Balikpapan Kembangkan Program Budidaya Ikan Air Tawar Rumah Tangga

Budidaya ikan air tawar untuk skala rumah tangga? sepertinya ini cukup menarik.  Program ini diyakini oleh pemerintah Balikpapan, sangat membantu perekonomian masyarakat. Selain itu, dapat menekan ketergantungan masyarakat pada pasokan ikan laut, karena harga ikan juga menyumbang inflasi daerah yang cukup tinggi. Bagaimana gambaran program budidaya ikan air tawar di rumah tangga ini? Mari kita baca bersama ulasan berikut ini (disunting dari okezone).

Asisten II pemkot Balikpapan Sri Sutantinah menyatakan bahwa gerakan ini akan dikembangkan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

“Nanti program ini kita sinergikan dengan gerakan menanam cabai yang sudah berjalan termasuk sayur mayor. Jadi gerakan ini tidak parsial tapi saling mendukung,” katanya, di Balikpapan, Rabu (6/2/2013).

Menurutnya, ikan tawar atau laut tiap tahun menyunmbang angka inflasi yang cukup tinggi pada bulan-bulan tertentu. Untuk menyiasati, maka gerakan ini akan digalakkan di tiap tempat tinggal masyarakat.

“Konsepnya lagi disusun dengan TPID baik untuk skala kecil di rumah tangga ataupun skala besar,” ucapnya.

Mantan Kepala PU ini mengakui konsep ini kali pertama dilontarkan oleh Anggota Dewan Pengarah TPID yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tutuk SH Cahyono. Untuk penerapannya warga diminta menyisakan sebagian lahan rumah untuk membuat kebun minimalis. Isi kebun inilah yang akan dikolaborasikan, mulai dari penanaman cabai, sayur mayur, hingga pembuatan kolam ikan air tawar.

“Kita ingin kebun dan ikan dijadikan satu, sehingga nanti diharapkan hasil kebun itu bisa mencukupi kebutuhan rumah tangganya, minimal kebutuhan lauk-pauk sehari-hari. Otomatis kalau kebutuhan tidak melonjak tinggi, misalnya pada saat angin selatan ikan laut tinggi, maka semua warga tidak tergantung makan ikan laut. Jadi ada pilihan lain, kalau permintaan tidak tinggi barangnya tidak banyak, otomatis kan tidak inflasi,” jelasnya.

Saat ini kata Tantin sapaan akrabnya, tim masih fokus menyusun konsep tersebut. Jika konsep ini rampung maka TPID akan menggelar peresmian yang disusul penggalangan program di rumah-rumah warga.

“Kita belum tahu bagaimana skalanya, apakah skala kecil maupun besar. Namanya juga untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Soal konsepnya kan bisa berupa apa saja, kalaupun masyarakat terkendala di lahan maka bisa menggunakan polyback, drum, atau bahan lain. Nanti ahlinya lah yang tahu,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Balikpapan Noeryati mendukung penuh rencana pengembangan budidaya ikan air tawar yang bakal dicanangkan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Balikpapan.

“Tentu ya karena ini juga akan ikut membangkitkan sektor pertanian dan perikanan. Yang ujung selain mengurangi ketergantungan dari luar juga bagus untuk tekan inflasi,” tuturnya.

Menurutnya saat ini masyarakat secara tidak langsung sudah ikut mengendalikan laju inflasi, karena sudah banyak yang memanfaatkan lahannya untuk budidaya ikan lele, seperti yang berada di kawasan Timur dan Utara Balikpapan.

“Dengan memaksimalkan lahan yang ada saja bisa mengatasi inflasi, apalagi di daerah Timur dan Utara kondisi tanahnya sangat cocok baik untuk pertanian maupun perikanan. Selama program itu bertujuan untuk ketahanan pangan dan menekan inflasi, maka kami di Dewan sangat mendukung,” lanjutnya.

sumber: okezone

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan