Tingkatkan hasil budidaya ikan dengan Manfaatkan limbah sawit sebagai pakan alternatif

Mar 21, 2018
Tingkatkan hasil budidaya ikan dengan Manfaatkan limbah sawit sebagai pakan alternatif

images (4)

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta –

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) siap mengoptimalkan pemanfaatan limbah sawit untuk bahan baku pakan ikan, guna mengurangi impor tepung ikan yang selama ini dinilai cukup tinggi.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto di Jakarta, Rabu (21/3/2018) mengatakan, mulai tingginya minat penggunaan pakan ikan mandiri menuntut pemenuhan kebutuhan bahan baku pakan secara kontinyu.

“Kondisi ini masih menjadi tantangan para pelaku usaha pakan mandiri di beberapa daerah,” katanya saat menyampaikan hasil kunjungan kerjanya di Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (20/3) lalu.

Slamet mengakui pada beberapa daerah masih ada kendala dalam penyediaan alternatif bahan baku pakan yang efisien, namun hal itu bukan karena bahan baku yang langka, tapi lebih belum optimalnya sistem logistik pakan, utamanya konektivitas dari sumber bahan baku ke unit usaha pakan mandiri.
unnamed
Jalan keluarnya, menurut dia, mempermudah akses sumber bahan baku dengan koperasi induk pakan mandiri yang ada di daerah melaui kemitraan.

Ini penting, apalagi, menurutnya, ikan yang dibudidayakan sudah sangat adaptif terhadap pakan mandiri.

“Oleh karenanya, penggunaan bahan protein nabati menjadi alternatif untuk mengurangi porsi penggunaan tepung ikan,” katanya.

Salah satu upaya mengurangi porsi penggunaan tepung ikan tersebut, yakni dengan memanfaatkan bungkil kelapa sawit (palm karnel meal/PKM) dimana di Propinsi Riau ketersediaannya sangat melimpah.

Bungkil sawit merupakan produk sampingan dari pembuatan minyak kelapa sawit yang mana ketersediaannya di dalam negeri sangat melimpah, bahkan 94 persen PKM yang diproduksi justru diekspor.

Slamet menilai kondisi ini menjadi peluang besar untuk memanfaatkan PKM ini sebagai bahan baku pakan ikan.

“Bayangkan kita produsen PKM sawit terbesar, artinya suplai sangat melimpah,” katanya.

Sementara itu, tambahnya, berbagai hasil kajian menunjukkan bahwa PKM sangat potensial untuk bahan baku pakan, bahkan bisa diberikan langsung sebagai salah satu bahan baku pakan, tanpa harus dibuat maggot dulu.

Slamet juga menambahkan bahwa protein dari PKM dapat mengurangi penggunaan protein dari tepung ikan, sehingga harga pakan akan menjadi lebih murah.

Ia juga meminta kepala daerah untuk memfasilitasi kerja sama antara pabrik pengolah sawit dengan koperasi pakan mandiri dalam hal pemanfaatan PKM kelapa sawit melalui program corporate social responsibility (CSR).

Pada kesempatan itu Dirjen mengatakan, Riau merupakan sentra ikan patin nasional, sehingga akan dijadikan percontohan nasional pemanfaatan sumber protein nabati, khususnya PKM sawit.

Di Riau saat ini ada sekitar 48 pabrik industri pengolah sawit, dimana ada sekitar tiga perusahaan yang mengolah PKM sawit. “Kalau 10-20 persen bisa dialokasikan melalui CSR, bisa lebih dari cukup untuk menyuplai kebutuhan pakan mandiri yang ada dan tidak menutup kemungkinan bisa disuplai ke luar Riau,” katanya.

Ketua Asosiasi Pakan Mandiri Nasional, Syafruddin mengakui penggunaan bungkil kelapa sawit telah menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan protein nabati dalam pakan mandiri.

Penggunaan bungkil sawit dalam pakan ikan berkisar antara 8-10 persen, tambahnya, keuntungan lain memanfaatkan bahan baku ini yakni adanya tambahan kandungan lemak hingga 10 persen, sehingga diharapkan dapat meningkatkan performa pertumbuhan ikan.

“Di Kabupaten Kampar ada lebih dari 300 pelaku pakan mandiri, dari semuanya dibutuhkam sedikitnya 33 ton bungkil sawit per hari,” ujarnya.

Saat ini kebutuhan PKM sawit untuk bahan baku pakan ikan di wilayah tersebut masih disuplai melalui kerjasama dengan Sinar Mas Group yaitu PT Rama-Rama.

PicsArt_03-20-01.12.14

Terima kasih telah membaca berita tentang limbah kelapa sawit sebagai pakan alternatif, sedikit memberikan masukan terkait dengan limbah kelapa sawit yang sering kita jumpai di Sumatera Kalimantan dan Sulawesi seperti jambi-pekanbaru Madang Lampung Palembang Medan Pontianak Banjarmasin Makassar dll. Limbah kelapa sawit ini sangat cocok untuk pakan alternatif ikan seperti ikan nila, ikan lele, ikan gurami, ikan bawal, ikan patin, ikan graskap, ikan mas, dsb. Dengan mengaplikasikan limbah sawit sebagai pakan alternatif untuk meningkatkan hasil produksi budidaya pembesaran dan dapat menekan biaya pakan pabrikan hingga 60%. semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kita semua

budidaya ikan patin dan nila menjadi peluang usaha menjanjikan untuk masyarakat Kotamobagu Sulawesi Utara

Mar 21, 2018
budidaya ikan patin dan nila menjadi peluang usaha menjanjikan untuk masyarakat Kotamobagu Sulawesi Utara

Ikan-Mujair

TOTABUAN.CO KOTAMOBAGU –Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Kotamobagu akan menyalurkan bantuan bibit ikan kepada petani budidaya ikan air tawar. Bantuan tersebut akan di salurkan pada triwulan 2 nanti.

Kadis Pertanian dan Peternakan Muljadi Suratinoyo mengatakan, bantuan bibit ikan air tawar nanti akan diserahkan kepada petani dan masyarakat.

“Saat ini untuk penyaluran bibit tersebut masih dalam proses,” kata Muljadi.

Dia menjelaskan, bukan hanya bibit ikan yang akan diserahkan. Akan tetapi beberapa kelompok seperti bibit kakao, sirsak, duku, pinang mas, bibit ikan patin, dan ikan nila.

“Untuk ikan patin dan nila itu program dari Kementrian Kelautan dan Perikanan melalui dana DAK,” tambahnya .

Pemerintah mengharapkan kepada para petani dan budidaya ikan untuk tetap semangat dalam meningkatkan  poduktifitas hasil pertanian dan perikanannya. Serta kepada masyarakat untuk selalu menjaga dan memelihara semua bantuan yang akan disalurkan.

“Saat ini pemerintah sangat memperhatikan bidang pertanian dan perikanan,” pungkasnya. (**)

PicsArt_03-20-01.12.14

Surya Mina Farm Yogyakarta : Penyedia segala kebutuhan bibit ikan unggulan untuk dibudidaya pembesaran dengan harga murah”Adapun segala jenis benih ikan yang disediakan suryamina seperti

  • Nila gesit
  • Nila merah super
  • Nila Larasati
  • Nila chitralada
  • Nila Nirwana
  • Nila GMT
  • Nila Sakti
  • Nila best
  • Nila bangkok
  • Patin
  • Lele Sangkuriang
  • Lele phyton
  • Lele masamo
  • Lele mutiara
  • Bawal
  • Emas Majalaya
  • Emas si nyonya
  • Emas Najwa
  • Graskap
  • Gabus
  • Ikan terapi
  • Gurame soang
  • Gurame bastar

Surya Mina juga melayani pengiriman pesanan benih ikan antar pulau seperti dengan sistem port to port yang artinya benih ikan dijemput di area cargo bandara tujuan, Adapun kota dan provinsi yang bisa dicangkok seperti

Aceh Medan Padang Pekanbaru Jambi Palembang Lampung Batam Tanggal Pinang Tanjung Pinang Pontianak Banjarmasin Palangkaraya Balikpapan Berau Tarakan Palu Manado Gorontalo Makassar Kendari Kupang Mataram Lombok Jayapura Manokwari Timika dll

untuk informasi lebih jelas bisa Klik di menu pemesanan benih di atas, Untuk konfirmasi pemesanan bisa ditanyakan lewat WhatsApp atau telepon langsung ke nomor 0812 2663 3426

Untung sampai Rp.3 juta/kolam PONPES Miftahul Huda Pesawahan Kembangkan Budidaya Lele

Mar 19, 2018
Untung sampai Rp.3 juta/kolam PONPES Miftahul Huda Pesawahan Kembangkan Budidaya Lele
imageContent
Banyumas | NU online
Pondok Pesantren Miftahul Huda Pesawahan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah baru-baru ini tengah gencar mengembangkan usaha budidaya lele. Memanfaatkan lahan seluas 5 x 4 di samping komplek pesantren yang awalnya tidak terpakai itu, kini disulap menjadi pusat pembudidayaan ikan lele bernilai ekonomi tinggi.
Kang Heri, santri yang ditugasi mengurus usaha budidaya ikan lele tersebut mengatakan ada 12 kolam lele yang dilakukan dengan sistem bioflok.
“Ada 12 kolam, 6 ukuran dimeter 60 cm dan 5 kolam diameter 90 cm yang sedang kami urus,” katanya. “Setiap kolam, berisi seribu sampai dua ribu benih ikan lele, yang dipisah sesuai dengan ukurannya,” lanjut Heri.
Pembudidayaan yang dilakukan adalah pembesaran, diawali dengan membeli benih ikan yang masih kecil, lalau disortir untuk mengelompokkan besar kecilnya, sesudah itu diletakkan di kolam sesuai dengan ukurannya.
“Masih beli, belum bisa memijah benih ikan sendiri,” tambah santri asal daerah Sumatera itu.
Usaha budidaya lele tersebut sudah berlangsung selam 4 bulan. Pada bulan pertama, kata hari pernah hampir gagal, karena ada sedikit kesalahan yang menyebabkan ikan dikolam pada mati.
“Bulan kedua, tiga, dan sekarang alhamdulillah bisa berjalan lancar,” katanya.
“Keuntungan yang diperoleh tiap kolamnya, satu bulan berkisar 2-3 juta, tergantung ukuran kolam dan isinya,” jelas Kang Heri.
Melatih Santri Berwirausaha
Pengasuh Pesantren Miftahul Huda Pesawahan, KH Habib Mahfud mengatakan, kegiatan budidaya lele tersebut bertujuan untuk melatih santrinya menekuni dunia wirausaha, dengan harapan jika nanti pulang dari pesantren dan hidup di masyarakat, mereka sudah mereka sudah memiliki ketrampilan.
“Santri pintar ngaji itu wajib, pintar bisnis wirausaha juga harus,” tegasnya ketika ditemui di kediamanya, Jumat (16/3).
Selain itu, juga sebagai bentuk pengembangan potensi desa yang mubah jika tidak dikemukakan untuk sesuatu yang menghasilkan.
Selain budidaya lele, sebelumnya pesantren Miftahul Huda juga telah membuka usaha depot air minum dalam kemasan yang semuanya dikelola oleh para santri. (Kifayatul Ahyar/Fathoni) sumber : NU.or.id

Budidayakan ikan lele & nila sangat menjanjikan di kalimantan barat

Mar 19, 2018
Budidayakan ikan lele & nila sangat menjanjikan di kalimantan barat

SANGGAU – Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikulutra dan Perikanan (Hangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau, dilangsir dari TribunPontianak.com John Hendri, menyampaikan, animo masyarakat Sanggau untuk budidaya ikan cukup tinggi, karena selain bantuan benih ikan dari pemerintah, masyarakat juga membuat kolam ikan secara swadayair-john-hendri-msi_20180318_080835

“Di Sungai Renas misalnya, disana banyak yang swadaya buat kolam ikan. hasilnya pun cukup banyak sekali mereka jual, bahkan bisa mencapai Rp 6 juta rupiah, ” katanya, Minggu (18/3/2018).

Untuk itulah, pihaknya juga mengoptimalkan terkait budi daya ikan, baik ikan lele maupun ikan nila.

Dikatakanya, untuk mempermudah masyarakat memperoleh bibit atau benih ikan selain bantuan dari pemerintah, pihaknya tetap menyiapkan sumber bibit ikan.

Kita masih mempunyai Balai Benih Ikan (BBI) di Sejuah, kecamatan Kembayan, ada Unit Pembenihan Rakyat di Rintau, kecamatan Sekayam, ada di Engkolai, Sosok dan pasar benih ikan di Beduai dan yang lainya, ” jelasnya.

Dengan begitu, lanjut Hendri, mempermudah masyarakat memperoleh bibit, misalnya ada yang mau buat kolam ikan di Entikong, mereka tidak perlu jauh-jauh ke Sejuah untuk ambil benih karena sudah tersedia di Sekayam. “Intinya ada alternatif terdekat apabila masyarakat mau buat kolam ikan, ” katanya.

Hendri menambahkan, pemerintah tetap akan menyalurkan bantuan benih ikan di tahun 2018, akan tetapi dengan pola atau sistem yang berbeda.

“Akan tetapi tidak komplit istilahnya, jika perlu bantuan bibit ikan harus terlebih dahulu sudah ada kerambanya, kemudian pakan ikan disediakan sendiri, ” ujarnya.

YBM BRI Launching Program Unggulan Rakyat dan Pondok Pesantren penguatan modal di sektor usaha perikanan

Jan 18, 2018
YBM BRI Launching Program Unggulan Rakyat dan Pondok Pesantren penguatan modal di sektor usaha perikanan

17launchingjpg_CQM0OLAMPUNG TENGAH (Lampungpro.com): Bupati Lampung Tengah, diwakili H. Rosyidi secara simbolis menyerahan bantuan kepada Pimpinan Ponpes Baitun Nur Punggur dalam Badan Usaha Milik Pondok Pesantren (BUMP) serta masing-masing ketua kelompok Program Peningkatan Keterampilan Usaha Rakyat (PKUR), di Aula Ponpes setempat, sekira pukul 13.00 WIB, Senin (15/1/2018). Bantuan tersebut sebesar Rp478,290 juta yang berasal dari Yayasan Baitul Maal BRI.

PKUR dan BUMP itu bagian dari Program Berbagi Sejahtera Rakyat Indonesia yang merupakan sebuah ikhtiar YBM BRI untuk turut mensejahterakan mereka yang membutuhkan. Selain Berbagi Sejahtera Rakyat Indonesia, YBM BRI juga memberikan bantuan melalui Program Berbagi Smart Rakyat Indonesia (bidang pendidikan).

Kemudian, Berbagi Sehat Rakyat Indonesia (bidang kesehatan), dan Berbagi Syiar Rakyat Indonesia (bidang sosial dakwah). “YBM BRI sebagai Lembaga Zakat Nasional yang konsen terhadap pengembangan usaha dan peningkatan ekonomi masyarakat tidak mampu,” kata Rosyidi.

Peningkatan ekonomi itu melalui budi daya ayam jowo super (Joper) di Kotagajah, kemudian pembenihan ikan gurame di Nambahrejo, budidaya telur puyuh di Poncowarno, budi daya ikan gurame di Ponpes Baitussalam Padangratu, budi daya ayam petelur di Ponpes Darussalam Terbanggibesar dan budi daya ikan lele di Ponpes Baitun Nur Punggur.

Rosyidi juga menjelaskan program YBM BRI sejalan dengan program yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah. Yaitu, Kampung Ekonomi kreaktif (Kece). Kegiatan itu diharapkan ke depan semakin memajukan perekonomian masyarakat Lampung tengah.

“Terima kasih kepada YBM BRI yang telah memberikan bantuan berupa penguatan ekonomi, semoga hal ini dapat menjadi contoh bagi lembaga lain dalam upaya mensejahterakan masyarakat tidak mampu,” kata KH. Masruri, pimpinan Ponpes Baitunnur)

Sementara itu, Dewan Pembina YBM BRI Hasanto yang juga Wakil Pemimpin Wilayah Kanwil BRI Bandar Lampung menyampaikan kepada seluruh penerima manfaat agar lebih semangat dan amanah dalam melaksanakan kegiatan usaha. “Program peningkatan ekonomi seperti ini akan tetap direalisasikan pada 2018 dengan mengacu pada potensi dan pengembangan ekonomi masing-masing wilayah.”

Turut hadir dalam kegiatan itu, Pemimpin Cabang KC BRI Bandarjaya, Kadis Perdagangan, Kadis Perindustrian, Camat Punggur, Kapolsek Punggur, Kepala Unit BRI Punggur, pengurus dan Pelaksana Harian YBM BRI, seluruh pendamping usaha dan semua anggota kelompok. (**/PRO2)

11 desa di Bangka tengah menjadi tempat pembudidaya ikan air tawar

Jan 18, 2018
11 desa di Bangka tengah menjadi tempat pembudidaya ikan air tawar

BANGKAPOS.COM -Wilayah Bangka Tengah (Bateng) saat ini cukup potensial untuk dijadikan tempat budidaya ikan khususnya air tawar.

Pasalnya, saat ini tercatat sudah 11 desa yang menerapkan hal tersebut, Rabu (17/1/2018).

Sudah memiliki belasan tempat budidaya ikan, ternyata belum membuat dinas perikanan senang. Jumlah tersebut ternyata masih akan terus ditambah oleh Dinas Perikanan Kabupaten Bateng.

keramba-ikan-air-tawar_20170529_161109

Sebab, usaha tersebut dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di sektor perikanan, sesuai dengan target yang diharapkan dari Bupati Bateng.

Kepala Dinas Perikanan Bateng Dedy Muchdiyat mengatakan 11 desa tersebut juga merupakan hasil pengelolaan oleh 11 Pokdakan (Kelompok Budidaya Ikan) daerah, yang telah berdiri sejak tahun 2017.

Dedy menyebutkan 11 desa yang sudah menjadi sentra budidaya ikan ini diantaranya desa Kayu Besi, Baskara Bakti, Air Mesu, Cambai, Bukit Kijang, Lubuk Besar, Lubuk Lingkuk, Batu Beriga, Pedindang, Sungai Selan Atas , dan Beruas.

“Seluruhnya sudah jalan, ada Pokdakannya, sebelum di jadikan tempat budidaya, kita uji sample dulu, karena yang kita gunakan kan eks Tambang, kita uji, apakah bebas dari mercury, dan timbal, layak atau tidak dijadikan tempat budidaya, untuk pengujinya sendiri kita dibantu dari DLH provinsi,” katanya.(*)


 

Artikel Menarik Lainnya :

Mengenal Ikan Pesut Mahakam – Mamalia Air Asli Kalimantan Timur

Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) adalah mamalia air yang unik. Berbeda dengan lumba-lumba dan ikan paus, pesut hidup di air tawar: di sungai dan danau daerah tropis dan...

Sedia Telur Gurame

Selain aneka jenis benih ikan air tawar, kami (surya mina) juga menerima pesanan telur gurame berkualitas yang merupakan kunci dari keberhasilan budidaya, dan siap mengirim ke seluruh...

Musim Kemarau, Ikan Gurame di Lampung Diobral

Di beberapa daerah, datangnya musim kemarau menyebabkan kerugian bagi para petani ikan. Hal ini disebabkan karena berkurangnya debit air yang mengaliri kolam-kolam budidaya ikan. Sebagian pembudidaya ikan...

Teknik Penetasan dan Pendederan Telur Gurami

Ketahanan telur gurami dalam kantong plastik dapat mencapai 24 jam, hal ini telah kami uji dalam beberapa kali kiriman, aman dan tingkat kematian yang sangat kecil.