Panen 1,5 Ton Ikan Lele di Lapas Karangasem, Bali

Budidaya ikan lele menjadi salah satu program pelatihan bagi warga binaan di sebagian Lembaga Pemasyarakatan. Salah satunya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Karangasem Bali, yang telah membuktikan keberhasilan budi daya lele sebagai salah satu bentuk pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan. Sebanyak 1.416 kg lele berhasil dipanen setelah sekitar 3 bulan dibudidayakan 20 warga binaannya pada Kamis (27/9) lalu.

Panen ikan lele di LP karang asem bali

Kepala Lapas Klas IIB Karangasem, Bambang Maryanto menjelaskan bahwa budidaya lele ini sudah dimulai pada 28 Juni 2012. Hasil dari penjualan tersebut akan digunakan untuk pembelian benih lele sebanyak 20.000 ekor, biaya pakan lele selama 3 bulan, dan biaya produksi lainnya.

“Kami menebar bibit 9.000 ekor lele dan berhasil memanen hampir satu setengah ton”, ujar kalapas yang sebelumnya menjabat Kepala Rupbasan Denpasar.

Panen raya lele ini dilaksanakan bertepatan Pencanangan Program Unggulan UPT Pemasyarakatan se-Bali oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan yang diwakili Direktur Bina Keamanan dan Ketertiban Ditjen PAS, Wibowo Joko Harjono.
Joko menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat positif agar warga binaan mempunyai keterampilan dan keahlian dalam pemeliharaan ikan lele.

“Mudah-mudahan setelah bebas nanti dapat melanjutkan di luar lapas”, harap Joko.

Salah satu warga binaan yang terlibat dalam budidaya lele juga menyatakan kegembiraannya bisa ikut terlibat dalam program ini. Sebut saja Udin (34) merasa bersyukur bisa belajar budidaya lele yang belum pernah ia tahu sebelumnya.

“Senang sekali bisa belajar budidaya lele, kalau diluar mungkin saya tidak pernah tahu cara memelihara lele” ungkap napi kasus narkoba ini singkat.

(sumber: ditjenpas)

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan