Ribuan Ikan Mas Mati Mendadak, Diduga Karena Virus KHV

Sekitar enam ton ikan jenis mas siap panen pada Keramba Jaring Apung (KJA) Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, mati mendadak. Kematian ikan mas massal ini diduga kuat akibat serangan Koi Herpes Virus (KHV). Adapun kerugian yang diperkirakan karena kejadian ini adalah sekitar Rp26 juta.

serangan virus khv ikan mas

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Agam meminta petani KJA untuk menghentikan penebaran benih dan segera melakukan panen dini agar terhindar dari kerugian yang lebih besar. Pasalnya, virus KHV sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup ikan petani. Saat ini harga ikan mas sekitar Rp26.000 per kilogram di pasaran.

Kepala DKP Kabupaten Agam, Ermanto Minggu (17/11) di Lubuk Basung mengatakan, jumlah enam ton tersebut tersebar pada KJA yang ada di Maninjau Kecamatan Tanjung Raya. Kondisi ikan yang mati sebagain besar sudah siap panen. Jumlah tersebut cukup besar. Agar petani terhindar dari kerugian lebih besar lagi pihaknya sudah meminta petani melakukan panen.

Ia menjelaskan, peristiwa ini berlangsung sejak beberapa hari yang lalu. Virus ini

mewabah dengan cepat. “ Kita takut KHV menyebar ke tempat lain seperti KJA yang ada di Batang Antokan. Oleh sebab itu memanen ikan adalah tindakan yang tepat saat ini.

Menurut Ermanto Koi Herpes Virus (KHV) berkembang dengan cepat karena cuaca ekstrem yang menyebabkan suhu air danau Maninjau tidak stabil. Sementara Koi Harpes Virus sangat rentan dengan ikan emas.

“Koi Herpes Virus (KHV) sangat mudah menyerang ikan mas dan koi. Biasanya virus ini merusak insang, dan kulit ikan. Apabila virus ini sudah merebak dalam suatu tempat, ikan bakal mati, dan bisa pindah ke areal lain dengan cepat.

Ermanto menambahkan, untuk mengatasi virus tersebut pihaknya sudah melakukan beberapa langkah. Antara lain memberikan obat yang bisa membunuh virus tersebut kepada petani.

Selain itu, ia juga sudah menganjurkan petani untuk mengurangi penebaran benih sampai Januari 2014. Pasalnya, hingga perode tersebut cuaca diperkirakan masih sangat mengancam ikan keramba jaring apung.

(Sumber : Inilah)

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan