Budidaya udang galah kolam terpal

Feb 07, 2019
Budidaya udang galah kolam terpal

images (5)

Harga konsumsi udang galah saat ini tembus di Kisaran Rp.125000 /kg di tingkat petani. Hal ini yang membuat para petani perikanan beralih untuk berbudidaya dan mengembangkan teknologi baru cara budidaya udang galah di kolam terpal. Permintaan akan konsumsi udang galah di pasaran sangat menjanjikan hal ini di karenakan kelangkaan barang yang membuat harga konsumsi udang galah melambung tinggi bisa kita Contohkan untuk daerah seperti Tarakan Balikpapan Samarinda Berau Banjarmasin Pontianak Pekanbaru Batam Pangkalpinang Palembang Medan dan Makassar sampai saat ini permintaan barang di pasaran belum bisa terpenuhi.

Sebenarnya budidaya udang galah di kolam terpal tidaklah terlalu sulit hanya dengan 5 bulan udang sudah bisa dipanen atau dipasarkan. Langkah pertama yang perlu disiapkan adalah mempersiapkan media budidaya. Berikut ini kita akan informasikan urutan media setandar hidup budidaya udang galah di kolam terpal.

FB_IMG_1549479668076

• Kolam terpal bulat diameter 3 meter dengan ketinggian dinding 1½ meter

• Kepadatan 1000 ekor untuk kolam bulat diameter 3 meter

• Jaring karamba hitam lebar 1 meter panjang 5/6 meter untuk selter atau mengurangi tingkat kanibal

• Aerator dan blower untuk pasokan oksigen terlalurt dan sirkulasi air

FB_IMG_1549479760292

FB_IMG_1549479934650

1. Jika pemasangan kolam sudah selesai langkah selanjutnya adalah mengisi air dengan ketinggian 1 M setelah itu jaring karamba hitam dimasukkan ke dalam kolam, usahakan setiap 1 M dikasih pemberat di salah satu Sisinya agar sebagian tenggelam dan sebagian mengapung di tengah² kolam.

2. Setelah langkah nomor 1 sudah selesai diamkan air kolam Kurang lebih 3 hari sebelum benih ditabur di dalam kolam untuk hasil yang lebih bagus bisa memakai probiotik untuk menjadikan air kolam.

3. Jika kolam sudah berumur 3 hari dan sudah diberikan probiotik menurut tanggal lahir siap di tabur di dalam kolam

4. Untuk pemberian pakan bisa satu hari 3 kali setiap 8 jam sekali dengan memberikan pakan ikan tenggelam atau biasa disebut pakan BR khusus ikan atau udang, bisa juga di beri tepung jagung yg sudah dikukus / di fermentasi

5. Pengontrolan kwalitas air sebaiknya di lakukan 1 minggu sekali dengan mebuang 30% air kolam dan menganti dengan air kolam yg baru dengan kapasitas volume yg sama.

 

Hasil panen :

Untuk hasil panen yang bagus tiap 1.000 ekor benih udang galah biasa menghasilkan rata – rata panen antara 20 s/d 30 kg . Bisa kalian bayangkan dengan benih 1.000 ekor bisa menghasilkan uang Rp.2.500.000 sampai 3.750.000 hasil kotor. Udang galah sebenarnya bisa memberikan keuntungan yang sangat besar karena dari segi pakan bisa kita berikan pakan alternatif seperti tepung jagung yang sudah di kukus/difeentasi.

 

Petani Dapat Tambahan Penghasilan Rp22 Juta dari budidaya ikan nila nirwana

Feb 03, 2019
Petani Dapat Tambahan Penghasilan Rp22 Juta dari budidaya ikan nila nirwana

untitled1

SUKOHARJO – Petani di Desa Geneng, Gatak dan Desa Dalangan, Tawangsari, Sukoharjo, mengembangkan sistem mina padi. Luas sawah yang menerapkan sistem mina padi di dua desa itu mencapai 17 hektare.

Di Desa Geneng, Gatak ada sawah mina padi seluas lima hektare dan Desa Dalangan, Tawangsari seluas 12 hektare. Para petani tak hanya menggarap sawah melainkan membudidayakam ikan di lahan pertanian dengan menerapkan konsep mina padi atau combined and integrated farming.

”Surplus produksi padi enam kuintal per hektare saat panen. Ini belum hasil panen ikan nila yang dibudi daya di pinggir sawah,” kata Ketua Kelompok Tani Geneng Sari II, Sahir, saat berbincang dengan Solopos.com, Sabtu (26/1/2019).

Penerapan konsep mina padi sangat menguntungkan para petani. Mereka tak hanya memanen padi melainkan ikan sehingga mempunyai penghasilan tambahan. Para petani menebar benih ikan nila saat awal masa tanam padi. Benih ikan nila itu dibudi daya selama hampir tiga bulan.

Setelah ikan berumur tiga bulan lantas dijual ke petani ikan air tawar di wilayah Soloraya. Satu hektare sawah mampu menghasilkan sekitar satu ton ikan. “Penghasilan petani berlipat ganda dengan budi daya ikan di sawah. Namun, kami harus sering melakukan ronda malam untuk mengantisipasi serangan linsang yang mengincar ikan nila,” ujar Sahir.

Ikan-Mujair

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Netty Harjianti, mengatakan lahan pertanian yang menerapkan konsep mina padi pada 2018 seluas 18 hektare. Kini, lahan pertanian mina padi ditambah menjadi 37 hektare pada tahun ini. Netty mendorong agar para petani di desa lainnya juga menerapkan konsep mina padi yang berimplikasi positif terhadap produktivitas padi dan ikan. ”Satu hektare lahan pertanian mina padi mampu menghasilkan 8,726 ton. Sementara hasil panen ikan mencapai 1,1 ton per hektare,” kata dia.

Sejak 1970 

Di Indonesia, mina padi mulai dikembangkan sebagai salah satu sistem budi daya ikan pada 1970-an. Namun sejatinya, sistem mina padi sudah dikenal masyarakat khususnya di Jawa Barat seperti Ciamis sejak 1860.

Pada 2016, sistem mina padi mampu menambah penghasilan petani hingga US$1.700 atau setara Rp22 juta per hektare per musim tanam. Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto menyatakan mina padi merupakan cara yang efektif untuk sinergitas keberlanjutan usaha pertanian dan perikanan serta meningkatkan kesejahteraan dan mewujudkan kedaulatan pangan.

”Prospek mina padi di Indonesia juga masih cukup besar, sebab dari sekitar 8,08 juta hektare lahan tanaman padi di Indonesia, yang baru menggunakan sistem mina padi hanya 142.122 hektare atau hanya sekitar 1,76 persen,” tambah dia sebagaimana dikutip Solopos.com dari laman kkp.go.id, Senin (28/1/2019 . Sumber : solopost.com

BUDIDAYA PERIKANAN’ bungkil kelapa sawit sebagi pakan alternatif penganti tepung ikan

Mar 26, 2018
BUDIDAYA PERIKANAN' bungkil kelapa sawit sebagi pakan alternatif penganti tepung ikan

images (8)

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Pakan Mandiri mengusulkan agar pabrik pengolah sawit mengalokasikan 10% produksi bungkil kelapa sawit untuk bahan baku pakan ikan mandiri sehingga mengurangi ketergantungan pada tepung ikan.

Ketua Asosiasi Pakan Mandiri Nasional Syafruddin mengatakan penggunaan bungkil sawit atau palm kernel meal (PKM) sudah menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan protein nabati pakan mandiri, meskipun belum massif. Menurut dia, protein nabati yang terkandung dalam PKM berkisar 8%-10%. PKM juga mengandung lemak hingga 10% sehingga diharapkan dapat meningkatkan performa pertumbuhan ikan.

“Kami berharap pemerintah bisa mengeluarkan semacam aturan kepada seluruh perusahaan pengolah sawit, baik BUMN, BUMD, maupun swasta, untuk mengalokasikan 10% produksi PKM bagi kebutuhan bahan baku pakan ikan di Riau,” kata Syafruddin saat dihubungi, Minggu (25/3/2018). Dia memberi contoh, di Kampar, Riau, terdapat 300 pelaku usaha pakan mandiri yang membutuhkan bungkil sawit setidaknya 33 ton. Sejauh ini, pasokan diperoleh dari PT Rama-Rama (Sinar Mas Group).

Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto mengatakan bungkil yang telah difermentasi dapat mengurangi kebutuhan protein dari tepung ikan sehingga biaya pembuatan pakan menjadi lebih murah.

Sayangnya, meskipun produksi bungkil sawit di dalam negeri melimpah, 94% di antaranya diekspor. Dengan demikian, peluang untuk memanfaatkan PKM sebagai bahan baku pakan ikan cukup besar.

Dia berharap kepala daerah yang wilayahnya menjadi sentra pengolahan sawit memfasilitasi kerja sama antara pabrik kelapa sawit (PKS) dengan koperasi pakan mandiri dalam hal pemanfaatan PKM, misalnya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

PT Pupuk Kaltim Gelar Bimtek Cara Budidaya Ikan yang Baik

pt-pupuk-kaltim-gelar-bimtek-cara-budidaya-ikan-yang-baikPROKAL.CO, BONTANG –PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) kembali melakukan kegiatan pengembangan kapasitas kemasyarakatan. Salah satunya melalui program bimbingan teknis (bimtek) cara budidaya ikan yang baik (CBIB) dan uji sertifikasi kompetensi nelayan binaan creating shared valuekeramba jaring apung (CSV KJA) PT Pupuk Kaltim. Bimtek tersebut dibuka dan mulai dilaksanakan di Gedung Diklat Pupuk Kaltim,Rabu (13/12) kemarin.

Turut hadir dalam pembukaan tersebut General Manager Umum Pupuk Kaltim Nur Sahid mewakili Manajemen Pupuk Kaltim, Ketua CSV Pupuk Kaltim Sri Djuwani Ekowati, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang Aji Erlinawati, Ketua Koperasi Nelayan Bontang Eta Maritim (Kopnel BEM) dan nelayan binaan CSV KJA yang mengikuti Bimtek tersebut. Kegiatan tersebut diisi oleh narasumber dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Gani Asri dan Fikih Zlend.

Bimtek dan Uji Sertifikasi Kompetensi tersebut dilaksanakan selama 8 hari, yaitu dari tanggal 13 sampai dengan 20 Desember 2017, dan diikuti oleh 30 orang yang berasal dari Kopnel BEM sebanyak 28 orang dan 2 orang dari DKP3 Bontang. Melalui Bimtek tersebut, Pupuk Kaltim berupaya agar setiap nelayan dapat memiliki sertifikat kompetensi untuk budidaya ikan di KJA. Sehingga hasil dari budidaya KJA dapat laku dan dikenal di pasaran, baik di dalam maupun di luar negeri.

General Manager Umum Pupuk Kaltim Nur Sahid dalam sambutannya menjelaskan, di akhir kegiatan akan dibagi menjadi 3 kompetensi, yaitu penebaran bibit, pemeliharaan keramba jaring apung, dan kualitas air. Dalam kesempatan tersebut dia mengucapkan terima kasih kepada narasumber yang bersedia hadir dan berbagi ilmu serta wawasan kepada nelayan Bontang, dan juga berterima kasih kepada pemerintah kota dan masyarakat Bontang yang selama ini telah ikut menciptakan suasana kondusif sehingga kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Hari Senin (18/12) minggu depan akan ada pengumuman Proper, saya mewakili jajaran Direksi, Manajemen, dan Keluarga Besar Pupuk Kaltim memohon doa serta dukungan dari Pemkot serta masyarakat kota Bontang agar Pupuk Kaltim meraih Proper Emas pada tahun ini, serta ke depannya Pupuk Kaltim dapat beroperasi dengan baik dan lancar serta dapat mengembangkan perusahan menjadi lebih besar lagi sehingga dapat memberikan manfaat yang lebihi besar lagi kepada masyarakat buffer zone, masyarakat Bontang, dan Bangsa Indonesia,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala DKP3 Kota Bontang Aji Erlinawati berterima kasih kepada Pupuk Kaltim atas supportnya untuk perkembangan sektor perikanan di Bontang melalui pelatihan, pembinaan, dan pemberian bantuan. “Kami dari DKP3 selalu membuka kesempatan bekerja sama dengan semua pihak untuk memajukan sektor perikanan di Bontang, semoga kegiatan kita beberapa hari ke depan ini akan membawa berkah yang besar untuk kita semua,” ucapnya.(*/rdy/ adv) Sumber : Bontang post

Artikel Menarik Lainnya :

Pegawai Kecamatan Melakukan Usaha Budidaya Ikan Lele di Kantornya

Budidaya ikan lele saat ini tidak hanya dilakukan oleh masyarakat umum saja yang memiliki lahan yang luas, akan tetapi juga bisa dilakukan diruang-ruang sempit yang tidak terpakai....

Hal-hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Budidaya Ikan Lele

Ikan lele menjadi salah satu komoditas penjualan yang tinggi, sehingga sekarang ini banyak orang yang melakukan budidaya ikan lele. Keunggulan dari budidaya ikan lele adalah selain mendapatkn...

Tinggalkan PNS, Purnani Sukses Tekuni Bisnis Budidaya Ikan

Berkecimpung di dunia budidaya ikan adalah jalan hidup pilihan Purnani, dan ia sukses dengan usahanya itu. Menyelami bidang perikanan dilakukan wanita yang lahir di Yogyakarta pada 27...

Inovasi Tulang Lele Jadi Keripik Bergizi Dari Mahasiswa UNY

Tulang ikan lele yang selama ini hanya dianggap sebagai limbah makanan, ternyata dapat dikreasikan menjadi hidangan yang nikmat dan bergizi. Di tangan, mahasiswa Pendidikan Teknik Boga Fakultas...