50 Napi di Banten Belajar Budidaya Ikan di Lapas

Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI bekerjasama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan RI menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Pengelolaan Pascapanen Perikanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Wanita Tangerang, pada Senin (17/9).

Hadir pada acara tersebut selain dihadiri oleh Balok Budiyanto, Kepala Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan BPSDM Kementerian Kelautan dan Perikanan, juga dihadiri oleh Rahmat Prio Sutarjo, Direktur Bina Narapidana dan Pelayanan Tahanan Ditjen Pemasyarakatan, Haru Tamtomo, Direktur Informasi dan Komunikasi Ditjen Pemasyarakatan, Haviludin, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Banten, dan Bastian Maisnassy, Kepala Balai Diklat Perikanan Tegal, serta para Kepala UPT Pemasyarakatan wilayah Banten.

Pelatihan ini dilaksanakan berdasarkan Kesepakatan bersama antara Badan Pengembangan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI No. 43/BPSDMKP/Dep.KP/KB/II/2009 dan PAS-03.HM.03.02 tahun 2009 tentang Kerjasama Pengembangan SDM di bidang Kelautan dan Perikanan.

Peserta pelatihan Budidaya pengelolaan Pascapanen Perikanan yang berjumlah 50 orang ini merupakan para warga binaan pemasyarakatan (WBP) dari Lapas Klas IIA Pemuda Tangerang sebanyak 20 orang, Lapas Klas IIA Wanita Tangerang sebanyak 20 orang dan Lapas Klas II A Anak Pria Tangerang sebanyak 10 orang.

Pelatihan yang dilaksanakan selama 4 (empat) hari, mulai Senin (17/9) sampai dengan Kamis (20/9) ini berisi materi pelatihan yaitu pengolahan rumput laut, pengolahan surimi (daging ikan), pelatihan budidaya lele, kerajinan kulit kerang dan pengolahan pasca panen.

Direktur Bina Narapidana dan Pelayanan Tahanan Rachmat Priyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa program bengkel kerja bangkit merupakan salah satu upaya menunjukkan bahwa Ditjen Pemasyarakatan tidak pernah berhenti berupaya melakukan inovasi dalam melakukan pembinaan kepada warga binaan.

“Pelatihan ini sebagai salah satu bukti bahwa pembinaan terhadap warga binaan tak pernah berhenti,” ujar Direktur Binapi Yantah, Rahmat Prio Sutarjo.

Sementara itu Kepala Pusat Pelatihan BPSDM Kementerian Kelautan dan Perikanan Balok Budiyanto menyampaikan bahwa peluang usaha di bidang perikanan masih sangat luas dan didukung sumber daya kelautan yang masih sangat besar.
“Ini adalah kesempatan besar bagi kita untuk belajar mengelola sumber daya kelautan dan perikanan yang jumlahnya sangat besar dan peluang usahanya pun masih luas,” kata Budiyanto.

Sonia, Salah satu peserta dari Lapas Wanita Tangerang menyatakan merasa senang mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan ini.

“Mudah-mudahan bisa mengikuti pelatihan sampai selesai, siapa tahu bisa dimanfaatkan saat bebas nanti”, ujar narapidana kasus narkoba ini singkat. (JP/RJ)

(sumber: ditjenpas.go.id)

analisa usaha budidaya ikan air tawar

Peta Alamat Surya Mina Farm

Tinggalkan Pesan