Peluang Bagus, Warga Kelimutu Kembangkan Budidaya Ikan Air Tawar

Peluang budidaya ikan air tawar yang sangat bagus di Flores menjadi sebuah perhatian bagi Pemerintah daerah tersebut. Keterlibatan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kehutanan tidak hanya memperhatikan pemugaran, reboisasi dan pembenahan di sekitar kawasan kelimutu tetapi juga melakukan lokus kegiatan lain yang menyentuh langsung masyarakat yang berada di sekitar kawasan TNK.

potensi budidaya ikan air tawar di flores

flores

Itulah sebabnya, saat ini Taman Nasional Kelimutu (TNK) tengah mencoba melakukan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan yang menjadi penyangga gunung kelimutu. Program pemberdayaan yang dimaksud antara lain, membudidayakan Lebah madu hutan untuk masyarakat di Sokolo dan Kelimeta, sedangkan masyarakat desa Detusoko Barat, membudidayakan ikan Air tawar.

Yulius Ata Watun, kordinator Polisi Kehutanan Resort Detusoko menyampikan hal ini di hadapan para peserta dalam pertemuan sosialisasi program pemberdayaan pengembangan ikan air tawar di kantor Desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende.

Yulius mengatakan, TNK adalah kawasan Taman Nasional yang terkecil di Indonesia bahkan di seluruh Dunia karena luasnya hanya 5360,5 ha. Namun menurutnya, dalam pelaksanaan tugas tidak sebatas memperhatikan pembenahan di sekitar kawasan tetapi juga mengarahkan perhatian untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami memilih Detusoko Barat sebagai tempat pembudidayaan Ikan Air Tawar karena di sini telah memenuhi beberapa kriteria standar, lokasi yang sentral, memiilki sumber air yang cukup, dan sangat cocok jika dibudidayakan ikan air tawar,” ungkapnya.

Dia menambahkan, selama ini masyarakat hanya menikmati ikan dari laut namun sesungguhnya permintaan akan ikan air tawar juga cukup tinggi. “Kita kurang membaca peluang itu, karena itu melalui Balai Taman Nasional Kelimutu kami mencoba menggalakan program untuk peningkatan ekonomi masyarakat,”kata Yulius.

Menanggapi program pemberdayaan ikan yang menyentuh warga desanya, kepala desa Detusoko Barat, Stanislaus Satu, kepada peserta pertemuan mengharapkan agar masyarakat dapat mendukung mendukung program ini, sebagai langkah maju untuk pengembangan perekonomian masyarakat.

“Selama ini kita hanya mengembangkan pola pemberdayaan pertanian namun tidaklah salah, kita mulai dengan pembudidayaan ikan air tawar. Kita harus tangkap peluang yang ada dan besar harapan, pembentukan kelompok pemberdayaan ikan air tawar ini, desa kita bisa menjadi contoh untuk pembudidaayaan ikan air tawar,” tambah Satu.

Ketua kelompok terpilih, Yulfinus Retu mengungkapkan ketertarikannya atas akan dimulainya program ini. “Kami sangat tertarik dengan program pemberdayan ikan air tawar ini. Kita memiliki air yang banyak tetapi selama ini hanya fokus pada pertanian sawah dan ladang. Padahal kita memiliki peluang juga kalau dibuka program baru dengan pembudidayaan ikan air tawar,” ungkap Rofi.

Dari informasi yang diperoleh FBC, sebagai dana awal pemberdayaan ikan air tawar, Desa Detusoko Barat melalui kelompok, mendapat suplai dana kementerian Kehutanan melalui Balai Taman Nasional mendapat dana sebesar 16 juta rupiah, dana APBN tahun 2013.

Dari dana yang ini akan ada program lanjutan sebagai bentuk pendampingan untuk periode selanjutnya. Kelanjutan program hanya dapat terjadi jika program awal berhasil dijalakan. Sementara dana yang ada ada ini digunakan untuk pembuatan kolam.

(sumber: floresbangkit)

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan