LPPNU NTT Adakan Pelatihan Pembuatan Abon Ikan

Lemmbaga Pengembangan Pertanian Nadhlathul Ulama (LPPNU) Nusa Tenggara Timur memberikan pelatihan kepada 30 perserta dari kelompok masyarakat Manikin Kabupaten Kupang Kecamatan Kupang Tengah. Pelatihan ini merupakan perdana untuk kali pertama dan merupakan kegiatan perdana.

gambar abon ikan

Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) NTT, melalui Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPPNU) NTT, mengadakan pelatihan pengolahan Ikan Siap saji Rabu (31/7) di Hotel Kelimutu. Pelatihan bertemakan ”Pengoalahan Ikan Siap saji” ini, mendapat dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Kupang dan PWNU NTT, Rais Surya.

Ketua MUI NTT Drs. H. Abdul Kadir Makarim, dalam sambutan pembukaan pelatihan budidaya Ikan Laut Menjadi Produksi siap Saji, mengatakan program yang datang ke NTT perlu ada perjuangan adanya program-program seperti ini, karena melalui lobi-lobi antara pimpinan wilayah maupun LPPNU yang bangun komunikasi sendiri, kepada Kementrian Daerah Tertinggal.

Menurut Makarim, pelatihan pengolahan ikan ini, bukan saja hanya umat Muslim tetapi ikut libatkan semua unsur untuk sama-sama membantu mengolah ikan supaya ikan bisa siap disaji.

Walaupun program ini diprioritas kepada umat Muslim yakni warga NU yang ada di Kabupaten Manikin, tetapi kita harus berbaur kepada semua umat. Saling berbagi sesama diantara kita. NU tetap membuka kepada siapa saja.

Kegiatan ini bertujuan untuk bisa mengetahui secara sistimatis pengeloahan ikan secara baik, tentu dalam konteks Majelis Ulama akan melakukan pengecekan dalam halalan taiban.Saya berharap program ini, bisa membantu ekonomi keluarga, dan bisa menyelesaiakn permasalahan pengangguran, walaupun hanya 30 orang yang diberikan pendidikan dan pelatihan tetapi kedepan harus dikembangamn seluas-luasnya.

Bidang Pengawasan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan DKP Kabupaten Kupang Y. B. Kasdianto menilai, bahwa lembaga ini terus membina kelompok-kelompok yang sudah terbentuk.
“banyak kelompok yang sudah kita bantu tetapi, kadang kelompok yang menerima bantuan dari pemerintah tidak bermutu. Maka saya menilai kemacetan disetiap kelompok bantuan pemerintah berakibat dari manajemen”, tuturnya

Lebih lanjut ia katakan Ini semua berangkat dari kesadaran setiap kelompok. Sehingga kekurangan yang kita alami kita harus melengkapi demi memajukan program bantuan pemerintah.

Dia juga menceritakan, bahwa untuk Kabupaten Kupang telah diserahkan beberapa bantuan kepada kelompok melalui berbagai bantuan baik itu kepada masyarakat maupun kepada kelompok mahasiswa.

Dia berharap setelah berhasil, abon hasil olahan ini akan disesuaikan dengan salera para pengguna atau kebutuhan pasar.

Ketua LPPNU NTT, Faizal Makarim mengatakan, kegiatan ini didasarkan oleh keputusan LPPNU NTT dengan melibatkan semua unsur yakni melibatkan keluarga kita yang dari non muslim.

Dikatakan Faizal, dari program ini kalau kelompok-kelompok berjalan bagus, maka akan mendapatkan anggaran lanjutan dari kementrian untuk pengembangan. Program ini hanyalah sebagai awal dalam pengolahan ikan siap saji, dan jika perkembangannya bagus maka akan dikembangkan lagi dengan bantuan dari kementerian untuk pemberdayaan masyarakat dan kelompok.
(sumber: suryainside)

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan