Aspek Budidaya Ikan Air Tawar

Terdapat banyak jenis ikan air tawar yang ada di Indonesia, dari banyaknya jenis ikan itu tidak semuanya dapat dengan mudah dibudidayakan karena melihat peluang pasar, kesulitan pembenihan, hanya dapat hidup di habitat asli, dll. Ikan yang dapat dibudidayakan pun juga bisa berjalan karena kebutuhan konsumsi masyarakat.

Produksi budidaya ikan air tawar dalam kolam didominasi oleh mas, lele, patin, nila, bawal, dan gurame. Lima jenis ikan tersebut menyumbang lebih dari 80 persen dari total produksi. Berikut sekilas tipe-tipe cara budidaya dan analisis finansial masing-masing ikan tersebut.

Ikan Mas

Secara umum komersialisasi budidaya ikan dibagi dua segmen, yaitu pembibitan dan pembesaran. Termasuk dalam budidaya ikan mas. Proses pembibitan ikan mas, diluar persiapan indukan memakan waktu 5-7 hari hingga dihasilkan larva. Kemudian larva dibesarkan sampai larva tersebut berukuran 5 cm atau bobot sekitar 2,5 gram . Tahap tersebut membutuhkan waktu kira-kira satu bulan.

Kemudian ikan dijual kepada peternak pembesaran. Pembesaran untuk ikan mas ada dua segmen yaitu, dari bibit berukuran 2,5 gram menjadi ikan ukuran 50 gram. Waktu yang dibutuhkan satu bulan. Kemudian pembesaran untuk konsumsi, yaitu dari ukuran 50 gram atau 20 ekor per kg menjadi 4 ekor per kg. Untuk tahap ini membutuhkan waktu 3 bulan.

Ikan Lele

Setelah lele berhasil dikawinkan akan didapatkan larva ikan, jumlahnya berbeda-beda untuk setiap jenis ikan lele. Ikan lele lokal akan menghasilkan sekitar 4000 telur yang siap menjadi larva, ikan lele sangkuriang menghasilkan 30.000 -40.000 telur. Penetasan telur menjadi larva membutuhkan waktu 1-2 hari. Kemudian perlu waktu sekitar 7 hari lagi agar larva kuat untuk dipindahkan. Setelah larva jadi dibutuhkan waktu hingga 1-2 bulan untuk membesarkan ikan lele hingga berukuran 5-10 cm.

Pembesaran ikan lele dimulai dari ukuran 5-10 cm, tetapi saat ini cukup sulit mendapatkan bibit ukuran 10 cm. Untuk membesarkan lele dari jenis sangkuriang sampai ukuran konsumsi, 9-10 ekor per kg, dibutuhkan 60 hari. Rasio pakan menjadi daging untuk jenis lele sangkuriang sangat tinggi, bisa mencapai 1:1. Artinya setiap pemberian pakan sebanyak 1 kg akan dihasilkan 1 kg peretambahan berat lele.

Ikan Patin

Pembibitan ikan patin memerlukan keterampilan khusus dan harus dilakukan tenaga terlatih. Pembesaran larva ikan patin sampai ikan siap di tebar di kolam pembesaran membutuhkan waktu 3-4 minggu. Ada tiga tahap pembesaran larva yaitu umur 1-9 hari, 10-13 hari dan 14-21 hari.

Ikan patin bisa dibesarkan dengan kepadatan 20-30 ekor per meter kubik. Tidak ada patokan ukuran ikan patin siap konsumsi, sangat tergantung selera pasar masing-masing daerah. Biasanya para pembudidaya membesarkan patin hingga panen dalam jangka waktu 6 bulan, apabila lebih dari itu pemeliharaan sudah tidak ekonomis lagi.

Ikan Nila

Usaha budidaya ikan nila cocok dilakukan di daerah yang memiliki sumber air yang bersih. Ikan nila merupakan ikan yang mudah dipelihara dan gangguan hama dan penyakitnya tidak begitu banyak. Pembibitan nila cukup mudah. Dari sepasang indukan bisa dihasilkan 250-1000 butir telur. Telur tersebut akan menetas menjadi larva 10-13 hari dalam mulut si induk hingga siap didederkan untuk pembesaran. Waktu persiapan dari telur hingga menjadi benih pembesaran berukuran 5-8 cm atau 5 gram, diperlukan waktu 60 hari.

Pembesaran ikan nila sangat cepat, untuk jenis nila GIFT bisa tumbuh 4,1 gram per hari. Nila jantan dan betina memiliki kemampuan tumbuh yang berbeda. Jantan tumbuh 40 persen lebih cepat dibanding betina. Bila sudah mencapai 200 gram, pertumbuhan nila betina melambat drastis, sedangkan jantan tetap tumbuh. Namun jangan khawatir, saat ini sudah ada teknologi jantanisasi. Dengan teknik tertentu semua nila bisa diubah menjadi jantan. Nila GIFT dikonsumsi pada ukuran 5 ekor per kg, dibutuhkan waktu 4 bulan untuk membesarkan nila di kolam air tawar.

Ikan Gurame

Perlu beberapa tahapan untuk membibitkan gurame dari mulai pemijahan, penetasan telur dan pemeliharaan larva. Umumnya, larva yang telah menetas dan berumur 8-9 hari sudah siap dipindahkan dan didederkan. Kemudian dibutuhkan waktu pendederan selama 170 hari untuk bisa menghasilkan benih yang siap untuk pembesaran. Pembesaran ikan gurame sampai tahap konsumsi ukuran 1 kg per ekor dari bibit sebesar 250 gram per ekor memerlukan waktu 4 bulan.

Ikan Bawal

Dalam industri perikanan di tanah air ikan bawal ini tergolong baru. Namun peningkatannya sangat pesat sebab mendapat sambutan yang sangat baik dari para petani ikan di indonesia. Meski banyak durinya namu daging ikan bawal sangat gurih dan nikmat. Peluang usaha budidaya ikan bawal sangat terbuka dan prospek bisnis kedepannya sangat bagus. Proses produksi ikan ikan predator ini terbilang sangat singkat.Masa pemijahan (jual larva) sekitar 2 – 3 minggu, pembenihan (jual benih) sekitar 1 – 2 bulan dan pembesaran (jual ukuran konsumsi) sekitar 3 – 5 bulan. Secara ekologi, ikan ini dianggap sebagai “perusak” karena dapat menjadi predator bagi ikan lain dan mengancam kelestarian biodiversitas ikan asli perairan Indonesia.Ikan bawal ini mampu bertahan hidup dalam kolam yang tingkat kepadatannya tinggi. Makannya pun tidak rewel sebab hewan berjenis omnivora ini memiliki nafsu makan yang sangat besar.

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan