Peluang Budidaya Ikan Lele di Timika Yang Begitu Menggiurkan

Bisnis budidaya ikan lele di Kampung Kadun Jaya, Distrik Mimika Timur, sangat menjanjikan bagi warganya. Pengakuan sejumlah petani lele bahwa sejumlah rumah makan yang menyajikan menu ikan lele dalam kota salah satunya lele hasil bududaya dari warga Kadunjaya.

Pengusaha Ikan Lele Kadun Jaya, P Galang mengakui telah menekuni budidaya lele sejak beberapa tahun belakangan ini. Dia melihat menjamurnya rumah makan dalam kota Timika yang menyajikan menu ikan lele cukup banyak, sehingga dirinya bersama warga lainnya mengalihkan usaha pada budidaya ikan lele. “ Budidaya lele sangat menjajikan bagi kami sebagai petani. Hampir sebagian besar warung dalam kota menyajikan lele. Selain itu, animo warga Kota Timika mengkonsumsi lele sangat tinggi, sehingga membuat saya tertarik untuk mengembangkan usaha lele hisup ini,” kata Galang.

Galang mengakui, bisnis budidaya ikan lele baru beberapa tahun belakangan ini. Akan tetapi hasilnya sudah sangat menjanjikan. Dari budidaya ikan lele dia memperoleh penghasilan setiap bulan mencapai 15 juta. Dia mengawali bisnis ini dengan modal awal sekitar Rp4-Rp5 juta.

Saat ini dia sudah membudidaya lele sebanyak 60.000-90.000 ekor dengan berbagai macam ukuran dan usia. Lele yang sudah dewasa biasanya dijual ke sejumlah rumah makan dalam kota dan saat ini yang sudah siap dijual sebanyak 30.000 ekor. Sedangkan pemeliharaan bibit lele dari sejumlah pedagang dengan harga Rp500-Rp1.000 per ekor yang masih kecil-kecil.

Meski cukup punya pengalaman dalam budidaya lele, Galang mengakui masih mengalami kesulitan. Karena pelihara lele tidak semudah orang bayangkan seperti menaruh bibit, kemudian dikasih makan kemudian menunggu besar dan dipasarkan. Padahal budidaya lele membutuhkan sejumlah teknik mulai dari awal pemeliharaan hingga masa panen. Bibit ikan harus dikontrol, air perlu diawasi, pengaturan pakan, dan lain-lainnya. “ Intinya memeliharan lele harus laten, sabar, dan butuh pengorbanan. Kalau mau berhasil harus membutuhkan pelatihan dan mengetahui cara-cara budidaya lele,” kata Galang.

Putra Banyuwangi, Jawa Timur ini mengakui sudah mengetahui cara budidaya lele sejak masih di kampung halamannya Desa Kedung Rejo, Kecamatan Mencar, Banyuwangi,Jawa Timur. Setelah ke Timika, Galang selalu memperlajari pola makan warga Kota Timika dari satu rumah makan ke rumah makan yang lainnya. Ternyata menurutnya, minat warga Mimika akan lele cukup tinggi, sehingga dirinya terjun berbisnis lele. “ Dari jual lele hasilnya sedikit demi sedikit saya nikmati bersama keluarga. Bersama keluarga menjadikan usaha ini sebagai penopang ekonomi keluarga dan sanak saudaranya baik di Timika maupun di kampong halamannya,” kata Galang.

Selain itu, sebelum terjun sendiri dalam usaha lele, dia mengakui selama di Timika pernah bekerja dengan orang lain. Setelah mendapat modal cukup, dia keluar dan berusaha sendiri hingga hari ini. Budidaya lele butuh kesabaran dan ketekunan dalam merawat ribuan atau puluhan ribu bibit ikan lele itu. Selain itu, bisnis ikan lele seperti ini membutuhkan modal untuk membeli bibit untuk dipelihara.

(sumber: salampapua)

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan