Ikan – Ikan di Waduk Cengklik Mati Karena Terserang Jamur

Ikan – ikan di Waduk Cengklik, Ngemplak, Boyolali kembali mengalami kematian dengan jumlah yang cukup banyak. Kematian ikan ini diduga akibar dari cuaca buruk, dimana air waduk terlalu dingin. Kondisi ini diperkirakan akan terjadi hingga bulan Agustus mendatang. Kematian ikan di karamba sebelumnya pernah terjadi di akhir tahun 2012 lalu, dimana ribuan ikan terutama jenis nila mati setiap harinya. Hal itu diakibatkan cuaca ekstim, dimana hujan yang terus menerus turun mengakibatkan endapan waduk meluap. Kondisi ini mengakibatkan ikan kekurangan oksigen dan keracunan.

waduk cengklik boyolali

waduk cengklik boyolali

Hingga Rabu (3/7), kematian ikan masih terjadi. Ikan yang mati kebanyakan jenis tombro, koi dan nila. Kematian ikan berlangsung sangat cepat. Sebelum mati, di tubuh ikan terdapat jamur. Bila tidak segera diobati, hanya dalam kurun waktu dua hari, ikan akan mati.

Salah satu petani karamba Waduk Cengklik, Umar, mengaku hingga saat ini kematian ikan masih terjadi di karamba miliknya. Diakui, penyakit jamur yang menjangkiti ikan-ikanya saat ini hanya diobati dengan antibiotik. Meski bisa terselamatkan, namun kematian masih ada setiap harinya. Parahnya lagi, jamur ini mudah menular ke ikan yang lain. “Banyak yang mati, di tubuhnya ada jamur, seperti melepuh, tiap hari ada yang mati,” ungkap Umar.

Kondisi tersebut mengakibatkan kerugian yang sangat besar, mengingat saat ini harga ikan jenis tombro sedang naik. Perkilogram ikan tombro bisa mencapai Rp 25 ribu hingga Rp 40 ribu. Sedangkan untuk ikan koi harganya mencapai Rp 350 ribu hingga Rp400 ribu perkilogramnya.

(sumber: timlo.net)

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan