Budidaya Ikan Nila di Lembaga Amal Zakat

Budidaya ikan nila tidak hanya diminati oleh masyarakat umum maupun petani ikan pada umumnya. Ada salah satu organisasi amala yang ada di Batam juga tertarik membudidayakan ikan nila. Adalah Lembaga Amil Zakat (LAZ) Masjid Raya Batam (MRB) melalui Program Produktif Mandiri, Pemberdayaan Ekonomi Ummat yang disalurkan kepada masyarakat dengan budidaya ikan nila dan telah melakukan panen perdana pada hari Sabtu (14/9/2013).

panen ikan nila di laz-mrb batam

Hadir pada kesempatan tersebut Direktur LAZ MRB Syarifuddin, Pembina LAZ MRB Imam Bachroni, Pengawas Syariah LAZ MRB Amiruddin Dahad.

Syarifuddin atau akrab dipanggil Syarif menyebutkan, panen nila ini adalah kesempatan pertama yang dilakukan kelompok peternak binaan. Satu kelompok terdiri dari sepuluh kepala keluarga (KK). Praktis, panen ini menjadi kebahagiaan keluarga besar dari puluhan KK di daera tersebut.

Disebutkan Syarif, Program Produktif Mandiri ini mulai dijalankan sejak 14 April 2013 lalu. Ketika itu, LAZ MRB memasukkan 5 ribu ekor bibit nila ke dalam kolam kelompok petani. ‘’Baru lima bulan kemudian, tepatnya Sabtu (14/9/2013), ikan tersebut sudah bisa dipanen,‘’ sebut Syarif di Masjid Raya Batam Centre, Rabu (18/9/2013).

Hal yang menggembirakan papar Syarif, ikan yang dipanen dalam kondisi sangat baik. Rata-rata, satu ekor nila memiliki berat badan 0.4 kilogram sampai 0.6 kilogram. Malah pada ikan-ikan tertentu, berat badannya lebih dari 0.6 kilogram. Artinya, dua ekor ikan saja beratnya sudah lebih dari satu kilogram.

Lebih jauh tentang program ini sebut Syarif, dari mulai usaha sampai panen, LAZ MRB telah mengeluarkan dana sekitar Rp 29 juta. Dana tadi tidak langsung diberikan begitu saja bulat-bulat kepada peternak. Dana tadi diberikan secara bertahap dan dalam berbagai bentuk program.

Tahapan program penyaluran dana Program Produktif Mandiri ujar Syarif, dimulai dari merenovasi/ memperbaiki kolam ikan, membeli 5 ribu bibit ikan, memberi makanan ikan. Dengan demikian proses memelihara nila sudah bisa berjalan.

Tapi itu saja belum cukup. LAZ MRB tidak membiarkan kelompok binaan mereka berjalan (memelihara ikan, red) sendiri. Lembaga pengumpul dan penyalur zakat umat Islam ini membekali para peternak dengan penyuluhan dan bimbingan bagaimana cara beternak nila.

Untuk penyuluhan beternak ini ujar Syarif, LAB MRB bekerjasama dengan orang dan lembaga Tibelat. Lembaga inilah yang banyak memberikan ilmu pengetahuan bagaimana cara beternak ikan dengan baik dan hasilnya bisa maksimal. Hal ini dipandang sangat positif. Sebab, keberhasilan para peternak dalam memelihara ikan, jelas akan sangat membantu meningkatkan perekonomian dan kemandirian umat Islam. Program ini menjadi ajang penentu Program Produktif Mandiri LAZ MRB. Jika berhasil, tentu ini akan menambah dan membangkitkan lagi semangat kelompok peternak dalam memelihara ikan.

Koordinator Kelompok Peternak Ikan Mustamsikun pada kesempatan itu mengaku sangat haru dan berbahagia. Dalam waktu lima bulan, secara bersama-sama, mereka telah merawat, memelihara, dan memberi makan ikan. Hasilnya, mereka bisa memanen ratusan kilogram. Ikan itu sendiri, dijual dan dikonsumsi masyarakat Batam (Kepri).

‘’Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para muzaki dan LAZ MRB yang telah membantu kami dalam beternak,’’sebut Mustamsikun saat itu.

(sumber: laz-mrb)

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan