HP: 08122 6633 426 Surya Mina
KeluarTemukan Pembaharuan Kami di Facebook

Memanfaatkan Limbah Untuk Pakan Ikan Budidaya

Berbagai jenis limbah dihasilkan disekitar kita baik limbah rumah tangga, limbah industry, limbah perkebunan, limbah pasar dan lainnya. Dari limbah-limbah tersebut, terdapat limbah organic dan anorganik. Tentunya limbah organic yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengganti pakan ikan. Bahan utama pakan ikan adalah sumber protein baik dari protein hewani ataupun nabati. Untuk itu pemilihan jenis limbah untuk bahan pakan ikan tetap disesuaikan dengan kebutuhan protein yang berperan dalam pertumbuhan ikan.

ampas tahu untuk pakan ikan

ampas tahu

Beberapa limbah organik yang dapat digunakan sebagai bahan baku pakan ikan adalah sebagai berikut :

Ampas Tahu

Ampas tahu merupakan hasil ikutan dari proses pembuatan tahu yang banyak terdapat di Indonesia. Oleh karena itu untuk menghasilkan ampas tahu tidak terlepas dari proses pembuatan tahu.

Pembuatan tahu terdiri dari dua tahapan:

  1. Pembuatan susu kedelai
  2. Penggumpalan rotein dari susu kedelai sehingga selanjutnya tahu dicetak menurut bentuk yang diinginkan.

Ampas tahu yang juga berasal dari kedelai dimana kedelai merupakan salah satu sumber protein dan lemak yang baik, masih mengandung sejumlah protein dan nutrisi lainnya. Ampas tahu memiliki kandungan protein kasar 21% dan lemak kasar 10,49%.

Limbah pasar. Salah satu limbah pasar yang telah digunakan meluas sebagai pakan ikan pengganti adalah usus ayam. Namun limbah dari protein hewani lainnya kurang tersentuh, seperti isi perut ikan, kepala ikan dan ikan rucah yang tidak terjual. Limbah yang berasal dari ikan masih memiliki nilai protein tinggi berkisar 26%. Penggunaan limbah ikan sebaiknya didahului dengan perebusan agar tidak menimbulkan bau tidak sedap pada air budidaya ikan terutama pada budidaya air tergenang seperti pada kolam terpal.

Darah Ternak

Darah sapi dan unggas mempunyai kandungan nutrisi protein 71,45% dan lemak sebesar 0,42%. Untuk darah dianjurkan penggunaannya tidak lebih dari 10% pakan, karena tidak semua protein dalam darah dapat dicerna oleh ikan. Darah dimasak terlebih dahulu hingga mendidih dan membeku, setelah itu dikeringkan atau dapat langsung digunakan sebagai bahan pakan.

Tepung Daun Ubi Kayu

Tepung daun ubi kayu yang dikeringkan dengan sinar matahari mengandung protein 27,56 % dan lemak 10,25 %. Daun singkong perlu direndam air selama 6 jam, kemudian direndam air panas 3 menit sebelum dikeringkan atau digunakan sebagai pakan.

Tepung Biji Karet

Biji karet terdiri atas kulit luar yang keras dan intinya banyak mengandung minyak. Kandungan protein tepung biji karet mencapai 27% dan lemak 32%. Namun biji karet memiliki zat antinutrisi asam sianida sehingga perlu dilakukan perendaman air 24 jam atau perebusan untuk menghilangkannya.

Limbah Peternakan Unggas

Limbah peternakan ayam adalah ayam yang mati saat pemeliharaan. Ayam-ayam mati tersebut dapat digunakan sebagai pakan pada ikan carnivora semacam lele dan patin. Ayam dibakar terlebih dahulu untuk menghilangkan bulu-bulu dan melunakkan daging. Selanjutnya dapat digantung pada kolam pembesaran ikan.

Menekan Biaya Pakan, Meningkatkan Keuntungan

Memang membutuhkan tenaga lebih ketika memanfaatkan limbah dibandingkan menggunakan pakan ikan komersil yang tinggal dibeli dan ditebar. Namun terjadi penekanan biaya produksi melalui pengurangan biaya pakan yang otomatis meningkatkan margin keuntungan. Pakan tercukupi dan mampu swasembada pakan serta kesejahteraan meningkat bagi pembudidaya ikan member harapan perekonomian selain tambang timah. Semoga tulisan ini bermanfaat sebagai salah satu bentuk tanggungjawab kami melakukan penyuluhan kepada masyarakat Bangka Belitung khususnya pembudidaya ikan.

(sumber: ardiansyah.ubb.ac.id)

analisa usaha budidaya ikan air tawar
HP: 08122 6633 426 Surya Mina