Mentri KKP Resmikan Gerakan Sadar Mutu dan Karantina Ikan

Telah lama KKP melakukan upaya membentuk satu Forum SadarMutu dan  Karantina Ikan. Sepanjang Tahun 2012 yang lalu, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) gencar merangkul para penggusaha perikanan dari Barat hingga Timur Indonesia untuk mewujudkan tujuan tersebut. Dimana Forum ini diharapkan dapat menjadi ‘jembatan’ penghubung secara dekat dan aktif antara Pemerintah dalam hal ini BKIPM dengan para pengguna jasanya, hal ini dirasakan sangat penting adanya dalam menjawab berbagai kebutuhan akan kemudahan jalur komunikasi dan koordinasi antara Pemerintah dan Pengusaha yang kadang mengalami kendala dalam menjalankan proses lalu lintas produk perikanan baik di dalam Negeri sendiri maupun ke Negara-negara konsumen di berbagai belahan dunia. Dan kehadiran forum ini tidak hanya sebatas kemudahan komunikasi dalam memecahkan satu masalah tapi juga dalam memudahkan melakukan monitoring dan kontrol Pemerintah terhadap penerapan Bio security standard sampai dengan mutu produk yang dihasilkan oleh masing –masing Penggusaha tersebut.

Hal inilah yang membuat semua rangkaian pertemuan Forum Sadar Karantina Ikan dan Mutu yang dilakukan di Jakarta – Surabaya – Manado dan Makassar pada tahun lalu, mendapat sambutan yang sangat positif dari berbagai kalangan. Menindaklanjuti respond positif tersebut, beberapa waktu lalu bertempat di Gedung Grahadi – Surabaya (20/5) BKIPM didukung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan melakukan Pencanangan Gerakan Sadar Mutu dan Karantina

Dimana Sistem Mutu Keamanan Hasil Perikanan dalam rangka jaminan produk perikanan nenenuhi standar mutu dan aman dikonsumsi menjadi tahap yang sangat menentukan dalam mewujudkan hasil perikanan yang memiliki nilai tambah dan daya saing baik dalam maupun luar negri.

“Tuntutan dan persyaratan yang sudah diterapkan di beberapa negara tujuan ekspor, dimaksudkan untuk menjamin produk perikanan tersebut tidak berpotensi sebagai penyebab atau sebagai media pembawa penyakit ataupun layak untuk dikonsumsi. Dengan terjaminnya kesehatan dan mutu produk perikanan akan memberikan peningkatan penerimaan pasar ekspor ataupun domestik,” ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C Sutardjo.

Aspek perlindungan konsumen juga menjadi tujuan utama perlunya gerakan secara nasional seperti ini. Seperti yang dijelaskan oleh Kepala Badan KIPM, Narmoko Prasmadji di Gedung Grahadi, Surabaya, Selasa (21/5).

“Adalah hak bagi setiap orang atau konsumen untuk mendapatkan dan menikmati bahan pangan termasuk ikan yang bebas dari hal negatif (racun). Bagi orang yang melakukan kegiatan di industri itu, sudah merupakan kewajiban memenuhi standar seperti sanitasi, hyginitas menjadi tolak ukur bagi kita seharusnya,” ungkapnya.

Ditambahkan oleh Kepala Pusat Sertifikasi Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Nazory Djazuli, gerakan ini akan digerakkan seluruh Indonesia supaya sadar mutu dan karantina mulai dari pelaku usaha sampai industri bahkan konsumen masyarakatnya pun menjadi sasaran utama.

Seperti yang diungkapkan oleh konsumen produk perikanan dari Surabaya, Yani selama ini masih banyak yang takut mengkonsumsi ikan karena takut adanya bahan cemaran dan bahan berbahaya yang selama ini seringkali digemborkan. Padahal ia tahu, gizi ikan sangatlah tinggi.

Sehingga dibutuhkan perubahan pola pikir di masyarakat. Persoalan utama dari produk perikanan sendiri sebenarnya bukan hanya berada di industrinya saja tapi juga berawal dari hulu produksi baik industri kecil atau besar. Sehingga pihak yang berkaitan dengan proses produksi, pengolahan, distribusi, penyimpanan dan pengangkutan juga bertanggung jawab secara langsung terhadap keamanan mutu hasil perikanan.

Di hari yang sama, Syarif mencanangkan Gerakan Masyarakat Sadar Mutu dan Karantina Ikan di Meritus Hotel, Surabaya, Pencanangan gerakan masyarakat dalam rangka mendorong dan mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran agar menghasilkan dan memproduksi hasil perikanan yang sehat, bermutu dan aman dikonsumsi ini ditandai dengan pengukuhan FORUM PENINGKATAN SADAR MUTU DAN KARANTINA IKAN (FORMIKAN), yang diwakili oleh Adi Surya yang juga dikenal sebagai ketua Assosiasi Pengusaha Pengalengan Ikan Indonesia, Pemberian Sertifikat ISO 9001 kepada 9 Unit Pelaksana Teknis BKIPM yang telah mampu memberikan pelayanan berdasarkan standar internasional ISO dan Penyerahan Sertifikat HACCP kepada 5 Unit Pengolah Rumput laut yang telah menerapkan Sistem Jaminan Mutu dalam proses produksinya.

“Melalui forum ini kita ajak masyarakat sadar mutu dengan mengikuti aturan standar mutu, keamanan pangan, bahan-bahan tambahan dan akan bersinergi dengan Gemarikan dan forikan,” ungkap Adi Surya. Gerakan ini pada akhirnya akan mendorong orang untuk makan ikan juga dilihat dari kualitas yang bebas penyakit ikan dan mutu terjamin.

(sumber:bkipm)

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan