Ikan Gurami Sebagai Ikan Budidaya

Ikan gurami terkenal di Indonesia karena rasanya yang khas dan dapat diolah menjadi aneka jenis masakan yang enak untuk dimakan. Ikan gurami (Osphronemus goramy Lac.) merupakan salah satu jenis ikan konsumsi yang cukup populer di Indonesia. Ikan ini dikenal memiliki daging yang tebal dan gurih serta metode pemeliharaan yang relatif mudah sehingga ikan gurami banyak dibudidayakan di Indonesia sebagai salah satu alternatif sumber protein yang sehat.

Disamping itu, secara komersial ikan gurami termasuk ikan air tawar yang bernilai ekonomis tinggi karena memiliki nilai jual yang tinggi dan relatif stabil serta permintaan ikan ukuran konsumsi yang cenderung meningkat. Tingkat konsumsi ikan gurami semakin hari semakin menunjukkan peningkatan karena berbagai sebab, antara lain adanya isu flu burung, sapi gila dan isu pencemaran logam berat pada hasil tangkapan ikan laut di sekitar teluk Jakarta.

Mengkonsumsi ikan air tawar adalah salah satu cara untuk mendapatkan protein yang sehat serta bebas kolesterol.
Ikan gurami termasuk jenis ikan ekonomis dengan harga jual relatif tinggi sehingga tetap memberikan keuntungan meskipun pemeliharaannya membutuhkan waktu cukup lama. Ketersediaan ikan gurami masih belum mencukupi pemintaan pasar meskipun permintaan dan harganya relatif meningkat setiap saat. Salah satu penyebabnya adalah gurami merupakan ikan yang memiliki pertumbuhan relatif lambat dibandingkan jenis ikan lainnya sehingga proses budidaya dan pembenihan memerlukan waktu yang lebih lama. Disamping itu penyediaan benih gurami juga belum sesuai dengan kebutuhan pasar yang disebabkan oleh tingginya mortalitas larva.

Mortalitas yang tinggi pada gurami diantaranya diakibatkan oleh penyakit dan parasit. Penyakit yang menyerang ikan gurami pada umumnya disebabkan oleh tiga kelompok patogen yaitu parasit eksternal dan internal, fungi serta bakteri. Penyakit yang menyebabkan kematian masal ikan gurami banyak terjadi pada saat terjadi perpindahan musim antara musim penghujan dan kemarau. Selain serangan penyakit, budidaya gurami juga terkendala oleh waktu budidaya yang relatif lama untuk mencapai ukuran konsumsi. Ikan gurami yang dibudidayakan secara tradisional pada umumnya dipanen pada pemeliharaan 1-1,5 tahun. Sedangkan Induk gurami matang kelamin pada umur 2-3 tahun dengan berat rata-rata 2 kilogram.

Indukan yang baik biasanya berumur 3 tahun. Produksi telur akan mencapai maksimal setelah umur tersebut dan akan mulai menurun pada umur 10 tahun. Waktu reproduksi yang panjang ini merupakan salah satu masalah di budidaya ikan karena produktifitas menjadi berkurang. Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut telah banyak dilakukan penelitian untuk meningkatkan produktivitas gurami antara lain dengan memperbaiki efisiensi pakan melalui berbagai perlakuan pakan, pengkajian faktor-faktor yang menyebabkan stres dan upaya untuk menekan mortalitas larva.Dalam kegiatan budidaya gurami secara intensif, pakan tambahan berupa pelet diberikan secara kontinyu dan dalam jumlah yang proporsional. pada umumnya pakan pelet diberikan pada kisaran 3-5% berat badan per hari.

Pengukuran berat badan ikan dilakukan dengan sistem sampling dengan menangkap beberapa ikan, menimbangnya dan kemudian mengkalkulasi untuk memperkirakan berat seluruh ikan dalam satu kolam. pelet yang digunakan sebaiknya menggunakan jenis pelet yang mengandung protein tinggi. Protein diketahui berperan penting dalam pertumbuhan dan penggantian sel-sel yang rusak. Banyaknya pasokan protein dalam pakan harian akan mempercepat laju pertumbuhan ikan gurami sehingga waktu panen dapat dipersingkat. Apabila dikelola secara benar maka usaha budidaya gurami secara intensif dapat menjadi salah satu alternatif pencaharian yang menguntungkan.
(sumber:APY)

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan