Pemerintah Optimis Udang Indonesia Akan Kuasai AS

Berita yang bagus bagi budidaya udang di Indonesia, yaitu mengenai hasil keputusan panel Komite Perdagangan Amerika Serikat (AS) bulan lalu yang menyatakan udang Indonesia tak mendapat subsidi terlarang atau dumping, diyakini pemerintah akan mendongkrak ekspor komoditas ini ke negara tersebut. Pemerintah bahkan menargetkan peningkatan ekspor udang ke AS mencapai 60% sepanjang 2013.

produksi udang galah indnesia

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto menyatakan, kini peluang sangat terbuka bagi eksportir Indonesia untuk menggenjot penjualan ke AS.

“Tentu besar sekali peluang ekspor udang meningkat, karena kini pasar Amerika semakin terbuka setelah putusan dumping keluar,” ungkapnya usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2013).

Dari catatan KKP, AS merupakan pasar ekspor terbesar udang Tanah Air di mana mencapai 48 persen dari total ekspor budidaya udang nasional. Sementara, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor udang Indonesia ke Amerika pada 2011 sebesar USD 515,5 juta, naik dari tahun sebelumnya yaitu sebesar USD 353,7 juta.
Alasan lain yang membuat Slamet optimis adalah status udang Indonesia yang telah bebas sindrom EMS, sehingga tidak ditolak Uni Eropa.

Di sisi lain, kompetitor di Asia seperti India, masuk dalam 5 negara yang dalam panel AS dinilai terbukti melakukan dumping. Alhasil, peluang memacu ekspor ke Amerika hanya tersisa untuk Indonesia dan Ekuador.

“Sangat terbuka, eksportir udang kita harus meningkatkan volume, karena negara yang terbukti dumping pasti akan mencari pasar baru. Selain itu, udang kita bebas sindrom EMS, itu keunggulan bagi kita,” kata Slamet.

Selain meningkatkan ekspor ke Amerika, pemerintah berencana membuka pasar baru. Dari pantauan Slamet, Timur Tengah adalah salah satu pasar yang cukup banyak menyerap udang Indonesia.

“Tidak hanya ke Amerika, kita akan terus mencari pasar-pasar baru,” tandasnya. Sampai triwulan I lalu, produksi udang nasional sudah menembus lebih dari 200.000 ton. Separuh untuk konsumsi lokal, sisanya diekspor. Sementara di akhir tahun, KKP menargetkan budidaya udang bisa menghasilkan 600.000 ton.

Sebelumnya, pemerintah Amerika menetapkan bea masuk antidumping kepada 63 persen komoditas udang beku yang masuk ke negara itu. Indonesia termasuk yang dituding melakukan persaingan tak sehat itu.

Kasus ini bermula dari pengaduan Industri Udang Teluk Amerika (COGSI) lima bulan lalu. Udang asal Tanah Air dianggap punya keuntungan lebih karena mendapat subsidi berupa bantuan benih. setelah ditindaklanjuti, tuduhan tersebut ternyata tidak terbukti untuk Indonesia.

Kabar baik yang didapat Indonesia berbeda dengan China, India, serta Vietnam. Negara kompetitor itu terbukti memberikan subsidi kepada udang mereka yang di ekspor ke Amerika. Akhirnya negara tersebut harus menerima bea masuk sampai 10,8 persen.

(Sumber : Kabar Bisnis)

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan