Kebutuhan Ikan Lele di Kupang Sangat Tinggi

Tidak hanya ikan dari laut yang menjadi primadona konsumsi masyarakat Kupang, saat ini Pemkot Kupang memiliki data bahwa tingkat kebutuhan ikan lele sangat tinggi di Kupang.

Fakta ini disampaikan Kadis Kelautan dan Perikanan Kota, Thom Ga, di Kupang, (12/6). “Selain kita berupaya untuk melaksanakan pengembangan ikan laut, Pemkot juga kembangkan ikan air tawar. Karena masyarakat Kota Kupang sangat membutuhkan. Tingkat kebutuhan lele di Kupang sangat tinggi.

Kami berterima kasih atas kepedulian berbagai pihak yang sudah membantu,” ujarnya ketika memberi sambutan pada acara penaburan benih ikan lele di Kelompok Tani Tunas Mulia, di Kelurahan Bakunase, dan penyerahan benih ikan lele yang dilakukan Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Setya Novanto, di kolam ikan milik kelompok El Shadai yang dipimpin Pdt. Paul Medi.

Hadir saat itu, Setya Novanto dan istri, Deisty Astriani Novanto, Dirut NC Kupang, Mohammad Ansor, Lurah Bakunase, Rince Kase, Ketua LPM Bakunase, Salmun Adoe, dan puluhan anggota kelompok tani.

Kendati demikian, kata Thom Ga, ada juga kendalanya, yakni lahan yang sangat terbatas, sehingga Pemkot sulit berapresiasi. “Kita juga mau bantu masyarakat untuk usaha pake terpal, memelihara ikan lele. Ada beberapa lokasi yang kita bantu pake dana PUM, mereka kembangkan pakai terpal,” sebut Thom.

Lurah Bakunase, Rince Kase, menambahkan, Kelurahan Bakunase memiliki potensi sangat besar, khusus untuk budidaya ikan air tawar. Karena, alamnya sangat menunjang. “Budidaya ikan air tawar di Bakunase sudah banyak memberi manfaat bagi masyarakat Bakunase, dimana hampir 70 persen adalah petani dan peternak,” ungkapnya.

Sementara Pdt. Paul Medi menjelaskan, ketika memulai budidaya, agak sulit memotivasi orang, karena banyak yang tidak suka. Tapi setelah dicoba, kini banyak yang berhasil. Dan, Bakunase sekarang menjadi ikon budidaya ikan air tawar. Pernyataan itu ada benarnya, karena saat ini, terdapat 33 kelompok budidaya ikan lele di Bakunase, belum termasuk yang di luar Bakunase. “Kami ingin masyarakat memelihara ikan lele, sekalipun dengan terpal saja, tidak apa-apa. Malah banyak yang sudah sukses,” katanya seraya menambahkan, benih lele didatangkan dari Jawa.

Sedangkan Setya Novanto menjelaskan, dirinya memberi apresiasi terhadap usaha yang sudah dirintis kelompok Tunas Baru dan El Shadai. “Ketika saya beri makan lele-lele tadi, saya kaget. Koq besar sekali.

Saya ingat sekali, karena ketika lima tahun lalu saya tidak punya anak, yang saya makan tiap hari itu lele. Karena katanya punya hormon tinggi. Saya sampe bosan. Tapi karena ingin punya anak, saya makan terus. Saya bersyukur punya anak empat karena lele,” ujarnya. Dia berharap semua orang tahu manfaat ikan lele, karena ikan ini mengandung banyak zat yang berguna bagi tubuh.

Bakunase kata Setya, layak dijadikan sebagai ikon kelurahan yang berhasil membudidayakan ikan air tawar. “Saya sebagai ketua fraksi Golkar, tadi juga saya sudah menghubungi rekan-rekan di komisi lain, untuk mengalokasikan bantuan ke Kota Kupang.

Kita berharap, bantuan-bantuan ini dapat memberi solusi bagi usaha masyarakat kita,” ujar Novanto. Menurutnya, jika ikan lele dikembangkan dengan baik, bukan tidak mungkin pangsa pasar di Kota Kupang bisa dilirik.

(sumber: Timor Express)

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan