Petani Dapat Tambahan Penghasilan Rp22 Juta dari budidaya ikan nila nirwana

Feb 03, 2019
Petani Dapat Tambahan Penghasilan Rp22 Juta dari budidaya ikan nila nirwana

untitled1

SUKOHARJO – Petani di Desa Geneng, Gatak dan Desa Dalangan, Tawangsari, Sukoharjo, mengembangkan sistem mina padi. Luas sawah yang menerapkan sistem mina padi di dua desa itu mencapai 17 hektare.

Di Desa Geneng, Gatak ada sawah mina padi seluas lima hektare dan Desa Dalangan, Tawangsari seluas 12 hektare. Para petani tak hanya menggarap sawah melainkan membudidayakam ikan di lahan pertanian dengan menerapkan konsep mina padi atau combined and integrated farming.

”Surplus produksi padi enam kuintal per hektare saat panen. Ini belum hasil panen ikan nila yang dibudi daya di pinggir sawah,” kata Ketua Kelompok Tani Geneng Sari II, Sahir, saat berbincang dengan Solopos.com, Sabtu (26/1/2019).

Penerapan konsep mina padi sangat menguntungkan para petani. Mereka tak hanya memanen padi melainkan ikan sehingga mempunyai penghasilan tambahan. Para petani menebar benih ikan nila saat awal masa tanam padi. Benih ikan nila itu dibudi daya selama hampir tiga bulan.

Setelah ikan berumur tiga bulan lantas dijual ke petani ikan air tawar di wilayah Soloraya. Satu hektare sawah mampu menghasilkan sekitar satu ton ikan. “Penghasilan petani berlipat ganda dengan budi daya ikan di sawah. Namun, kami harus sering melakukan ronda malam untuk mengantisipasi serangan linsang yang mengincar ikan nila,” ujar Sahir.

Ikan-Mujair

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Netty Harjianti, mengatakan lahan pertanian yang menerapkan konsep mina padi pada 2018 seluas 18 hektare. Kini, lahan pertanian mina padi ditambah menjadi 37 hektare pada tahun ini. Netty mendorong agar para petani di desa lainnya juga menerapkan konsep mina padi yang berimplikasi positif terhadap produktivitas padi dan ikan. ”Satu hektare lahan pertanian mina padi mampu menghasilkan 8,726 ton. Sementara hasil panen ikan mencapai 1,1 ton per hektare,” kata dia.

Sejak 1970 

Di Indonesia, mina padi mulai dikembangkan sebagai salah satu sistem budi daya ikan pada 1970-an. Namun sejatinya, sistem mina padi sudah dikenal masyarakat khususnya di Jawa Barat seperti Ciamis sejak 1860.

Pada 2016, sistem mina padi mampu menambah penghasilan petani hingga US$1.700 atau setara Rp22 juta per hektare per musim tanam. Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto menyatakan mina padi merupakan cara yang efektif untuk sinergitas keberlanjutan usaha pertanian dan perikanan serta meningkatkan kesejahteraan dan mewujudkan kedaulatan pangan.

”Prospek mina padi di Indonesia juga masih cukup besar, sebab dari sekitar 8,08 juta hektare lahan tanaman padi di Indonesia, yang baru menggunakan sistem mina padi hanya 142.122 hektare atau hanya sekitar 1,76 persen,” tambah dia sebagaimana dikutip Solopos.com dari laman kkp.go.id, Senin (28/1/2019 . Sumber : solopost.com

Budidaya Ikan Patin Cukup Menjanjikan untuk usaha sampingan

Apr 07, 2018
Budidaya Ikan Patin Cukup Menjanjikan untuk usaha sampingan

IMG-20180406-WA0078-1170x658

SERANG, INFODESAKU – Budidaya ikan Patin ternyata sangat menjanjikan, bagi siapapun yang ingin terjun ke bidang usaha perikanan. Membudidayakan ikan patin bisa dijadikan mata pencaharian yang serius maupun untuk usaha sampingan yang potensial.

Seperti yang dikatakan Khutbi Kepala Desa Umbul Tanjung kepada infodesaku usai memanen ikan patin miliknya, masyarakat dapat memanfaatkan lahan kosong untuk dijadikan kolam ikan, pemeliharaannya pun cukup mudah, ikan patin merupakan salah satu ikan yang dapat hidup di air yang tenang.

“Budidaya ikan patin yang dilakukan tahun ini sebanyak 15 kolam lahan tanah sawah dengan luas rata-rata 100 meter persegi. Ada ikan patin, ikan bawal, ikan gurame, dan ikan nila nirwana,” ujarnya.

Lanjut ia menjelasakan, ikan patin maupun ikan bawal dan gurame tidak harus memerlukan banyak pakan komersil. Ikan tersebut cukup dikasih pakan alami seperti daun daunan, daun talas, pepaya, singkong kulit tangkil dan sampah sayuran, dan sisa makanan dapur pun bisa dijadikan untuk pakan ikan tersebut.

“Ikan patin yang dipanen ini hanya memerlukan waktu 3 sampai 5 bulan, ketika menabur benih pada waktu itu se ukuran jari tangan sebanyak 5000 ekor dengan harga benih 500 rupiah per ekor. Meskipun dari hasil panen belum memuaskan keuntungannya, kami merasa senang dan akan terus belajar bagaimana supaya budidaya ikan air tawar ini bisa menjadikan usaha bagi masyarakat sekitar, kalau dihitung dari 5000 ekor itu panen bisa mencapai 700 kilogram dengan rata-rata 7 ekor perkilogram,” paparnya.

Ikan nila Citra lada masih menjadi unggulan

Mar 20, 2018
Ikan nila Citra lada masih menjadi unggulan
harga benih ikan nila
Nila Citralada
Nila citralada merupakan strain dari Thailand yang diintroduksi pada tahun 1989. Citralada merupakan salah satu strain ikan nila merah. Penampakan fisik ikan nila citralada secara umum hampir sama dengan ikan nila merah lainnya. Namun, nila citralada mempunyai warna tubuh lebih terang dan garis vertikal pada tubuh yang lebih jelas dibandingkan dengan strain nila merah lainnya. Selain itu, sirip ekor nya juga lebih panjang. strain citralada di negara-negara Asia Tenggara biasa digunakan sebagai subtitusi ikan kakap merah, khususnya nila citralada yang dihasilkan dari budi daya ditambak.
Dan ikan nila chitralada ini dalam budidayan masih menjadi unggulan oleh para petani pembesaran karena pertumbuhannya juga sangat cepat tak jarang para petani pembudidaya pembesaran selalu mengutamakan bibit jenis ikan nila ini serta harga bibit ikannya pun cukup terjangkau untuk kalangan para pembudidaya pembesaran ikan nila. Tidak sedikit para pembudidaya dari luar Jawa seperti Medan Padang Lampung Pekanbaru Batam Pontianak Banjarmasin Balikpapan Palembang Makassar Lombok manado-gorontalo hingga Papua sering mendatangkan bibit ikan jenis chitralada ini dengan jumlah permintaan yang sangat besar.

Ikan Nila VS Mujair, Serupa Tapi Tak Sama

Feb 02, 2015
Ikan Nila VS Mujair, Serupa Tapi Tak Sama

Banyak orang menganggap bahwa ikan nila sama dengan ikan mujair, dan ikan mujair sama dengan ikan nila. Memang juka dipandang sepintas tidak terlihat perbedaan yang ada pada ikan nila dan ikan mujair. Namun walaupun terlihat sama, ikan nila dan mujair adalah dua ikan yang berbeda. Jika kita perhatikan dengan teliti maka kita akan mengetahui dimana perbedaan antara kedua ikan tersebut.

Kisah Sukses Pemasok Ikan Air Tawar – Almaturidi

Tahun ini benar-benar menjadi tahun yang paling berkesan bagi Almaturidi, alumnus P4S Kubang Jaya. Dengan budidaya dan jual beli ikan nila, warga Dusun III Pulau Bayur Desa Padang Luas Kecamatan Tabang ini, bisa menyulap rumah papan reot miliknya, menjadi rumah beton seluas 70 meter persegi. Kemudian sepeda motor yang tadinya kredit, bisa segera dia lunasi.

Mengenal Ikan Nila Salin (Nila Srikandi) Yang Tahan di Air Asin

Sep 24, 2013
Mengenal Ikan Nila Salin (Nila Srikandi) Yang Tahan di Air Asin

Nila Salin: Ikan Nila Tahan Air Asin Hasil Rekayasa BPPT

Sebutan ”nila” pada ikan nila (Oreochromis niloticus) merujuk nama Sungai Nil di Afrika sebagai tempat asalnya, sekaligus menegaskan bahwa ikan itu berjenis ikan air tawar. Namun, para peneliti di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berhasil merekayasanya menjadi ikan tahan air asin.

Artikel Menarik Lainnya :

Potensi Alam dan Kebutuhan Masyarakat Akan Ikan Mas

Potensi lahan perikanan budidaya Indonesia cukup besar. Hal ini didukung oleh kondisi alam Indonesia yang mempunyai keragaman fisiografis yang menguntungkan untuk akuakultur. Suhu air wilayah tropis yang...

Jual Benih Ikan Air Tawar Di Manokwari – Papua Barat

Surya Mina adalah kelompok pembenihan dan pemasok benih ikan lele, gurame, bawal, nila, mas, graskap, dan patin yang siap mengirimkan benih ke Manokwari – Papua Barat. Telah...

11 desa di Bangka tengah menjadi tempat pembudidaya ikan air tawar

BANGKAPOS.COM -Wilayah Bangka Tengah (Bateng) saat ini cukup potensial untuk dijadikan tempat budidaya ikan khususnya air tawar. Pasalnya, saat ini tercatat sudah 11 desa yang menerapkan hal tersebut,...

Ikan Lele Menjadi Komoditas Primadona Bagi Pembudidaya Pemula

Saat ini, ikan lele dianggap sebagai komoditas primadona bagi kalangan pembudidaya pemula. Pasalnya, hanya dengan membutuhkan tempo 2,5 hingga 3 bulan, ikan air tawar ini mampu mendatangkan...