Mantan Penebang Liar Sukses Dengan Usaha Budidaya Ikan Nila

Jorong Mangunai, Kenagarian Ampalu adalah salah satu daerah di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten 50 Kota Provinsi Sumatera Barat yang dikelilingi perbukitan. Sebagai hutan hujan tropis perbukitan didaerah ini terdiri atas berbagai jenis pohon yang bernilai ekonomis tinggi. Sekitar 200 kepala keluarga yang menghuni daerah ini bermata pencaharian sebagai petani sawah, perkebunan (berladang) gambir dan beberapa orang diantaranya pada tahun 1990-an pernah menjadi perambah hutan atau penebang liar. Pekerjaan sebagai penebang liar terpaksa dijalani masyarakat karena tuntutan ekonomi keluarga yang belum diiringi dengan pendapatan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan.

Foto bekas illegal logging untuk budidaya nila

Pada dasarnya pekerjaan sebagai penebang liar dirasakan masyarakat sangat berat dan beresiko sangat besar serta berdampak tidak baik bagi lingkungan hidup. Dengan diterbitkannya UU Nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan, maka kegiatan penebangan liar dan perambah hutan sangat ketat diawasi untuk mengurangi tingkat kerusakan hutan di kawasan ini. Akibatnya sebagian masyarakat yang menggantungkan ekonomi keluarganya pada hutan kehilangan sumber pendapatan.

Memulai Usaha Budidaya Ikan Nila

Tekanan ekonomi keluarga menuntut masyarakat Jorong Mangunai untuk kreatif mencari sumber pendapatan. Sadar akan potensi daerah yang ada, maka usaha pembudidayaan ikan menjadi alternatif mata pencaharian setelah kegiatan penebangan liar mulai dilarang. Jorong Mangunai sebagai bagian dari Nagari Ampalu dilewati aliran Sungai Baliek Sari, karena dilingkari kawasan perbukitan maka air sungai ini mengalir sepanjang tahun. Disamping itu terdapat areal pertanian dan tanaman palawija yang tidak termanfaatkan. Budidaya ikan nila di kolam adalah usaha pembudidayaan ikan yang menjadi pilihan, lahan yang tidak produktif dirubah menjadi petak-petak kolam. Untuk mengembangkan usaha budidaya ikan nila ini, maka masyarakat menghimpun diri kedalam Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan Nirwana) yang terbentuk pada bulan Januari tahun 2010.

Semangat kebersamaan makin terpupuk subur dengan terbentuknya pokdakan ini. Hal ini ditunjukkan dengan semangat gotong royong, kolam-kolam budidaya ikan nila dibangun dari satu kolam ke kolam berikutnya. Selama perjalanannya jumlah anggota Pokdakan Nirwana ini berubah-ubah karena ada penambahan anggota baru dan ada juga pengurangan anggota yang pindah (merantau) ke daerah lain. Pada awal beroperasi pada tahun 2010, jumlah anggota Pokdakan sebanyak 10 orang, dengan jumlah kolam sebanyak 4 unit.

Gotong Royong sebagai Modal Sukses

Sesuai dengan petuah masyarakat Minang bahwa ringan sama dijinjing – berat sama dipikul serta duduk sendiri bersempit-sempit dan duduk bersama berlapang-lapang mengandung makna kebersamaan dan gotong royong akan meringankan beban dan pekerjaan. Karena keterbatasan modal yang dimiliki maka untuk menekan biaya membangun kolam Pokdakan Nirwana dengan semangat kebersamaan yang tinggi melakukan pembuatan petakan kolamnya secara bergotong royong. Semua anggota kelompok secara bersama-sama pada hari dan waktu yang disepakati menyempatkan diri untuk hadir dan aktif untuk menggali dan membuat kolam.

PUMP PB Mendorong Perkembangan Usaha

Pada awal tahun 2011 jumlah kolam yang dimiliki Pokdakan Nirwana adalah 32 unit, setelah menerima BLM PUMP PB saat ini sudah bertambah menjadi 100 unit. Dengan adanya bantuan ini usaha budidaya ikan nila yang dilakukan makin berkembang dan mengaplikasi tekologi anjuran, seperti penggunaan pakan, benih unggul dan obat ikan, kimia dan bahan biologi yang sesuai aturan. Disamping itu sebagian ikan hasil budidaya dipilih dan disiapkan pembudidaya sebagai calon induk usaha pembenihan ikan nila.

Perkembangan usaha budidaya ikan nila yang dilakukan anggota Pokdakan Nirwana ini juga menstimulasi masyarakat sekitar kenagarian ini untuk turut melakukan usaha budidaya ikan dan membentuk kelompok pembudidaya. Saat ini sudah terbentuk 4 pokdakan baru di Kenagarian Ampalu yaitu kelompok Mangunai Membangun dengan usaha lele terpal, Fajar Mangunai dengan usaha pembesaran nila, kelompok Arwana dan Pelangi Minang.

Sukses sebagai Pembudidaya Ikan Nila

Wajah sumringah ditunjukkan pembudidaya ikan anggota Pokdakan Nirwana ketika diminta untuk menyampaikan perkembangan usahanya saat ini. Bapak Daruamis adalah salah seorang diantaranya dengan modal awal Rp. 10 juta dari bantuan PUMP PB membangun kolam untuk budidaya ikan nila. Hasil yang dicapai setelah 1,5 tahun menjalankan usaha, asset yang dimiliki Bapak Darmawis mencapai lebih dari Rp. 100 juta. Memperhatikan perkembangan usahanya, beliau juga menyatakan saat ini menekuni usaha pembudidayaan ikan sebagai mata pencaharian utamanya.

Peningkatan pendapatan setelah menerima BLM PUMP PB juga terlihat nyata seperti dinyatakan Ketua Pokdakan Nirwana yaitu Bapak Mawar, dari pendapatan awal rata-rata Rp. 950.000 per bulan meningkat menjadi rata-rata Rp. 2,3 juta per bulan.

Pada tahun 2011 kelompok Nirwana merupakan salah satu calon lokasi yang dijadikan contoh untuk pokdakan yang menerapkan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) di Kabupaten Lima Puluh Kota. Peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pembudidaya anggota Pokdakan Nirwana juga diiringi dengan dinamika kelompok, pada tahun 2012 pokdakan ini terpilih sebagai Juara I lomba kinerja pokdakan tingkat Kabupaten 50 Kota.

Kegiatan Pokok Kelompok

Dari pertama kelompok ini berdiri, usaha yang dilakukan adalah pembesaran ikan nila nirwana, namun pada awal Januari 2011, kelompok ini mulai mengembangkan usaha berupa pembenihan ikan nila, ikan mas, dan ikan lele. Setelah kelompok ini mendapatkan bantuan PUMP PB maka usaha yang dikembangkan disesuaikan dengan RUK yang diajukan, yaitu pembesaran ikan nila. Jumlah benih yang ditebar sebanyak 60.800 ekor yang dibagikan kepada 13 orang anggota kelompok, dengan padat tebar 10 ekor/m. Konversi pakan kelompok adalah 1: 1,16, artinya untuk menghasilkan 1 kg daging ikan, diperlukan pakan sebanyak 1,16 kg.

Sedangkan komponen yang dibiayai antara lain: perbaikan kolam, pembelian peralatan budidaya, pembelian benih, dan pembelian pakan.

Kemitraan

Kelompok Nirwana telah bermitra dengan pokdakan Larasati di Kelurahan Koto Nan IV Payakumbuh Barat, Kelompok Usaha Bersama Mungo, dan juga menjalin kerjasama dengan perorangan, antara lain dari Mungo, Padang Belimbing, dan dari Bangkinang. Saat ini pengurus kelompok telah mengajukan permohonan kredit dari PT. Semen Padang.

Selama ini masyarakat hanya mengetahui program PNPM Mandiri Pedesaan, namun untuk sekarang masyarakat telah mengetahui bahwa pada Kementerian Kelautan dan Perikanan juga ada PNPM KP yang bertujuan membantu pembudidaya ikan, penangkapan dan pengolahan. Dengan adanya bantuan PUMP PB di kelompok Nirwana, masyarakat ikut mendukung program tersebut dengan ikut berpartisipasi dan antusias, baik saat panen maupun saat penyuluhan dan pendamping PUMP oleh PPTK dan petugas dinas.

(sumber: djpb.kkp.go.id)

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan