Manisnya Budidaya Ikan Lele, Tidak Rumit dan Hasilnya Luar Biasa

Memilih usaha budidaya ikan tidak harus diawali dengan jenis ikan yang bersifat mewah yang menjanjikan untung besar, seperti ikan mujaher, kakap, gurami, mas atau patin. Dengan budidaya ikan lele pun, hasilnya juga tidak kalah bonafit dan menjanjikan keuntungan besar.

Ikan lele banyak dikonsumsi orang dan mudah untuk mendapatkannya. Di setiap pasar tradisional biasanya selalu ada yang menjual ikan lele dalam keadaan hidup. belum lagi warung makan yang bertebaran di pinggir-pinggir jalan biasanya juga menyediakan ikan lele sebagai salah satu menunya.

keuntungan budidaya ikan lele

Seperti yang dialami Sawiji, salah satu peternak lele di Dukuh Tempel, Desa Krikilan, Kecamatan Masaran, Sragen ini. Usaha ternak lelenya bukan saja bisa menyetok warung-warung yang ada di Sragen, tetapi sudah merambah Jakarta.

Kendati untuk mencapai itu Sawiji harus membutuhkan modal yang lebih besar untuk mengembangkannya, tapi hasil yang diperoleh juga menjanjikan. Menurutnya, masa panen ikan lele lebih singkat dibanding jenis kan lainnya. Misalnya ikan gurami baru bisa dipanen sekitar 8 bulan, kalau ikan lele sudah bisa dipanen sekitar 50 hari.

Sawiji menerangkan, budidaya lele tidak direpotkan dengan masalah air. Karena daya tahan ikan lele sangat baik, asal air selalu penuh dan cukup pangan, lele bisa hidup. agar mendapatkan keuntungan ikan yang dipelihara minimal berjumlah 10.000 ekor. Jumlah ikan sebanyak itu butuh pakan sebanyak 35 karung yang bisa dipakai hingga panen. Setiap karung berisi pakan seberat 30 kg. Harga pakan perkarung sekitar Rp 160.000.

“Pakan bisa diatasi dengan oplosan pakan yang berasal dari jerohan ayam. Harganya cuma Rp 1.500/ kg. Jerohan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pakan lele selama satu setengah hari,” katanya, kemarin.

Harga jual ikan lele di tingkat petani saat ini adalah Rp 11.000 / kg. Setiap kolam bisa menghasilkan ikan lele seberat 7 hingga 8 kwintal. Namun demikian, kondisi pasar ikan lele mamang cenderung tidak stabil bila dibanding dengan kondisi pasar ikan jenis lain. Kadang-kadang harganya naik sangat tinggi, tapi kadang merosot.

Sawiji mengungkapkan, jangan jual lele pada bulan-bulan yang tidak ada huruf R-nya seperti bulan Mei, Juni, Juli, dan Agustus. Sebab, pada bulan-bulan tersebut banyak petani lele yang mengobral lelenya dengan harga murah. Alasannya, mereka sangat butuh biaya untuk keperluan sekolah anak-anak mereka. Harga jual ikan lele akan mencapai puncak termahal pada bulan Januari. Sebab, pada waktu itu pasokan ikan lele cenderung berkurang.

(sumber: timlo.net)

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan