Kendari – Bisnis Ikan Air Tawar Menggiurkan

Bisnis budidaya ikan air tawar kian menggiurkan di Kendari, seiring dengan hal tersebut Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan Perikanan (P2MKP) Nila Kendari kembali memberikan pelatihan kepada pembudidaya ikan air tawar. Ketua Pengelola P2MKP Nila, Lasarus Oktovianus Kilykily mengungkapkan pelatihan yang dilaksanakan 22-25 Maret diberikan pada 20 pembudidaya ikan air tawar yang tergolong pemula. “Sebagian besar dari mereka baru memiliki usaha, sudah punya tempat tapi masih perlu suntikan ilmu agar usaha ikan air tawarnya bisa berjalan baik,” ujarnya.

Selama empat hari itu, materi seputar pembenihan hingga pembesaran ikan nila dan gurame diberikan. Namun bukan hanya dua jenis ikan ini, pembenihan ikan emas, lele, dan bawal juga kerap dilontarkan kepada peserta, sehingga secara umum ia memberikan materi mengenai semua jenis ikan yang ada di kolam pembenihan dan pemancingan miliknya.

Pelatihan ini benar-benar diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan peserta sehingga ke depan bisa meningkatkan taraf hidup nelayan. Bahkan usaha mereka bisa terdaftar seperti P2MKP milik Lasarus.

Di kesempatan ini, hadir pula dua supervisi dari Kementrian Kelautan dan Perikanan Ambon, Fajar Ren dan Helmi F Ponalya. Seperti diketahui, Kementrian Kelautan dan Perikanan Ambon mencakup wilayah kerja di lima provinsi yakni Maluku, Maluku Utara, Sultra, Papua, dan Papua Barat. “Kami melatih untuk empat bidang yakni budidaya ikan air tawar dan laut, penangkapan ikan, pemesinan, pengolahan, dan konservasi, dengan sasaran adalah pembudidaya yang masih pemula,” ujar Helmi F Ponalya.

Namun untuk di Kendari hanya UPR kolam pemancingan Nila yang telah terdaftar di Kementrian pusat dan sudah memiliki sertifikat sehingga memenuhi syarat untuk memberikan pelatihan P2MKP. Kolam pemancingan Nila yang bertempat di Kelurahan Tobuuha itu memang bukan hanya menyediakan ikan air tawar siap kosumsi, tapi juga pembenihan yang mencukupi kebutuhan para pembudidaya ikan. Sayangnya, kolam pemancingan dengan 36 petak ini masih alami dan belum ditanggul. Meski begitu, dua supervisor yang berkunjung optimis peserta bisa memetik ilmu dari pelatihan ini sehingga bisa mengembangkan usahanya dan bisa mandiri.

(sumber: kendarinews)

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan