Musim Kemarau, Ikan Gurame di Lampung Diobral

Di beberapa daerah, datangnya musim kemarau menyebabkan kerugian bagi para petani ikan. Hal ini disebabkan karena berkurangnya debit air yang mengaliri kolam-kolam budidaya ikan. Sebagian pembudidaya ikan gurame di Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung terpaksa memanen dan menjual ikan peliharaannya karena khawatir merugi akibat datangnya musim kemarau.

Beberapa petani yang dihubungi secara terpisah di Desa Kotabatu, Kecamatan Pubian, Lampung Tengah, Selasa, mengatakan, harga ikan gurame di desa yang berjarak sekitar 100 km dari Kota Bandarlampung itu terus turun. “Harga ikan gurame di desa ini sekarang turun, tadinya Rp 30.000/kg bahkan ada yang lebih, sekarang hanya Rp 23.000/kg,” kata petani Desa Kotabatu, Saipul.

Dia menjelaskan, ikan gurame termasuk salah satu jenis ikan yang banyak dipelihara petani setempat sebagai mata pencaharian tambahan dan mudah dijual, namun belakangan harganya merosot. Saipul, yang juga Sekretaris Desa (Sekdes) setempat itu menjekaskan, turunnya harga ikan gurame di desa itu antara lain karena jika memasuki musim kemarau kolam-kolam ikan banyak yang airnya mulai surut, mengering sehingga takut kekeringan maka kolam cepat dibongkar dan ikannya dijual. “Karena khawatir kolamnya tidak ada air lagi, maka ikan-ikannya banyak dijual walaupun harganya murah,” katanya lagi.

Harga ikan gurame di desa yang hanya sekitar Rp23.000/kg itu tentu jauh berbeda dengan harga jual ikan gurame di kota-kota seperti di Kota Bandarlampung yang bisa mencapai antara Rp30.000 hingga Rp 40.000/kg.

(sumber: republika)

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan