Anggota DPRD Beralih Profesi ke Budidaya Ikan Lele

Setelah masa keanggotaaannya di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, berakhir beberapa bulan ke depan, Syamsudin Hasbi akan merintis usaha budidaya ikan lele.

ilustrasi peternakan lele

“Saya akan berbisnis dibidang usaha peternakan ikan, saat ini bisnis ini lagi tren dan dapat berpenghasilan tinggi untuk kesejahteraan keluarga,” kata Syamsudin Hasbi di Teluk, Selasa.

Ia mengatakan, setiap orang punya pilihan dalam kehidupan, ada yang bercita-cita berbisnis di bidang perkebunan, bidang kehutanan dan ada juga di bidang sembako, tetapi pilihan dirinya untuk mengelola peternakan ikan lele adalah pilihan hati nurani, karena usaha ini memiliki peluang bisnis masa depan yang tidak terllu rumit pengelolaannya.

Banyak yang sudah sukses, kesuksesan peternak ini mendorong dirinya untuk kembali bangkit terjun dalam usaha yang sama, kalau selama ini terjun kedunia politik tetapi saat ini memilih untuk hidup tenang, aman dan bisa menyalurkan hobi untuk memelihara ikan.

“Saya akan maksimal untuk berbisnis ini, saat ini lagi dalam proses,” katanya.

Ia menjelaskan, masa Jabatan wakil rakyat untuk periode 2009-2014 tinggal beberapa bulan lagi, bagi anggota dewan yang masih terpilih, tetap akan melanjutkan tugasnya untuk lima tahun mendatang.

Syamsudin Hasbi adalah satu dari sekian banyak pensiunan yang berhasil menggapai mimpinya. Memasuki masa pensiun dari jabatannya sebagai wakil rakyat, Hasbi ingin memanfaatkan ilmu pengetahuannya untuk berbisnis ternak ikan lele dan nila.

Sosok anggota legislatif Kuansing 2009-2014 ini lebih memilih memulai dunia usaha pemulihan Ikan unggulan Indonesia yang harus menjadi kebanggaan bangsa sekaligus menjaga kelestarian alam serta turut membangun ekonomi kerakyatan di Kabupaten Kuansing.

“saya akan fokus membangun budidaya ikan lele dan nila bersama kelompok masarakat ditanah kelahiranya di Desa Koto-Kombu, Kecamatan Hulu Kuantan,” ucapnya.

Komoditas lele di Kuannsing kini masih terbatas dan belum seimbang dengan banyaknya permintaan pasar, sehingga harga di pasaran terbilang cukup tinggi. Bahkan keberadaan makhluk licin berlendir itu sangat diminati hampir seluruh masyarakat.

Untuk mewujudkan impian itu, kini Hasbi bersama kelompok pembudidaya lainnya, tengah merampungkan pengerjaaan 65 buah kolam ikan. Sayangnya, hingga saat ini pemerintah masih kurang serius dalam mendukung budidaya lele dan Nila di desanya tersebut. Padahal usaha budidaya ikan ini cukup menjanjikan.

(sumber: republika)

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan