Produksi Ikan Air Tawar Petani Pangkalpinang Semakin Meningkat

Pangkalpinang – Produksi ikan air tawar petani di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), pada 2012 mencapai 1.201,30 ton atau mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1.024,40 ton.

“Saat ini, petani berminat mengembangkan budidaya dan pembesaran ikan air tawar tinggi seiring permintaan pasar dan konsumsi ikan air tawar masyarakat tinggi,” ujar Kabid Budidaya Ikan Air Tawar Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pangkalpinang, Suparlan di Pangkalpinang.

Ia menjelaskan, dari 1.201,30 ton produksi ikan air tawar tersebut dengan rincian produksi ikan mas sebanyak 3,60 ton, nila sebanyak 71,98 ton, gurame 2,50 ton, patin sebanyak 84,29 ton, lele sebanyak 210,09 ton.

Sementara itu, produksi ikan bawal sebanyak 6,82 ton, udang vaname sebanyak 774 ton, dan produksi kepiting sebanyak 40 ton.

“Pada tahun ini, produksi ikan air tawar petani akan terus meningkat seiring digencarkan kegiatan pembinaan dan bantuan sarana dan prasana pendukung budidaya ikan air tawar untuk meningkatkan minat petani pembudidaya dan pembesaran ikan air tawar,” ujarnya.

Ia mengatakan, produksi ikan air tawar yang dikelola petani masih didominasi ikan lele karena tingginya permintaan dan kosumsi warga terhadap ikan lele karena pemeliharaannya lebih mudah dan tidak membutuhkan perawatan khusus.

Sementara budidaya dan pembesaran udang vaname dan kepiting dikelola perusahaan karena membutuhkan biaya yang besar dan perawatan khusus.

“Kami telah melakukan pembinaan sumber daya manusia (SDM) petani ikan air tawar dari hanya 39 orang petambak menjadi sebanyak 375 orang petani ikan air tawar,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, untuk meningkatkan memotivasi minat warga membudidayakan air tawar telah menyalurkan ribuan berbagai bibit ikan air tawar seperti lele, nila, patin dan ikan emas.

Ia mengatakan, minat petani membudidayakan ikan air tawar cukup diminati seiring nilai jual ikan air tawar cukup tinggi untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

“Prospek budidaya ikan air tawar cukup tinggi karena didukung ketersediaan lahan dan banyaknya lubang-lubang penambangan bijih timah yang tidak dikelola lagi sehingga warga cukup mudah untuk membudidayakan ikan tersebut,” ujarnya.

Menurut dia, pembudidayaan ikan air tawar ini juga untuk mengurangi kosumsi ikan laut seiring hasil tangkapan nelayan turun yang mengakibatkan persediaan dan harga ikan air laut tinggi.

“Kami optimistis, Kota Pangkalpinang mampu menjadi sentra produksi ikan air tawar seiring tingginya minat dan tersedianya lahan untuk budidaya ikan air tawar tersebut,” ujarnya.

(sumber:antaranews)

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan