Jelang Natal Tahun Baru, Harga Ikan Naik tinggi

Dec 16, 2017
Jelang Natal Tahun Baru, Harga Ikan Naik tinggi

WARTA KOTA, CAKUNG — Jelang Nataldan Tahun Baru 2018 Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur sidak harga kebutuhan pokok di Pasar Klender SS, Jakarta Timur.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui harga kebutuhan pokok jelang akhir tahun yang sering kali mengalami kenaikan.

Giat sidak kali ini juga hadiri oleh wakil Walikota Jakarta Timur, M. Anwar, serta beberapa angota kepolisian dari Polsek Cakung.

Dari hasil sidak yang dilakukan beberapa kebutuhan bahan pokok mengalami kenaikan dari Rp. 5000 hingga Rp 10.000.

Anwar menyebutkan harga ikan naik lebih tinggi dari pada harga ayam maupun daging. Walaupun mengalami kenaikan ia menyebutkan harga tersebut masih tergolong wajar.

“Kalo kenaikannya segitu ya kalo untuk orang yang banyak uang pasti normal, tapi kalo tidak punya uang ya pasti merasakan sekali,” katanya.

Tentunya dengan adanya kenaikan ini pihaknya mengaku akan memonitoring apa penyebab kenaikan harga yang terjadi. Jikapun harga terus melambung tinggi pihaknya akan menekan harga pasar dengan mengelar operasi pasar.

Sementara itu Kepala Sudin KPKP, Agung Priambodo mengatakan operasi yang digelar adalah operasi terpadu. Dimana hal tersebut berkaitan dengan pangan strategis.

“Pangan strategis itu meliputi Daging, Telur, Bawang Merah, Bawang Putih, Beras, Kentang, dan beberapa jenis ikan, diantara yang kami awasi tadi memang mengalami kenaikan,” kata Agung.

Menurut Agung, beberapa bahan pokok seperti Daging mengalami kenaikan dari Rp. 1000 hingga Rp. 2000 perkilogramnya, telur mengalami kenaikak Rp. 500 hingga Rp. 1000.

“Nah kalo untuk komoditi pertanian kebanyakan naik antara Rp1000 sampai Rp. 5000 termasuk beras, yang paling tinggi justru ikan naik hingga Rp. 5000 hingga Rp. 10.0000,” jelasnya.

Menurut Agung walaupun mengalami kenaikan ia mengaku stok seluruhnya masih cukup hingga tahun baru mendatang, sehingga menurutnya belum dapat dilakukan operasi pasar.

“Kita akan pantau terus hingga tahun baru nanti, jika pun nanti terjadi stok berkurang kita akan teliti dulu, stok berkurang dari mana, sehingga tidak terjadi penimbunan,” katanya. (JOS).

Dinas Perikanan Lepas 18 Ribu Benih Ikan Nila dan Ikan Mas ke Danau Bungara Singkil Aceh

SINGKIL -Dinas Perikanan Aceh Singkil melepas bibit ikan di Danau Bungara, Kecamatan Kota Baharu, Kamis (14/12/2017).

Total ada 18 ribu benih ikan yang dilepas di danau yang melejit namanya pascafestival mengayuh bangki (sampan) tersebut.

Tebar bibit ikan nila di singkil aceh
Kepala Dinas Perikanan Aceh Singkil, Ir Ismed Taufiq mengatakan, ada dua jenis ikan yang ditabur.

Masing-masing ikan nila sebanyak 16 ribu ekor dan ikan emas sebanyak dua ribu ekor.

Menurut Ismed, bibit tidak dibeli tapi diambil dari Balai Benih Ikan (BBI) di Kecamatan Gunung Meriah.

BBI tersebut mampu memproduksi benih ikan sebanyak 200 ribu per tahun.

Ismed mengingatkan warga tidak menangkap ikan secara ilegal di Danau Bungara. Agar benih ikan yang ditabur beser sehingga memberikan keuntungan bagi warga setempat.

Restoking ikan turut dilakukan Kapolsek Kota Baharu, muspika, kepala desa serta warga setempat.(*) Sumber : Dede rosadi / Serambinews.com

PELUANG USAHA Bisnis Fillet Ikan Lele, Potensi Besar dan Makin Menjanjikan

SURABAYA | Berani mengambil resiko, ulet, dan jeli lihat peluang kunci pengusaha bisa bertahan di tengah persaingan bisnis seperti sekarang. Hal tersebut rupanya sangat dipahami betul oleh Yudha Andayana, mengawali langkah dengan melakukan pembudidayaan ikan lele, Yudha sapaan akrabnya mampu melihat peluang pada olahan daging fillet lele.

“Awalnya saya budidaya ikan lele dengan ukuran sekilo isi tiga hingga enam ekor. Namun ukuran seperti itu tidak terlalu laku untuk pasar konsumsi, karena yang justru digemari adalah ukuran 8 hingga 12 ekor,” ujarnya.

Tak lantas menyerah, dari situasi itulah Yudha melihat peluang bisnis tersendiri. “Dari stok ikan yang tidak laku itu, kemudian kami muncul beberapa ide alterbatif dan salah satunya adalah mencoba memanfaatkan olahan daging ikan fillet,” lanjutnya.

Yudha menjelaskan, dari fillet tersebut bisa diolah menjadi berbagai macam olahan kuliner turunannya seperti nugget ikan lele, dan siomay ikan lele.

filet-lele-1068x712

“Syukurlah, dalam berjalannya proses mencoba bergelut dalam bisnis fillet ikan lele. Halmenariknya adalah minat konsumen jauh lebih tertarik akan hasilnya,  karena konsunen tidak direpotkan kembali akan urusan memisahkan daging ikan lele dari tulangnya,” jelasnya.

Berawal pada tahun 2015, Yudha beserta rekan-rekannya memantapkan hati untuk fokus bergelut dan terus berinovasi pada olahan daging fillet lele. Sampai terbentuklah Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) ‘Kumis Lele’.

“Setelah terbentuk baru awal 2017 kami menekuni pengolahan hasil budidaya ikan di Fish Boster Centre (FBC) Surabaya. Di FBC ini adalah tempat pembelajaran budidaya ikan lele secara intensif dan selain itu juga terdapat pembekalan edukatif tentang berbagai pengolahan hasil budidaya ikan,” jelasnya.

Beranggotakan warga sekitar Panjang Jiwo, dan turut melibatkan para penggiat budidaya ikan lainya di Surabaya sebagai fungsi kemitraan. Pokdakan ‘Kumis Lele’ wadah sebagai sharing budidaya ikan lele secara higenis dan project percontohan budidaya ikan di tengah perkotaan yang padat akan jumlah penduduk.

Alumnus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya ini mengungkapkan, keuntungan bersih perhari nya bisa mencapai Rp 5,5 juta. Keuntungan tersebut untuk sekali panen dengan kapasitas 1 ton, sedangkan kolam ‘Kumis Lele’ mempunyai kapasitas panen sebesar 2 ton dalam sekali panen. (imm) Sumber: Duta.co

PT Pupuk Kaltim Gelar Bimtek Cara Budidaya Ikan yang Baik

pt-pupuk-kaltim-gelar-bimtek-cara-budidaya-ikan-yang-baikPROKAL.CO, BONTANG –PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) kembali melakukan kegiatan pengembangan kapasitas kemasyarakatan. Salah satunya melalui program bimbingan teknis (bimtek) cara budidaya ikan yang baik (CBIB) dan uji sertifikasi kompetensi nelayan binaan creating shared valuekeramba jaring apung (CSV KJA) PT Pupuk Kaltim. Bimtek tersebut dibuka dan mulai dilaksanakan di Gedung Diklat Pupuk Kaltim,Rabu (13/12) kemarin.

Turut hadir dalam pembukaan tersebut General Manager Umum Pupuk Kaltim Nur Sahid mewakili Manajemen Pupuk Kaltim, Ketua CSV Pupuk Kaltim Sri Djuwani Ekowati, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang Aji Erlinawati, Ketua Koperasi Nelayan Bontang Eta Maritim (Kopnel BEM) dan nelayan binaan CSV KJA yang mengikuti Bimtek tersebut. Kegiatan tersebut diisi oleh narasumber dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Gani Asri dan Fikih Zlend.

Bimtek dan Uji Sertifikasi Kompetensi tersebut dilaksanakan selama 8 hari, yaitu dari tanggal 13 sampai dengan 20 Desember 2017, dan diikuti oleh 30 orang yang berasal dari Kopnel BEM sebanyak 28 orang dan 2 orang dari DKP3 Bontang. Melalui Bimtek tersebut, Pupuk Kaltim berupaya agar setiap nelayan dapat memiliki sertifikat kompetensi untuk budidaya ikan di KJA. Sehingga hasil dari budidaya KJA dapat laku dan dikenal di pasaran, baik di dalam maupun di luar negeri.

General Manager Umum Pupuk Kaltim Nur Sahid dalam sambutannya menjelaskan, di akhir kegiatan akan dibagi menjadi 3 kompetensi, yaitu penebaran bibit, pemeliharaan keramba jaring apung, dan kualitas air. Dalam kesempatan tersebut dia mengucapkan terima kasih kepada narasumber yang bersedia hadir dan berbagi ilmu serta wawasan kepada nelayan Bontang, dan juga berterima kasih kepada pemerintah kota dan masyarakat Bontang yang selama ini telah ikut menciptakan suasana kondusif sehingga kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Hari Senin (18/12) minggu depan akan ada pengumuman Proper, saya mewakili jajaran Direksi, Manajemen, dan Keluarga Besar Pupuk Kaltim memohon doa serta dukungan dari Pemkot serta masyarakat kota Bontang agar Pupuk Kaltim meraih Proper Emas pada tahun ini, serta ke depannya Pupuk Kaltim dapat beroperasi dengan baik dan lancar serta dapat mengembangkan perusahan menjadi lebih besar lagi sehingga dapat memberikan manfaat yang lebihi besar lagi kepada masyarakat buffer zone, masyarakat Bontang, dan Bangsa Indonesia,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala DKP3 Kota Bontang Aji Erlinawati berterima kasih kepada Pupuk Kaltim atas supportnya untuk perkembangan sektor perikanan di Bontang melalui pelatihan, pembinaan, dan pemberian bantuan. “Kami dari DKP3 selalu membuka kesempatan bekerja sama dengan semua pihak untuk memajukan sektor perikanan di Bontang, semoga kegiatan kita beberapa hari ke depan ini akan membawa berkah yang besar untuk kita semua,” ucapnya.(*/rdy/ adv) Sumber : Bontang post

Artikel Menarik Lainnya :

Manfaat Daun Pepaya Dalam Budidaya Ikan Lele

Dahulu pernah kami bahas bahwa Daun Pepaya dapat menurunkan PH Air. Selain manfaat daun pepaya tersebut, ternyata ada manfaat lain yang lebih banyak lagi dari daun ini...

Pembudidaya Tabalong, Kalsel Ikan Ikuti Permodalan

Modal dalam bisnis budidaya ikan merupakan salah satu hal penting untuk memulai budidaya ikan yang akhir akhir ini banyak diminati di Indonesia, salah satunya di Tabalong, Kalimantan...

Kisah Sukses Pemasok Ikan Air Tawar – Almaturidi

Tahun ini benar-benar menjadi tahun yang paling berkesan bagi Almaturidi, alumnus P4S Kubang Jaya. Dengan budidaya dan jual beli ikan nila, warga Dusun III Pulau Bayur Desa...

Ikan Mas Strain Majalaya Mulai Langka

Ikan mas strain Majalaya yang sempat booming pada dekade 1970 – 1990-an saat ini mulai kehilangan pamor. Ikan yang kini banyak dikembangkan petani ikan di Kab. Bandung,...