimana di Propinsi Riau ketersediaannya sangat melimpah.

Bungkil sawit merupakan produk sampingan dari pembuatan minyak kelapa sawit yang mana ketersediaannya di dalam negeri sangat melimpah, bahkan 94 persen PKM yang diproduksi justru diekspor.

Slamet menilai kondisi ini menjadi peluang besar untuk memanfaatkan PKM ini sebagai bahan baku pakan ikan.

“Bayangkan kita produsen PKM sawit terbesar, artinya suplai sangat melimpah,” katanya.

Sementara itu, tambahnya, berbagai hasil kajian menunjukkan bahwa PKM sangat potensial untuk bahan baku pakan, bahkan bisa diberikan langsung sebagai salah satu bahan baku pakan, tanpa harus dibuat maggot dulu.

Slamet juga menambahkan bahwa protein dari PKM dapat mengurangi penggunaan protein dari tepung ikan, sehingga harga pakan akan menjadi lebih murah.

Ia juga meminta kepala daerah untuk memfasilitasi kerja sama antara pabrik pengolah sawit dengan koperasi pakan mandiri dalam hal pemanfaatan PKM kelapa sawit melalui program corporate social responsibility (CSR).

Pada kesempatan itu Dirjen mengatakan, Riau merupakan sentra ikan patin nasional, sehingga akan dijadikan percontohan nasional pemanfaatan sumber protein nabati, khususnya PKM sawit.

Di Riau saat ini ada sekitar 48 pabrik industri pengolah sawit, dimana ada sekitar tiga perusahaan yang mengolah PKM sawit. “Kalau 10-20 persen bisa dialokasikan melalui CSR, bisa lebih dari cukup untuk menyuplai kebutuhan pakan mandiri yang ada dan tidak menutup kemungkinan bisa disuplai ke luar Riau,” katanya.

Ketua Asosiasi Pakan Mandiri Nasional, Syafruddin mengakui penggunaan bungkil kelapa sawit telah menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan protein nabati dalam pakan mandiri.

Penggunaan bungkil sawit dalam pakan ikan berkisar antara 8-10 persen, tambahnya, keuntungan lain memanfaatkan bahan baku ini yakni adanya tambahan kandungan lemak hingga 10 persen, sehingga diharapkan dapat meningkatkan performa pertumbuhan ikan.

“Di Kabupaten Kampar ada lebih dari 300 pelaku pakan mandiri, dari semuanya dibutuhkam sedikitnya 33 ton bungkil sawit per hari,” ujarnya.

Saat ini kebutuhan PKM sawit untuk bahan baku pakan ikan di wilayah tersebut masih disuplai melalui kerjasama dengan Sinar Mas Group yaitu PT Rama-Rama.

PicsArt_03-20-01.12.14

Terima kasih telah membaca berita tentang limbah kelapa sawit sebagai pakan alternatif, sedikit memberikan masukan terkait dengan limbah kelapa sawit yang sering kita jumpai di Sumatera Kalimantan dan Sulawesi seperti jambi-pekanbaru Madang Lampung Palembang Medan Pontianak Banjarmasin Makassar dll. Limbah kelapa sawit ini sangat cocok untuk pakan alternatif ikan seperti ikan nila, ikan lele, ikan gurami, ikan bawal, ikan patin, ikan graskap, ikan mas, dsb. Dengan mengaplikasikan limbah sawit sebagai pakan alternatif untuk meningkatkan hasil produksi budidaya pembesaran dan dapat menekan biaya pakan pabrikan hingga 60%. semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kita semua

Artikel Menarik Lainnya :

Meraup Jutaan Rupiah Dengan Budidaya Ikan Bawal

Budidaya ikan bawal menjadi pilihan banyak petani karena pemeliharaan yang mudah, cepat besar dan mudah dipasarkan dan menjanjikan banyak keuntungan karena ikan bawal merupakan jenis ikan yang...

Siswa SD Sukses Kembangkan Budidaya Ikan Lele

Budidaya ikan lele tidak hanya terbatas untuk kalangan orang dewasa yang hanya bergelut di dunia perikanan saja, para siswa SD pun kini telah banyak belajar untuk melakukan...

Gunakan Rumput Azolla, Petani Lele Palu Menghemat 40 Persen Biaya Produksi

Untuk menekan biaya produksi ikan lele, seorang pembudidaya lele di Kota Palu menggunakan tumbuhan yang hidup mengapung di air jenis azolla (azolla microphylla) sebagai pakan utama ikan...

Harga Daging Mahal, Warga Beralih Ke Ikan Tawar

Belakangan ini permintaan akan ikan air tawar konsumsi mengingkat tajam di wilayah Yogyakarta. Mahalnya harga daging sapi dan ayam membuat banyak warga di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta,...