Gunakan Usus Ayam Sebagai Pakan Lele, Pedagang Ayam Mempunyai Tambahan Penghasilan

Usaha budidaya ikan lele di kawasan Lhokseumawe serta Aceh Utara kian menjamur. Untuk menghemat pengeluaran biaya pakan, mereka menggunakan usus ayam sebagai pakan alternatif ikan lele. Dampak positifnya, masyarakat khususnya pedagang ayam mempunyai tambahan penghasilan dengan menjual usus ayam, usus yang selama ini dianggap limbah, mulai banyak dijual bahkan sekarang jadi sulit ditemukan di para pedagang daging ayam. Kondisi ini tentu berbeda dengan beberapa tahun lalu, usus ayam dibuang begitu saja, hingga akhirnya menimbulkan bau menyengat.

limbah usus ayam untuk pakan lele

“Setiap lapak jualan ayam sekarang sudah dikontrak peternak lele untuk mendapatkan usus. Dalam satu bulan, dibayar Rp 150.000 sampai Rp 200.000 tergantung banyaknya. Lumayan, karena selama ini kami direpotkan untuk membuang usus ayam tersebut, sekarang sudah ada yang mengambil sendiri,” kata seorang pedagang ayam di Pasar Inpres Lhokseumawe, Faisal.

Salah seorang peternak lele, Wiriadi, ketika ditemui terpisah mengatakan jika mengandalkan umpan pelet saja tidak sanggup. “Soalnya saat tabur bibit pertama, harus dikasih pelet hingga umur 20 hari.

Satu sak pellet harganya Rp 240.000 sampai Rp 250.000. Saat umur di atas 20 hari hingga panen, ikan itu harus diberi pakan jor-joran agar bisa menghasilkan kualitas ikan yang bagus,” jelasnya.

Dengan begitu, jika mengandalkan pelet bakal memberatkan peternak. “Harga pakan lele mencapai Rp 370.000 per sak. Kalau kita pelihara mencapai 10.000 ekor, tidak cukup 20 kg per hari, makanya perlu disadur dengan pakan lain seperti usus ayam,” jelasnya.

Namun memang, sambung Wiriadi, sekarang sudah mulai sulit mencari usus ayam, karena peternak lele mulai banyak. “Sehingga lapak-lapak jualan ayam sekarang sudah ada yang booking untuk mendapatkan usus ayam. Kalau tak ada langganan, tak akan kebagian,” ujarnya.

(sumber: medan bisnis)

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan