HP: 08122 6633 426 Surya Mina
KeluarTemukan Pembaharuan Kami di Facebook

Permintaan Ikan Lele Konsumsi Meningkat di Samarinda

Permintaan ikan lele konsumsi semakin meningkat di kota Samarinda. Konsumsi ikan lele di Kota Samarinda semakin meningkat dari waktu ke waktu karena menjamurnya warung atau rumah makan yang menawarkan berbagai menu masakan berbahan ikan lele. Saat ini para peternak ikan lele konsumsi mengaku bahwa mereka kewalahan dalam melayani permintaan konsumen. Pasalnya, di tingkat budidaya bibit lele juga mengaku kekurangan pasokan bibit.

jual ikan lele di samarinda

Mengantisipasi itu, pembudidaya terpaksa mendatangkan bibit lele dari luar Samarinda. Misalnya Ikhsan, pembudidaya bibit ikan lele di Talangsari Samarinda Utara ini mengaku kewalahan memenuhi permintaan dari peternak lele. Tidak hanya dia, pembudidaya lainnya juga mengalami kondisi yang sama.

”Dulu, untuk memenuhi permintaan bibit lele, saya biasa memijah sendiri di kolam. Setiap indukan mampu menghasilkan 100 ribu ekor bibit. Tapi sekarang sudah sulit. Sebab pakan larva ikan lele ini kan dari cacing sutra, yang biasa saya cari di parit atau di sungai-sungai kecil. Sekarang sudah sulit ditemukan,mungkin pengaruh seringnya banjir sehingga parit-parit di Samarinda ini banyak mengandung pasir. Jadi cacing sutra tidak bisa berkembang biak lagi seperti dulu,” ujarnya.

Menurutnya, selain cacing sutra untuk pakan larva ikan lele, ada jenis pakan lain. Seperti kuning telur yang telah direbus dan artemia (mikro organisme air, Red). Namun bahan ini kurang begitu digunakan. Sebab selain biayanya mahal, pakan larva lele jenis ini cukup repot mempersiapkannya. Kandungan proteinnya pun belum cukup untuk meningkatkan angka hidup larva lele sampai batas umur larva kira-kira berusia 20 hari, menjadi bibit lele yang sudah bisa makan pakan pur buatan.

Ikhsan menjelaskan, peternak bibit lainnya tidak mau repot lagi mencari pakan larva. Mereka langsung memesan ke Pulau Jawa. Bibit yang sudah siap dijual, dibesarkan dan sudah bisa makan pakan pur buatan pabrik. Berapa ribu ekor pun bisa didatangkan, tinggal menjemput di kargo Bandara Sepinggan Balikpapan.

Di daerah Talangsari sendiri banyak pengusaha bibit lele yang bersaing dengan harga yang murah, berkisar Rp200 sampai Rp250 per ekor, tergantung besar ukuran bibitnya. ”Saya sendiri juga pesan bibit dari jawa tetapi kadang-kadang saya masih memijahnya sendiri dikolam ini kalau ada waktu luang,” imbuh Ikhsan.

Ikan Lele merupakan ikan konsumsi yang kaya akan protein. Jenis ikan air tawar ini sangat mudah dibudidaya dengan kemampuan bertahan hidup cukup tinggi, dan harga cukup terjangkau. Di Pasar Segiri, Pasar Pagi dan Pasar Kedondong, harganya berpariasi dari Rp17.000 hingga Rp20.000 per kilogramnya.

(sumber: korankaltim)

analisa usaha budidaya ikan air tawar
HP: 08122 6633 426 Surya Mina