IPB Temukan Cara Deteksi Ikan Tahan KHV

Peneliti dari Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat, menemukan teknologi baru cara mendeteksi ikan dari serangan virus Koi Herpes (KHV) yang mewabah sehingga dapat mencegah kematian massal pada ikan akibat virus tersebut.

“Kami menemukan cara sederhana (menggunakan analisis PCR) untuk memilih ikan mas yang tahan infeksi KHV yakni ikan mas yang memiliki Cyca-DAB1*05 (MHC II) sebagai penanda molekuler,” kata Dr. Ir. Alimuddin Peneliti dari Departemen Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, dalam siaran persnya di Bogor, Sabtu (27/4).

Alimuddin menjelaskan bahwa Cyca-DAB1*05 (MHC II) adalah penanda molekuler potensial yang bisa digunakan untuk membantu menyeleksi ikan dalam meningkatkan resistensi ikan mas dari KHV. Inovasi ini merupakan metode sederhana untuk memilih ikan mas tahan infeksi KHV melalui marka molekuler.

Kelebihan lain inovasi ini adalah kemudahan untuk diaplikasikan oleh laboratorium yang memiliki fasilitas PCR dan elektroforesis DNA.

Dengan demikian, pembenih ikan mas dapat memilih calon induk ikan yang tahan infeksi KHV untuk dipelihara, dan biaya untuk memproduksi induk bisa diminimalkan.

Wabah virus KHV pernah terjadi tahun 2002 menyerang ikan mas (dan koi) di Indonesia. Sejak munculnya wabah tersebut tidak dapat hilang dari tubuh ikan dan selalu berulang, terlebih pada musim hujan. “Virus KHV ini aktif pada suhu air 18-27 derajat celcius yang mengakibatkan kematian massal bagi ikan,” kata Alimuddin.

Lebih lanjut dijelaskanya, ciri ikan yang terkena KHV dilihat dengan mata awam ada pada insangnya yang berwarna putih. Kalau insang sudah putih maka tinggal tunggu waktu dan jika sudah terserang maka populasi ikan ditambak akan habis.

Umumnya serangan KHV terjadi pada musim peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan. Wilayah Jawa Barat menjadi daerah yang rentan dengan virus ini karena memiliki intensitas hujan tinggi, dengan suhu 20 – 22 derajat celcius.

“Perlu diwaspai oleh penambak ikan mas. Bahkan sekarang sudah diindikasikan, suhu 25 derajat celcius sudah muncul serangan, kemungkinan KHV sudah menyesuaikan diri,” katanya.

(sumber: antara)

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan