Kabupaten Rokan Hulu Hanya Mampu Produksi Ikan 7 Ton Per Tahun

Kebutuhan ikan konsumsi di Kabupaten Rokan Hulu tidak dapat sepenuhnya diproduksi dari wilayah itu sendiri. Hingga tahun 2013, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Rokan Hulu masih mensubsidi ikan dari luar daerah sebanyak 10 ton per tahun, sebab daerah sendiri baru mampu memproduksi ikan 7 ton per tahun.

Kepala Disnakan Rohul Ir. Marjoko, menjelaskan, produksi 7 tahun per tahun meliputi hasil pembudidayaan ikan 4 ton, dan hasil tangkapan masyarakat di alam liar 3 ton.

Menurutnya, meski Kabupaten Rohul masih minim potensi ikan, namun Disnakan terus berupaya meningkatkan produksi ikan dengan rutin memberikan bantuan benih bibit ikan kepada kelompok tani terdiri benih bibit ikan nila, lele, patin dan benih ikan mas.

“Kebutuhan ikan di Rohul per tahun mencapai 17 ton, sementara produksi ikan lokal baru 7 ton per tahun. Untuk itu kita masih memasok kekurangan kebutuhan ikan sebesar 10 ton per tahun dari luar daerah,” kata Marjoko di Pasirpangaraian, Rabu (18/9/2013).

Mengantisiapasi kekurangan kebutuhan ikan, jelas Marjoko, Disnakan terpaksa memasok sebagian besar ikan dari luar daerah seperti dari Kabupaten Kampar berupa ikan nila, ikan mas dan ikan air tawar.

Sedangkan dari sejumlah daerah di Provinsi Sumatra Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) pasokan ikan berbagai jenis ikan bersumber dari air asin atau laut.

Marjoko mengakui, Disnakan Rohul sedang berupaya meningkatkan produksi ikan dengan memprogramkan pembudiyaan ikan lele menggunakan terpal atau disebut kolam ikan terpal. Ikan lele dipilih, karena banyak masyarakat Rohul sudah mulai gemar mengkonsumsinya.

“Permintaan ikan lele datang dari pedagang nasi pecel lele atau pedagang nasi uduk. Sebab itu, pembudidayaan lele dilakukan oleh kelompok tani ikan sudah dibentuk. Mereka akan kita beri bantuan bibit ikan per kelompok,” ujarnya.

Ungkapnya, melalui program Disnakan Rohul, sekitar 24 ribu benih bibit ikan termasuk pakan ikan 3,25 ton turut diberikan kepada kelompok petani ikan. Program itu sendiri baru berjalan di lima kecamatan dari 16 kecamatan yang ada terdiri di Kecamatan Rambah, Kepenuhan, Rokan IV Koto, Bangunpurba, dan Tambutasi Utara.

Sementara, Kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Disnakan Rohul Emrison menjelaskan, dalam mendukung program swasembada ikan, saat ini Balai Benih Ikan (BBI) Rambah sudah memiliki 40 kolam ikan mulai dari kolam pembenihan, pembibitan, termasuk kolam pembudiyaan ikan Nila, Lele, Patin dan Ikan Emas.

Pada tahun ini, diperkirakan BBI Rambah juga akan melakukan pembenihan ikan dengan menggandeng kelompok tani dengan target benih ikan mencapai 2 juta ekor. Namun, kata Emrison, BBI Rambah saat ini sedang mengalami kendala pengairan. Pasalnya, irigasi induk dalam perbaikan oleh pihak Provinsi Riau.

Kendala lain dihadapi Disnakan Rohul, menurutnya juga masalah belum tersedianya listrik PLN di dua BBI yang dimiliki Pemkab Rohul yakni BBI Rambah dan BBI Roka IV Koto. Hal itu berdampak besar terhadap cost operasional yang dikeluarkan pemerintah daerah per tahun.
(sumber: Riauterkini)

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan