Potensi Budidaya Ikan Lele di Kabupaten Bengkalis – Riau

Selain memiliki perairan laut yang sangat luas, Kabupaten Bengkalis juga dialiri banyak sungai dan memiliki sejumlah tasik (danau). hal ini sangat cocok dan potensial untuk pengembangan budidaya perikanan, baik ikan air tawar, payau maupun laut.

Pembangunan sektor perikanan dan kelautan di daerah ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bengkalis 2010-2015, Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Kelautan dan Perikanan telah membagi dua zona pembangunan sektor ini, khususnya untuk budidaya perikana. Untuk budidaya perikanan air tawar, fokus pengembangannya di Kecamatan Bukit Batu, Mandau, Pinggir dan Siak Kecil. Sedangkan budidaya perikanan ikan air payau dan laut diarahkan ke Kecamatan Bantan, Bengkalis, Rupat dan Rupat Utara. Jenis ikan air tawar yang potensi dikembangkan melalui budidaya di Kabupaten Bengkalis, antara lain ikan Nila, Lele, Gurami, Patin dan Mas.

Namun, jenis ikan yang sangat potensial untuk dikembangkan adalah ikan Lele, karena memiliki pemasaran yang cukup menjanjikan, dimana di Kabupaten Bengkalis telah ada usaha pengolahan ikan Lele, yaitu usaha pengasapan di Kecamatan Mandau.

Kondisi Eksisting

  • Kabupaten Bengkalis memiliki areal potensial untuk pengembangan budidaya perikanan air tawar seluas 371,22 ha
  • Jumlah tambak yang ada sebanyak 52,50 ha, namun yang beroperasi atau dimanfaatkan hanya 11,55 ha (44,29%)
  • Produksi ikan air tawar pada tahun 2009 sebanyak 430,33 ton atau 4,36 persen dari total produksi perikanan daerah ini sebanyak 9.876,23 ton, yang terdiri dari hasil budidaya 344,35 ton (80,02%) dan tangkap 85,98 ton (19,98%).

Feasibility Study

Pengembangan budidaya ikan Lele di Kecamatan Mandau dan Pinggir telah dilaksanakan tahun 2010 dan dilanjutkan pada kegiatan APBD tahun 2011 di Dinas Perikanan dan Kelautan.

(sumber: bengkaliskab.go.id)

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan