Harga Daging Mahal, Warga Beralih Ke Ikan Tawar

Belakangan ini permintaan akan ikan air tawar konsumsi mengingkat tajam di wilayah Yogyakarta. Mahalnya harga daging sapi dan ayam membuat banyak warga di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, beralih ke ikan air tawar.

Salah satu pasar ikan di Sleman pun ramai, menyusul terus melonjaknya harga daging sapi dan ayam. Para petani ikan di Sleman menjadi semakin sibuk memanen ikan mereka, karena permintaan produksi ikan mereka meningkat tajam.

panen ikan nila

Menurut Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan setempat, akibat kenaikan harga daging sapi dan ayam permintaan ikan air tawar di Sleman langsung meningkat 20 hingga 25 persen. Jika pada hari biasa permintaan ikan air tawar di Sleman hanya mencapai 60 ton saat ini jumlahnya bisa di atas 75 ton per hari.

“Akibat tingginya permintaan, harga ikan air tawar di Sleman pun ikut naik berkisar 5 hingga 10 persen. Jika biasanya ikan nila hanya dijual dengan Rp 17 ribu per kilogram, saat ini sudah naik menjadi Rp 20 ribu per kilogram. Begitupun jenis ikan air tawar lain seperti gurame, lele, tombro, dan sebagainya,” ujar Kabid Perikanan Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Sleman Supramono.

Terus melonjaknya permintaan membuat para petani ikan di Sleman berusaha meraup keuntungan sebesar-besarnya. Bahkan ikan yang ukurannya belum memenuhi syarat pun kadang sudah dijual untuk konsumsi.

Meski begitu, tidak semua permintaan bisa dipenuhi petani ikan di Sleman. Sehingga mereka terpaksa mendatangkan pasokan ikan dari luar Sleman seperti Waduk Wadas Lintang, Waduk Gajah Mungkur, dan sebagainya.

Saat ini, hanya sekitar 70 persen permintaan yang sudah bisa dipenuhi petani ikan di Sleman. Sementara sisanya masih harus didatangkan dari luar.

(sumber: liputan6)

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan