Budidaya Ikan Nila Srikandi di Kabupaten Cirebon

Ikan nila Srikandi dikembangkan oleh Balai Penelitian Pemulian Ikan Sukamandi, Badan Litbang Kelautan dan Perikanan sebagai respon atas banyaknya lahan terlantar di Pantai Utara Jawa akbat intrusi air laut. Ketika ribuan hektar tambak terlantar (iddle) dan sawah di sepanjang pesisir pantai terinterusi air laut, tidak sedikit pembudidaya yang membiarkannya terbengkalai. Wajar, jika tambak-tambak tersebut dibiarkan begitu saja, karena mereka tidak mengetahui komoditas perikanan lain yang bisa dikembangkan di perairan payau selain udang.

ikan nila srikandi air payau

Diperlukan upaya untuk mengembangkan produk perikanan agar dapat dibudidayakan di lahan tersebut. Ikan nila Srikandi (Oreochromis aureus x niloticus), menjadi solusi tepat untuk memanfaatkan lahan-lahan sub optimal di sepanjang pesisir tersebut. Selain toleransi yang tinggi terhadap lingkungan bersalinitas hingga ≤ 30 ppt, nila Srikandi mampu tumbuh cepat di perairan payau dan tahan terhadap penyakit.

Kegiatan kaji terap pembenihan dilakukan di petak tambak kelompok pembudidaya ikan Mina Mulya Desa Dukuh Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon. Sedangkan pembesaran dilakukan di kelompok pembudidaya ikan di Desa Bungko Lor seluas 2 Ha dan di Desa Grogol seluas 2 ha keduanya di Kecamatan Kapetakan Menurut rencana, kaji terap akan dilakukan juga di daerah lain yaitu Gebang, Losari dan Gunungjati.

Secara periodik sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh tim, penyuluh perikanan dan peneliti Balitbang KP ke lapangan untuk mengamati sampling pertumbuhan dan populasi ikan nila salin.

Setelah masa pemelharaan 3 bulan, pada saatnya nanti diharapkan akan menghasilkan rumusan teknologi perikanan ikna nila saln spefisik lokasi khususnya di kawasan pantura Kabupaten Cirebon.Tentunya ini akan menjadi kabar baik untuk pembudidaya ikan untuk bangkit kembali mengusahakan lahan usahanya seoptimal mungkin.

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan