Satu Kolam Hasilkan 1 Ton Ikan Air Tawar

Budidaya ikan air tawar di kawasan pengembangan perikanan Desa Malinau Seberang Kecamatan Malinau Utara, banyak petani ikan yang sukses dan menggantungkan hidupnya pada budidaya ikan air tawar. Saat ini kawasan tersebut telah menjadi salah satu sumber perekonomian masyarakat yang menjanjikan. Pada kawasan tersebut terdapat sekitar 150 kolam ikan milik 60-an warga yang tergabung dalam 6 kelompok tani. “Satu orang ada yang punya 2 sampai 3 kolam,” terang Amat salah seorang pemilik kolam.

persiapan kolam tanah budidaya ikan

ilustrasi

Saat ini, terang Amat, sedikitnya 40 dari 150 kolam milik warga tersebut sudah produktif. “Sudah siap dengan ikan yang dapat dipanen,” imbuh Amat. Ada beberapa jenis ikan yang dikembangkan di kolam-kolam milik warga di sana, antara lain patin, bawal, nila, dan ikan mas. “Yang sudah normal ikan patin, nila, dan bawal. Ikan mas masih kami coba,” kata Amat. Menurut Amat dan sejumlah pemilik lainnya, yang paling menggiurkan ialah potensi ian patin. Dibandingkan dengan jenis ikan lainnya, ikan patin memiliki prospek pasar yang lebih besar.

Mengingat peluangnya yang cukup besar tak heran jika mayoritas anggota KP Tani di sana menjadikan ikan patin sebagai unggulan pada kolam mereka. Amat sendiri yang punya 7 buah kolam mengaku sanggup memproduksi sampai dengan 5 ton sekali musim panen yang dalam 1 tahun bisa 2 kali. “Masa panen 6-7 bulan untuk ikan patin. Itu untuk ukuran standar,” jelasnya. Jika seluruh kolam milik warga sudah produktif, imbuhnya, maka hasil panen akan jauh lebih besar lagi.

Mengingat terbatasnya daya serap pasar lokal, para pemilik harus melakukan panen dengan sistem bergilir. “Satu-catunya jalan sementara ini dengan sistem bergilir karena pasar di Malinau hanya mampu menampung 200 kg per hari,” terang Amat. Cara tersebut dilakukan agar para pemilik kolam yang kolamnya sudah bisa dipanen secara berkala memperoleh penghasilan dari kolamnya. Selain pasar Malinau, imbuhnya lagi, pemasaran pun sudah sampai ke Kabupaten Tana Tidung (KTT) dan Mensalong dan sekitarnya (Nunukan). Hanya, kemampuan pasar di 2 kabupaten ini pun terbatas. “Paling sehari 100 kg. Itu untuk KTT dan Mensalong,” imbuhnya.

Untuk meningkatkan pema-saran, para anggota KP Tani Minapolitan berharap agar pemerintah ikut membuka ja-ringan bagi pemasaran komo-ditas perikanan mereka.

(sumber: korankaltim)

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan