YBM BRI Launching Program Unggulan Rakyat dan Pondok Pesantren penguatan modal di sektor usaha perikanan

Jan 18, 2018
YBM BRI Launching Program Unggulan Rakyat dan Pondok Pesantren penguatan modal di sektor usaha perikanan

17launchingjpg_CQM0OLAMPUNG TENGAH (Lampungpro.com): Bupati Lampung Tengah, diwakili H. Rosyidi secara simbolis menyerahan bantuan kepada Pimpinan Ponpes Baitun Nur Punggur dalam Badan Usaha Milik Pondok Pesantren (BUMP) serta masing-masing ketua kelompok Program Peningkatan Keterampilan Usaha Rakyat (PKUR), di Aula Ponpes setempat, sekira pukul 13.00 WIB, Senin (15/1/2018). Bantuan tersebut sebesar Rp478,290 juta yang berasal dari Yayasan Baitul Maal BRI.

PKUR dan BUMP itu bagian dari Program Berbagi Sejahtera Rakyat Indonesia yang merupakan sebuah ikhtiar YBM BRI untuk turut mensejahterakan mereka yang membutuhkan. Selain Berbagi Sejahtera Rakyat Indonesia, YBM BRI juga memberikan bantuan melalui Program Berbagi Smart Rakyat Indonesia (bidang pendidikan).

Kemudian, Berbagi Sehat Rakyat Indonesia (bidang kesehatan), dan Berbagi Syiar Rakyat Indonesia (bidang sosial dakwah). “YBM BRI sebagai Lembaga Zakat Nasional yang konsen terhadap pengembangan usaha dan peningkatan ekonomi masyarakat tidak mampu,” kata Rosyidi.

Peningkatan ekonomi itu melalui budi daya ayam jowo super (Joper) di Kotagajah, kemudian pembenihan ikan gurame di Nambahrejo, budidaya telur puyuh di Poncowarno, budi daya ikan gurame di Ponpes Baitussalam Padangratu, budi daya ayam petelur di Ponpes Darussalam Terbanggibesar dan budi daya ikan lele di Ponpes Baitun Nur Punggur.

Rosyidi juga menjelaskan program YBM BRI sejalan dengan program yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah. Yaitu, Kampung Ekonomi kreaktif (Kece). Kegiatan itu diharapkan ke depan semakin memajukan perekonomian masyarakat Lampung tengah.

“Terima kasih kepada YBM BRI yang telah memberikan bantuan berupa penguatan ekonomi, semoga hal ini dapat menjadi contoh bagi lembaga lain dalam upaya mensejahterakan masyarakat tidak mampu,” kata KH. Masruri, pimpinan Ponpes Baitunnur)

Sementara itu, Dewan Pembina YBM BRI Hasanto yang juga Wakil Pemimpin Wilayah Kanwil BRI Bandar Lampung menyampaikan kepada seluruh penerima manfaat agar lebih semangat dan amanah dalam melaksanakan kegiatan usaha. “Program peningkatan ekonomi seperti ini akan tetap direalisasikan pada 2018 dengan mengacu pada potensi dan pengembangan ekonomi masing-masing wilayah.”

Turut hadir dalam kegiatan itu, Pemimpin Cabang KC BRI Bandarjaya, Kadis Perdagangan, Kadis Perindustrian, Camat Punggur, Kapolsek Punggur, Kepala Unit BRI Punggur, pengurus dan Pelaksana Harian YBM BRI, seluruh pendamping usaha dan semua anggota kelompok. (**/PRO2)

11 desa di Bangka tengah menjadi tempat pembudidaya ikan air tawar

Jan 18, 2018
11 desa di Bangka tengah menjadi tempat pembudidaya ikan air tawar

BANGKAPOS.COM -Wilayah Bangka Tengah (Bateng) saat ini cukup potensial untuk dijadikan tempat budidaya ikan khususnya air tawar.

Pasalnya, saat ini tercatat sudah 11 desa yang menerapkan hal tersebut, Rabu (17/1/2018).

Sudah memiliki belasan tempat budidaya ikan, ternyata belum membuat dinas perikanan senang. Jumlah tersebut ternyata masih akan terus ditambah oleh Dinas Perikanan Kabupaten Bateng.

keramba-ikan-air-tawar_20170529_161109

Sebab, usaha tersebut dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di sektor perikanan, sesuai dengan target yang diharapkan dari Bupati Bateng.

Kepala Dinas Perikanan Bateng Dedy Muchdiyat mengatakan 11 desa tersebut juga merupakan hasil pengelolaan oleh 11 Pokdakan (Kelompok Budidaya Ikan) daerah, yang telah berdiri sejak tahun 2017.

Dedy menyebutkan 11 desa yang sudah menjadi sentra budidaya ikan ini diantaranya desa Kayu Besi, Baskara Bakti, Air Mesu, Cambai, Bukit Kijang, Lubuk Besar, Lubuk Lingkuk, Batu Beriga, Pedindang, Sungai Selan Atas , dan Beruas.

“Seluruhnya sudah jalan, ada Pokdakannya, sebelum di jadikan tempat budidaya, kita uji sample dulu, karena yang kita gunakan kan eks Tambang, kita uji, apakah bebas dari mercury, dan timbal, layak atau tidak dijadikan tempat budidaya, untuk pengujinya sendiri kita dibantu dari DLH provinsi,” katanya.(*)


 

Bupati Meranti Resmikan Balai Benih Ikan untuk mendaptkan benih ikan yang berkwalitas

Benih ikan pekanbaru

Riau- Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si meresmikan penggunaan Balai Benih Ikan (Archeri), Kabupaten Meranti di Desa Gogok, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, dengan peresmian itu Bupati berharap dengan adanya fasilitas itu dapat memenuhi kebutuhan bibit ikan berkwalitas dalam rangka meningkatkan produksi ikan dan kesejahteraan Nelayan di Meranti, Senin (18/12).

Hadir dalam peresmian itu, Ketua DPRD Meranti H. Fauzy Hasan, Wakapolres Meranti, Kepala Dinas Perikanan Meranti Syamsudin, Camat Tebing Tinggi Barat Helfandi, Kepala Desa Gogok, Ketua MKA LAM Riau Kepulauan Meranti H. Ridwan Hasan, Kepala Balai Benih Ikan Provinsi Riau Wan Rohaida, tokoh masyatakat/agama dan lainnya.

Pada kesempatan itu Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si mengapresiasi  beroperasinya Balai Benih Ikan (Archery) di Desa Gogok Kecamatan Tebing Tinggi Barat, menurutnya fasilitas ini sangat penting dalam rangka mencukupi kebutuhan benih ikan budidaya perikanan masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Nelayan di Meranti.

“Kita berharap kedepan masyarakat Nelayan Meranti dapat membeli bibit ikan dengan harga murah dan berkwalitas,” ujar Bupati.

Lebih jauh dijelaskan Bupati, dengan beroperasinya Balai Benih Ikan ini ia berharap dapat mendorong masyarakat Nelayan Meranti untuk beralih dari menangkap ikan di laut lepas menjadi budidya ikan di kolam dan keramba jaring apung. Hal ini sebagai antisipasi berkurangnya pendapatan Nelayan karena hasil tangkapan dilaut yang semakin hari semakin berkurang.

“Dengan adanya Balai Pembibitan Ikan ini kita berharap kepada Nelayan yang sebelumnya menangkap ikan dilaut lepas merubah cara mendapatkan ikan dengan metode budidaya perikanan baik menggunakan keramba jaring apung maupun kolam,”ujar Bupati.

Kedepan Bupati meminta kepada SKPD terkait untuk meningkatkan fasilitas di Balai Pembibitan Ikan itu, mulai dari luasnya, kebersihan dan teknologi yang digunakan sehingga pembibitan yang dilakukan dapat berjalan maksimal.

Bupati juga menghimbau kepada masyarakat untuk berkoordinasi dengan Dinas Perikanan memanfaatkan lahan yang ada dilokasi Balai Pembibitan untuk digunakan sebagai tempat budidaya ikan mulai dari Lele, Nila, Udang dan lainnya.

“Dinas terkait, lakukan sosialisasi kepada warga agar lahan yang tesedia dapat dimanfaatkan untuk budidaya ikan seperti Lele yang tidak terlalu rumit,” terang Bupati.

Senada dengan Bupati Kepulauan Meranti, Wan Rohida Sofi Selaku Kepala Balai Pembibitan Provinsi Riau, juga berharap dengan adannya Balai Bibit Ikan ini dapat mencukupi kebutuhan bibit ikan berkwalitas di Kepulauan Meranti.

Dirinya mengklaim bibit ikan yang diberikan pada Balai Bibit Ikan Meranti berasal dari induk ikan yang bersertifikat atau berkwalitas premium, tujuannya agar dapat menghasilkan bibit ikan yang berkwalitas yang mampu meningkatkan hasil produksi ikan nelayan dalam rangka meningkatkan    pendapatan dan ekonomi Nelayan.

Sejauh ini diakui Wan Rohida pihaknya telah memberikan induk ikan sebanyak 400 ekor untuk dikembangkan di Balai Bibit Ikan Meranti.

Sekedar informasi, seperti disampaikan Kepala Dinas Perikanan Kepulauan Meranti, Drs. Syamsuddin, pembangunan Balai Benih Ikan yang baru saja diresmikan telah dimulai sejak tahun 2015 silam namun karena adanya rasionalisasi anggaran baru selesai di tahun 2017 ini.

Bibit ikan yang disediakan berupa Nila Salin yang bisa hidup di air tawar dan payau, Kakap, Bawal Bintang, Patin, Gurami dan lainnya. (Humas Meranti) Sumber : Riauaktual.com

Bantu Modal Usaha Budidaya Ikan, Dinas Perikanan Kabupaten Malang Gencarkan Program Jaminan Tanah untuk petani pembudidaya ikan

MALANGTIMES – Upaya meningkatkan perekonomian nelayan di wilayah Kabupaten Malang semakin digencarkan. Salah satunya, Dinas Perikanan menggeber program Pra-Sertifikasi Hak Atas Tanah Pembudidaya Ikan (Pra-SEHATKan) dengan menggandeng Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam  jaminan sertifikat tanahnya untuk modal usaha.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Endang Retnowati menjelaskan program Pra-SEHATKan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian  bagi pembudidaya ikan di Kabupaten Malang. “Maksudnya, kelompok pembudidaya ikan bisa meminjam modal melalui perbankan dengan jaminan sertifikat tanah yang jelas kepemilikannya. Karena itu, kami menggandeng pihak BPN juga,” kata perempuan yang akrab disapa Atik tersebut.

Program Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam menyejahterakan perekonomian kelompok pembudidaya ikan di Kabupaten Malang ini sudah dilaksanakan di Desa Maguan, Kecamatan Ngajum. “Tiga hari lalu, kami berikan mereka pemahaman bagaimana alur mendapatkan permodalan dari pihak perbankan untuk menyalurkan kreditnya. Masyarakat paham apa saja yang harus dipersiapkan agar mendapatkan uang permodalan dari bank dengan terlebih dahulu mengurus berkas kepengurusan sertifikat tanahnya,” terang Atik.

Lebih lanjut Atik memaparkan bila pembudidaya ikan sudah memiliki sertifikat tanah, diharapkan sertifikat itu bisa meningkatkan pengembangan usaha budidaya melalui agunan sertifikat yang sudah dimiliki pembudidaya ikan tersebut. “Keuntungannya di sini, pembudidaya ikan bisa menggunakan modalnya untuk pengembangan usaha ikan atau kegiatan lainnya dalam rangka pengembangan ekonomi produktif yang mandiri,” ujar dia.

Di samping itu, Dinas Perikanan Kabupaten Malang berharap  program Pra-SeHATKan berjalan dengan lancar dan tepat sasaran.  “Program Pra-SEHATKan ini akan terus kami sosialisasikan, menyebar ke wilayah yang mayoritas dihuni oleh kelompok pembudidaya ikan seperti di Tirtoyudo, Pujiharjo, Bantur, dan kecamatan lainnya di Kabupaten Malang,” ucapnya. (*)

Jelang Natal Tahun Baru, Harga Ikan Naik tinggi

Dec 16, 2017
Jelang Natal Tahun Baru, Harga Ikan Naik tinggi

WARTA KOTA, CAKUNG — Jelang Nataldan Tahun Baru 2018 Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur sidak harga kebutuhan pokok di Pasar Klender SS, Jakarta Timur.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui harga kebutuhan pokok jelang akhir tahun yang sering kali mengalami kenaikan.

Giat sidak kali ini juga hadiri oleh wakil Walikota Jakarta Timur, M. Anwar, serta beberapa angota kepolisian dari Polsek Cakung.

Dari hasil sidak yang dilakukan beberapa kebutuhan bahan pokok mengalami kenaikan dari Rp. 5000 hingga Rp 10.000.

Anwar menyebutkan harga ikan naik lebih tinggi dari pada harga ayam maupun daging. Walaupun mengalami kenaikan ia menyebutkan harga tersebut masih tergolong wajar.

“Kalo kenaikannya segitu ya kalo untuk orang yang banyak uang pasti normal, tapi kalo tidak punya uang ya pasti merasakan sekali,” katanya.

Tentunya dengan adanya kenaikan ini pihaknya mengaku akan memonitoring apa penyebab kenaikan harga yang terjadi. Jikapun harga terus melambung tinggi pihaknya akan menekan harga pasar dengan mengelar operasi pasar.

Sementara itu Kepala Sudin KPKP, Agung Priambodo mengatakan operasi yang digelar adalah operasi terpadu. Dimana hal tersebut berkaitan dengan pangan strategis.

“Pangan strategis itu meliputi Daging, Telur, Bawang Merah, Bawang Putih, Beras, Kentang, dan beberapa jenis ikan, diantara yang kami awasi tadi memang mengalami kenaikan,” kata Agung.

Menurut Agung, beberapa bahan pokok seperti Daging mengalami kenaikan dari Rp. 1000 hingga Rp. 2000 perkilogramnya, telur mengalami kenaikak Rp. 500 hingga Rp. 1000.

“Nah kalo untuk komoditi pertanian kebanyakan naik antara Rp1000 sampai Rp. 5000 termasuk beras, yang paling tinggi justru ikan naik hingga Rp. 5000 hingga Rp. 10.0000,” jelasnya.

Menurut Agung walaupun mengalami kenaikan ia mengaku stok seluruhnya masih cukup hingga tahun baru mendatang, sehingga menurutnya belum dapat dilakukan operasi pasar.

“Kita akan pantau terus hingga tahun baru nanti, jika pun nanti terjadi stok berkurang kita akan teliti dulu, stok berkurang dari mana, sehingga tidak terjadi penimbunan,” katanya. (JOS).

Artikel Menarik Lainnya :

Tips Memilih Bibit dan Induk Ikan Nila

Kesuksesan budidaya ikan nila mempunyai beberapa faktor penentu, salah satu yang terpenting adalah pemilihan induk dan benih. Faktor bibit dan induk sangat menentukan dalam keberhasilan budidaya ikan...

Bisnis” usaha budidaya pembesaran ikan lele makin menguntungkan

Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berupaya mengembangkan program ternak lele biofloc di desa-desa seluruh nusantara. Budidaya pembesaran ikan lele dengan menggunakan media ini baru saja dirintis sekitar...

Tips Memilih Lumut Untuk Umpan Memancing

Selain sebagai makanan ikan di habitat aslinya, lumut sering digunakan untuk umpan memancing ikan yang relatif mudah didapat dan mudah dalam pemasangangan ke mata kailnya. Memancing dengan...

Solusi Pakan Ikan Gurami Murah Dengan Maggot-Papaya

Karena harga jual gurami yang tinggi, bahkan di berbagai daerah di Indonesia mencapai puluhan ribu rupiah / kg, ikan gurami banyak dibudidayakan di berbagai daerah seluruh Indonesia....