Kembangkan Budidaya Ikan Air Tawar, KKP Bantu Ekonomi Masyarakat

Peluang usaha budidaya ikan air tawar yang terbuka lebar, khususnya patin, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara aktif terus mendorong pengembangan perikanan budidaya ikan air tawar yang dapat menjadi alternatif kegiatan usaha masyarakat.

pengolahan ikan nila

“Untuk mendukung upaya tersebut, KKP tengah menyiapkan berbagai kebijakan dan strategi agar kegiatan usaha perikanan budidaya semakin efektif dan efisien,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutradjo di Desa Sumber Rejo, Kota Gajah, Lampung Tengah, Senin (7/1/2013).

Saat memberikan sambutan dalam acara temu wicara dan panen patin ini, Sjarif mengatakan di dalam kegiatan usaha perikanan budidaya perlu sebuah upaya nyata dalam menekan biaya produksi serta meningkatnya kualitas mutu daging patin yang memenuhi persyaratan pasar ekspor.

Sjarif pun menuturkan dirinya terus mendorong lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan baik dari perguruan tinggi maupun dari lingkup KKP agar terus mengembangkan kajian teknologi terapan untuk menekan biaya produksi terutama penggunaan pakan dan benih unggul.

Dalam kesempatan tersebut, Sharif menyampaikan apresiasinya terhadap kelompok pembudidaya ikan patin yang telah mampu membuat pakan ikan mandiri berbasis bahan baku lokal, sehingga dapat menekan ongkos produksi.

“Langkah efisiensi budidaya patin lainnya dapat dilakukan dengan melakukan budidaya secara terintegrasi dari hulu sampai dengan hilir. Langkah ini mampu mengoptimalkan dari semua bagian ikan patin yang dihasilkan untuk mendapatkan ragam produk mulai dari daging fillet patin, tepung ikan dari tulang dan kepala ikan patin, serta produk lainnya,” urainya.

Sejak 2012 KKP telah menetapkan empat komoditas industrialisasi yaitu udang, bandeng, rumput laut dan patin sebagai model percontohan industrialisasi perikanan budidaya. Keempat komoditas tersebut dinilai memiliki potensi pengembangan yang cukup besar.

Namun demikian, komoditi potensial lainnya seperti; nila, lele, kerapu, dan kakap akan terus dikembangkan berdasarkan konsep industrialisasi. Kegiatan usaha budidaya patin telah mengalami kemajuan pesat, terutama di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Berkembangnya budidaya patin ditopang oleh sumber daya perairan berupa sungai, danau, waduk maupun perkolaman, serta potensi masyarakat yang memang suka mengkonsumsi ikan patin. Beranjak dari hal tersebut, maka capaian target produksi patin secara nasional sebesar 651.000 ton sangat signifikan untuk digapai dengan peran serta masyarakan dalam budidaya ikan air tawar.

(sumber: esq-news)

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan