Manfaatkan Kolam Kecil, Subari Raup Untung Dengan Budidaya Nila di Balikpapan

Selain dapat menambah pendapatan, memiliki kolam ikan bisa menghilangkan kejenuhan, hasilnya pun cukup lumayan untuk menambah penghasilan. Hal tersebut dirasakan oleh Subari, Ketua RT 10 Kelurahan Prapatan, Balikpapan. Subari dapat membudidayakan ikan nila meskipun hanya mempunyai kolam yang ukurannya terbilang kecil, yaitu 4 x 6 meter. Bahkan hasil dari kolam kecil yang sudah dikelolanya dalam setahun terakhir tersebut, memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Saat ini banyak masyarakat lebih memilih budidaya ikan lele, dengan alasan lebih cepat besar dan sudah bisa dipanen dalam jangka 2 bulan. Namun, jika dilihat di pasaran, ternyata harga ikan nila bisa mencapai Rp 40 ribu perkilogram. Subari sendiri memilih tetap bertahan dengan budidaya ikan nila, yang menurutnya selalu dipanen setiap 4 bulan.
“Memang ikan lele bisa panen setiap 2 bulan, sedangkan ikan nila baru bisa dipanen setiap 4 bulan. Namun ikan nila memiliki harga 2 kali lipat dari ikan lele. Ikan lele di pasaran dihargai Rp20 ribu,sedangkan ikan nila dijual Rp40 ribu,” kata Subari kepada Balikpapan Pos.

Cara termudah untuk memelihara ikan nila, kata Subari,adalah menggunakan kolam tanah. Karena humus tanah bisa menjadi makanan tambahan bagi ikan nila. Tetapi jika hendak kolam yang menggunakan terpal, maka makanannya dan ukuran kolam perludiperhatikan.

“Ikan nila kolamnya harus lebar,jika ukuran 4×6 meter maksimalnya hanya 1.000 ekor. Jika kolam ukurannya hanya 2×3 meter, maka ikannya cukup 500 ekor saja,” jelas Subari sembari memberi makan ikan-ikannya yang sebentar lagi bakal dipanen.

Untuk airkolam, Subari menerangkan, jika menggunakan air hujan,maka harus didiamkan selama satu minggu, agar kandungan zat-zatnya bisa turun. Kolam juga perlu diberi pribiotik untuk membuat steril air. “Jika semua sudah dipersiapkan,masukkan ikan sesuai dengan ukuran kolam tadi,” papar pria berkacamata ini.

Subari juga menjelaskan, pemberian pakan ikan haruslahteratur, jangan sampai telat. Karena pertumbuhan ikan melalui banyaknya pakan yang diberikan, termasuk yang perludiperhatikan. Disebutkan pula, kandungan gizi dari pakan ikan harus jelas, baikprotein dan lemaknya.

“Kandungan gizi ikan sangat berpengaruh, biasanya khusus ikan nila harga akan mencapai Rp289 ribu perkarungnya,” ungkapnya.

Setelah 4 bulan bisa dipanen, pemasaran ikan nila tidaklah sulit. Banyak pedagang yang langsung membeli pada pembudidaya,karena harganyalebih rendah dan ikannya pun pasti masih segar. Biasanya pedagang membeli Rp35 ribu perkilogram.

“Pantang menyerah dan bersabar adalah kunci pembudidayaikan. Jika diseriusin bisa menjadi mata pencaharian,” pungkasnya.

(sumber:balikpapanpos)

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

8 komentar untuk "Manfaatkan Kolam Kecil, Subari Raup Untung Dengan Budidaya Nila di Balikpapan"

  1. ahmad says:

    bos.kalo dimakassar ada agen ato reseller tidak? saya pengen coba budi days nil a. trims

  2. rizka says:

    kira kira bisa panen brpa bulan ya….? kalo ini bibitnya udah sebesar jari kelingking.

  3. faisal says:

    saya juga ingin pelihara ikan di kolam sawah bagaimana .emulainya?

  4. dani says:

    Boleh coba tuh.. Lumayan banrt ea

  5. Novicky.sugar says:

    Assalam…. Pa’ dngan bibit 1000 ekor… Kira” pakanx hbis brp bnyak hingga waktux panen…?? Maksih… Trus lbh spesifik lg jenis pakan apa yg hrus dbrikan… Maklum pa’… Msh pemula…

  6. arie says:

    pak kira2 untuk 1000 benih habis berapa sak pakan jika sampai panen? dengan pakan tambahan daun daunan.. terimakasih

Tinggalkan Pesan