Petani Ikan Danau Toba Sulit Dapatkan Benih Ikan Berkualitas

Sulitnya mendapatkan bibit ikan dengan kualitas yang baik menjadi salah satu kendala utama petani ikan air tawar, seperti ikan nila. Hal tersebut juga yang dirasakan petani ikan nila di kawasan Danau Toba. Karena itu mereka berharap PT Aquafarm Nusantara bisa memproduksi benih ikan nila lebih banyak lagi.

benih ikan nila super

Setidaknya itu terungkap pada acara Sosialisasi Program Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dan Penerapan pada Teknis Budidaya Ikan Air Tawar pada pembudidaya ikan air tawar di aula Hotel Niagara, Parapat, belum lama ini.

Kegiatan yang dikerjasamakan antara PT Aquafarm Nusantara dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini dihadiri sekitar 49 orang pembudidaya ikan dari kawasan Danau Toba dan Serdang Bedagai (Sergai) serta Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Utara (Sumut).

Dalam kesempatan itu, Ompu Ello Silalahi, petani ikan yang hadir dalam kesempatan itu berharap benih ikan nila yang diproduksi Aquafarm bisa diperbanyak lagi mengingat sulitnya mereka memperoleh benih ikan yang berkualitas selama ini. “Kalau benih ikannya bagus maka produksi ikan yang dihasilkan juga bagus,” kata dia.

Selain dari Aquafarm, benih ikan yang mereka peroleh selama ini berasal dari Unit Pembenihan Rakyat (UPR) yang ada di Simalungun, Binjai dan Medan. Namun, kualitas benih ikan yang dihasilkan tidak sebaik benih ikan nila yang diproduksi Aquafarm. “Sayangnya kami tidak bisa memperoleh benih sesuai dengan permintaan kami. Jadi, sebagian lagi kami beli dari UPR yang ada,” ujarnya.

Menyahuti hal itu, Pimpinan Unit Pembenihan PT Aquafarm Nusantara Wagiman yang juga hadir dalam acara sosialisasi itu mengatakan, produksi benih ikan nila Aquafarm memang terbatas. Itu karena proses pembenihan yang dilakukan cukup lama apalagi untuk menghasilkan mutu ikan yang berkualitas.

Sejauh ini, kata dia, rata-rata produksi benih ikan nila yang dihasilkan Aquafarm hanya berkisar 3,5 juta – 4 juta ekor per bulan untuk kebutuhan ikan nila Aquafarm sendiri dan berkisar 1 juta ekor saja yang bisa dilempar (dipasarkan) ke petani setempat.

“Sebenarnya permintaan petani ikan jauh lebih besar lagi, tapi kami hanya bisa memenuhi permintaan berkisar 1 juta ekor saja per bulan,” jelasnya kepada MedanBisnis.

Selain membutuhkan waktu yang relative lama, keterbatasan penjualan benih ikan nila ke petani juga untuk menjaga keberlangsungan usaha dari UPR yang ada selama ini.

“Kami juga tidak ingin mematikan usaha orang lain. Jadi, itu juga salah satu yang menjadi pertimbangan Aquafarm dalam memenuhi permintaan benih ikan petani. Begitupun, ke depan penting untuk penguatan kapasitas UPR agar mampu menghasilkan benih berkualitas,” jelas Wagiman.

Pendi Turnip, pembudidaya ikan yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, memperoleh benih ikan dari Aquafarm dengan harga pembelian benih Rp 750 per ekor dengan berat benih antara 17 – 20 gram per ekor. “Benih ikan nila yang dihasilkan Aquafarm mutunya jauh lebih baik dari benih ikan nila lainnya,” kata petani ikan di Desa Salbe, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun ini.

(Sumber : Medan Bisnis Daily)

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan