KeluarTemukan Pembaharuan Kami di Facebook
Jadilah pengikut Surya Mina Farm untuk mendapatkan informasi mengenai Budidaya Ikan Air Tawar secara GRATIS setiap harinya.

Budidaya Ikan Nila – Penyakit dan Cara Pencegahannya

Hama dan penyakit dalam budidaya pembesaran ikan air tawar sering kali menjadi kendala utama yang merugikan petani. Hal ini juga bisa terjadi pada budidaya ikan nila. Untuk itu, kita harus mengetahui jenis-jenis penyakit maupun gangguan hama sehingga kita sesegera mungkin dapat mencegahnya.

HAMA

a) Bebeasan (Notonecta)
Hama ini cuuku berbahaya bagi benih karena sengatannya. Pengendalian:  tuangkan minyak tanah ke permukaan air 500 cc/100 meter persegi.
b) Ucrit (Larva cybister)
Menjepit badan ikan dengan taringnya hingga robek. Pengendalian: hindari bahan organik menumpuk di sekitar kolam.
c) Kodok
Makan telur telur ikan. Pengendalian: sering kontrol telur yang mengapung, tangkap dan buang hidup-hidup.
d) Ular
Menyerang benih dan ikan kecil. Pengendalian: lakukan penangkapan; pemagaran kolam.
e) Lingsang
Memakan ikan pada malam hari. Pengendalian:pasang jebakan berumpun.
f) Burung
Memakan benih yang berwarna menyala seperti merah, kuning. Pengendalian: diberi penghalang bambu agar supaya sulit menerkam; diberi rumbai-rumbai atau tali penghalang.

PENYAKIT

a) Penyakit pada kulit
Gejala: pada bagian tertentu berwarna merah, berubah warna dan tubuh berlendir.
Pengendalian:

  1. Direndam dalam larutan PK (kalium permanganat) selama 30-60 menit dengan dosis 2 gram/10 liter air,pengobatan dilakukan berulang 3 hari kemudian.
  2. Direndam dalam Negovon (kalium permanganat) selama 3 menit dengan dosis 2-3,5 %.

b) Penyakit pada insang
Gejala: tutup insang bengkak, Lembar insang pucat/keputihan.

Pengendalian

  1. Direndam dalam larutan PK (kalium permanganat) selama 30-60 menit dengan dosis 2 gram/10 liter air,pengobatan dilakukan berulang 3 hari kemudian.
  2. Direndam dalam Negovon (kalium permanganat) selama 3 menit dengan dosis 2-3,5 %.

c) Penyakit pada organ dalam
Gejala: perut ikan bengkak, sisik berdiri, ikan tidak gesit.
Pengendalian:

  1. Direndam dalam larutan PK (kalium permanganat) selama 30-60 menit dengan dosis 2 gram/10 liter air,pengobatan dilakukan berulang 3 hari kemudian.
  2. Direndam dalam Negovon (kalium permanganat) selama 3 menit dengan dosis 2-3,5 %.

Secara umum hal-hal yang dapat dilakukan untuk dapat mencegah timbulnya penyakit dan hama pada budidaya ikan nila adalah sebagai berikut:

  1.   Pengeringan dasar kolam secara teratur setiap selesai panen.
  2. Pemeliharaan ikan yang benar-benar bebas penyakit.
  3. Hindari penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas.
  4. Sistem pemasukan air yang ideal adalah paralel, tiap kolam diberi satu pintu pemasukan air.
  5. Pemberian pakan cukup, baik kualitas maupun kuantitasnya.
  6. Penanganan saat panen atau pemindahan benih hendaknya dilakukan secara hati-hati dan benar.
  7. Binatang seperti burung, siput, ikan seribu (lebistus reticulatus peters) sebagai pembawa penyakit jangan dibiarkan masuk ke areal perkolaman.

sumber: agromaret

analisa usaha budidaya ikan air tawar