Pt.Freeport Dukung Budidaya Ikan Nila, lele, emas, gurami, graskap di Papua

Dec 31, 2017
Pt.Freeport Dukung Budidaya Ikan Nila, lele, emas, gurami, graskap di Papua

PicsArt_12-31-04.39.24

PT Freeport Indonesia mendukung pengembangan budidaya ikan nilai dengan keramba jaring apung yang dilakukan masyarakat suku Kamoro di Timika, Papua. Dukungan ini dilakukan melalui Departemen Community Economic Development (CED).

Dari hasil uji coba, pada minggu pertama November 2017 berhasil dipanen untuk yang pertama kalinya. Panen dilakukan setelah selama 4 bulan dilakukan pemeliharaan.

Group Leader Lowland-ComDev PT Freeport Indonesia Moroisa Tirajoh menuturkan, pembudidayaan ini merupakan uji coba yang kedua. Kegiatan menebar bibit ikan dilakukan pada bulan Juni 2017.

Adapun jenis bibit yang ditebar adalah benih ikan nila, lele dan ikan mas. Pihaknya berharap, program yang dijalankan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan mendorong perekonomian lokal.

“Kami juga melakukan pendampingan kepada masyarakat, tetapi karena masyarakat yang mengelola juga punya banyak kegiatan lainnya sehingga keterlibatan masyarakat belum terlalu maksimal,” ujar Moroisa dalam pernyataan resmi, Jumat (10/11/2017).

Sementara itu, tokoh pemuda Leonardus Tumuka mengatakan, kegiatan budidaya ini diyakini bisa bermanfaat secara ekonomi ke depannya.

“Dengan adanya hal ini masyarakat juga bisa memperoleh ilmu terkait dengan tata cara budidaya, kemudian bisa melihat prosesnya, disertai dengan pendampingan yang dilakukan,” ungkap Leonardus.

Dirinya juga berharap jika program ini terus didukung hingga lebih besar skalanya, maka manfaat ekonominya bisa lebih besar pula dirasakan oleh masyarakat yang lebih banyak.

Keterlibatan peran Pemerintah Daerah sangat diharapkan dalam proses pemberdayaan dan pengembangan potensi ekonomi masyarakat.

Dari hasil uji coba yang dilakukan, budidaya ikan dengan keramba jaring apung ini memiliki beberapa kelebihan, yaitu mudah dalam proses penyortiran, mudah dalam proses panen, aman dari predator atau  pemangsa lain, lebih aman dari penyakit, serta aman dari banjir. Sumber : kompas.com

Artikel Menarik Lainnya :

Kebutuhan Fillet Ikan Patin Dalam Negri Masih Kurang Pasokan

Dari kebutuhan fillet ikan patin dalam negri yang diperkirakan mencapai 700 ton per bulan, saat iki hanya dapat dipasok sebanyak 200 ton per bulan saja dari tujuh...

Budidaya Lele Dengan Sistem Tumpang Sari Untuk Siasati Lahan Sempit

Keterbatasan lahan budidaya ikan lele, khususnya di daerah padat penduduk tidak menyurutkan niat para pembudidaya untuk tetap berternak ikan lele. Sejumlah petani lele di kawasan Bandung selatan...

Johan Yuniarto – Sukses Berubah Dari Orang Kantoran Menjadi Pengusaha Abon Ikan

Seorang yang jeli dalam melihat peluang yang ada, akan membentuk jiwa wirausaha yang sukses dan berhasil. Seperti yang oleh Johan Yuniarto, pemilik dari usaha pembuatan abon ikan...

Pengusaha Budidaya Ikan Air Tawar di Langkat – Sumatra Utara Meningkat Tajam

Budidaya ikan air tawar di sumatra utara kian populer, khususnya di Kabupaten Langkat – Sumatra Utara. Perkembangan ini diimbangi dengan meningkatnya sumber daya manusia (SDM) di dunia...